Suki+3

1.6K 140 0
                                        

Hy semua akhirnya Suki udah upload semoga kalian suka dengan jalan ceritanya.

Happy reading 💕

***

  'Jadi bagaimana kedekatanmu dengan Sasori? Apa kau suka?' tanya Temari. Gadis itu sedang memprint tugas kuliahnya, sambil mengapit benda berpipi di bahu dan telinganya. 

Sakura membuang nafas dengan mengulum bibir mengingat ulang kejadian kemarin sore sejak bersama Sasori. Dia terlihat sedang berpikir menilai pemuda lebih tua 4 tahun darinya tersebut. 'Kak Sasori baik, orangnya juga tidak kaku jadi aku agak nyaman berbicara dengannya.' memainkan tali sweater miliknya. Sakura sekarang belum lama selesai belajar, jadi dia masih berada depan meja belajar dengan keadaan bukunya sudah dia tutup. 

'Baguslah, setidaknya ini lebih baik ketimbang mengharapkan Sasuke yang tak pernah sekalipun menerima perasaanmu dan nanti tanpa sengaja kau menyakiti hati Naruto. Kau taukan Naruto sangat baik, kau bahkan bilang pada ku kalian duduk bersamakan.' 

'Iya, makanya aku minta bantuan pada mu.' 

'Ya sudah, aku tutup telponnya ya. Banyak yang harus ku print, tugas-tugas kuliah ini sangat merepotkan ku. Sudah dulu ya Sakura... Daahh...' 

'Iya dah...' telponnya tanpa dimatikan olehnya pun sudah dimatikan oleh Temari. Sakura merebah tubuhnya ke atas kasur menaruh asal telepon miliknya di samping, sambil menatapi langit kamar. Dia harap keputusan ini tidak salah dia ambil. 

  Keesokan harinya di Konoha High School di jam ekskul, Naruto membuang nafas panjang menunjukkan sketsa gambar tak berwarna miliknya dinilai oleh Sai. Pemuda berkulit putih pucat itu nampak serius dari raut wajahnya, dia harap hasil gambarnya kali ini bisa dibilang bagus ketimbang lalu menggambar apel saja dia tidak bisa. Sekarang dia sudah berlatih keras dengan menggambar bentuk wajah dengan pensil. 

Sai mengangguk-angguk kepala sambil mengusap-usap dagu dengan duduk menyilang kaki di kursi. Terlihat dari wajahnya, tampak menilai bagus hasil tangan Naruto. Sai memberi selembar kertas putih polos pada pemiliknya kembali, Naruto sampai tegang hanya ditatap biasa oleh Sai. "Bagus, setidaknya tidak buruk daripada menggambar apel, peningkatan mu cukup cepat dengan menggambar wajah selama 1 jam untuk pemula." Sai menyilang tangan depan dada, memiring kepala sedikit. "Semoga gambar berikut lebih bagus lagi, yaitu bentuk badan. Pelajari tentang tubuh dan kerangkanya dengan baik, karena itu tidak mudah. Minimal gambar dengan 10 pose. Aku akan menilainya waktumu hanya sampai 5 hari." 

Mata Naruto melotot, dia bahkan latihan butuh 3 hari penuh untuk menggambar satu wajah dan itu sampai begadang semalaman, beruntung dia bisa menyelesaikan gambar selama 1 jam saat di tes. Apalagi ditambah menggambar 10 pose dalam 5 hari itu saja sudah membuatnya pusing. 

Sai berdiri kini mereka saling berhadapan. "Kenapa? Kau sudah menyerah?" 

Naruto menunduk, dia tidak yakin jika dia bisa membuat 10 pose dalam waktu 5 hari. Jadi dia terkejut mendapat tugas dari Sai ternyata sesulit ini. "T-tidak!.. Aku hanya terkejut saja." menatap Sai. 

"Sebenarnya kau sudah terlambat untuk belajar menggambar Naruto. Jika kau memang ada tujuan dengan ini kau hanya perlu buat target mu, kalau kau sedari masa kanak-kanak kau belajar menggambar kau tidak akan kesulitan seperti ini." jelas Sai melihat ke arah jendela kaca yang timbul warna langit biru muda dipenuhi awan. "Apa tujuanmu Naruto mengambil ekskul ini?" membuang nafas. "Padahal masih ada ekskul lain seperti basket, baseball, voli, dan sains atau apa? Bukannya ada banyak di sekolah kita?" melirik Naruto yang juga mengikuti arah pandang ke jendela. Setidaknya Sai ingin tau sampai pemuda itu tetap gigih dengan keputusannya. 

Suki [Sasusaku] √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang