Suki+19

1.3K 77 4
                                        

Hallo!

Cie udah ngk sabar sama kelanjutannya hehe

Happy reading 💕

***

  Minggu berganti, akhir-akhir ini Sakura merasakan mual, pusing, dan badannya lemas. Bahkan mengikuti pengoperasian terpaksa harus diganti oleh dokter lain yaitu di hari ini.

Ino datang mendekati Sakura duduk di samping gadis itu yang nampak dari wajahnya pucat terlihat sakit. Sebagai teman, Ino tentu khawatir melihat keadaan Sakura. Mereka berada di lorong koridor.

"Apa kau tidak makan? Perlu aku beli sesuatu?" Ino menyentuh dahi Sakura dengan punggung tangan. Gadis berambut blonde itu mengerut alis, dia tak merasakan panas di dahi Sakura selain suhu dingin biasa jika seseorang mengalami mual, yaitu berkeringat dingin.

Sakura menghembuskan nafas pelan, dia juga tidak tahu keadaannya kenapa, padahal dia makan teratur dan selalu menjaga kesehatannya.

"Kau tunggu di sini ya, aku akan beli sesuatu untuk meredakan rasa mual mu." Ino mengusap bahu Sakura lalu berlalu pergi meninggalkan Sakura dalam keterdiaman.

Semenit berlalu cukup lama Ino kembali membawakan jus buah rasa stroberi dan roti di hadapan Sakura yang lalu diterima oleh perempuan itu. "Makan dan minum ini, mungkin perutmu perlu manis-manis." duduk di samping Sakura lagi.

"Terimakasih."

"Kau tumben sekali begini seperti orang hamil saja." lanjut Ino sambil terkekeh. Ya dari perkataannya terdengar jelas bercanda, namun ekspresi Sakura berubah serius seraya berpikir. Menimbulkan pertanyaan Ino. Apakah ada yang salah dari perkataannya?

Suara gedoran pelan dari pintu membuat Sakura tersadar-meratapi sedari tadi sebuah test pack merah muda dengan tatapan tak menyangka pada dua garis merah yang tergambar. Sakura berada di toilet, bibirnya seketika menarik senyum mendapat keajaiban tak dia sangkah.

"Sakura? Bagaimana hasilnya?" tanya Ino tak sabaran dari balik pintu dengan masih menggedor-gedor.

Ino mundur selangkah begitu Sakura membuka pintu mendapati perempuan itu mengembang senyum memperlihatkan testpack pada temannya itu.

"Aku hamil."

"Wahh! Selamat!" Teriak Ino senang memeluk Sakura.

Kekeh Sakura balas memeluk Ino, kemudian melerai pelukan.

"Terimakasih!"

  Sore hari menjelang malam, memperlihatkan senja indah menghiasi langit semula biru. Sakura tak berhenti tersenyum memasuki sebuah mansion mewah sambil berlari, membuat Fumiko khawatir berada di belakang perempuan itu, takut jika saja Sakura bisa saja terjatuh karena Sakura memakai sepatu heels.

"Nona tolonglah pelan-pelan!" teriak Fumiko mengulurkan tangan untuk bisa meraih lengan Sakura, berusaha menghentikannya berlari.

"Aw!" Sakura memejamkan mata merasakan kepalanya membentur sesuatu, kepalanya spontan menengadah mendapati Sasuke sudah berdiri di hadapannya dengan menahan pinggangnya. Wajah Sasuke terlihat khawatir, takut juga sama halnya dengan Fumiko.

"Ah! Tuan!" Fumiko terperanjat kaget atas kedatangan Sasuke menghentikan niatnya menahan Sakura. Fumiko mulai memposisikan diri berdiri tegak memberi hormat kepada Sasuke.

"Sayang kalau jatuh bagaimana?!"

Sakura mengerucut bibir, membuat Sasuke menghembuskan nafas berat. Jujur dia memang tidak bisa memarahi Sakura kalau berekspresi lucu dan terlihat manja seperti ini, terlalu menggemaskan di matanya. Sasuke gemas pun mengecup sekilas bibir mengerucut lucu Sakura.

Suki [Sasusaku] √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang