Hi semuanya!
Terimakasih banyak kalian yang tetap setia menunggu buat baca cerita Sasusaku ku ini, walau sedikit peminat aku sangat menghargai kalian. Jadi aku semangat buat cerita ini, terlebih aku dapat banyak inspirasi.
Happy reading 💕
***
Sakura mendekati Sasuke tanpa permisi menarik kedua pipi pemuda itu sambil berjinjit mengecup bibir kilat. Menimbulkan bola mata Sasuke seketika melebar tanpa sadar.
"Owh!" Mebuki menutupi bibir dengan telapak tangan, antara mau senang atau memarahi kelakuan anaknya berciuman di tempat terbuka seperti ini. Kizashi berada di sana sedang mengobrol bersama Itachi sembari tertawa ikut kaget juga sempat melihatnya. Berbeda dengan Itachi yang hanya menarik senyum tipis.
Sakura menyadari suara terkejut ibunya yang datang melebarkan mata. Astaga memalukan sekali! Mengalihkan rasa malunya, Sakura menatap arah lain. Berbeda bila Sasuke, pemuda itu menarik senyum kepada kedua orang tua Sakura dengan ramah. "Apa tuan dan nyonya akan pulang?" dilihat dari mereka sudah keluar seperti ini, pastinya mau pulang. Tapi Sasuke hanya ingin mengalihkan suasana, Sakura sedang malu sekarang.
Mebuki mendekati Sasuke menarik senyum tulus. "Panggil ibu saja." mengusap bahu Sasuke pelan.
Sakura mendengarnya menutup matanya dengan kedua tangan. Ibunya tambah membuatnya malu. Belum apa-apa saja sudah meminta Sasuke memanggilnya Ibu. Walau Sakura senang sebenarnya dengan itu, tapi kejadian tadi pasca mencium Sasuke tak mudah membuatnya lupa. Dia masih merasa malu.
Sasuke mengangguk. "Iya ibu."
Mata Sakura seketika melotot menatap Sasuke. Apa barusan tadi? Pemuda tadi barusan memanggil ibunya Ibu? Tampar pipinya sekarang juga kalau dia tak salah dengar. Kenyataannya memang tak salah dengar. Oh ya ampun, dia hanya tak menyangka bila Sasuke yang mengatakannya.
Kizashi berada tak jauh disana, masih bersama Itachi ikut bersuara. "Panggil aku ayah juga tak apa Sasuke."
Cukup Sakura harus menyembunyikan wajahnya di mana?! Ahh! Malunya!
Itachi terkekeh mengepal tangannya hampir mendekati bibir. Dia tertawa karena melihat ekspresi Sakura yang menurutnya lucu. "Tenang Sakura, kau bisa memanggilku kakak ipar kalau mau." susul Itachi, membuat Sakura mengerucut bibir. Sasuke melihat bibir mengerucut itu mencubit gemas pipi gembul Sakura. Sang empu hanya bisa pasrah pipinya ditarik.
Tinggal beberapa hari lagi pameran untuk study tour tak lama lagi dekat. Naruto belum juga mendapat inspirasinya. Kertas-kertas kanvas baru lain belum juga dia sentuh sama sekali, dia hanya meratapi kanvas yang sudah dia coba lukis satu orang yang selalu terbayang dalam pikirannya, padahal temanya tentang musim panas, namun dia melukis lain. Naruto membuang nafas berat, memandangi lukisan gadis berambut merah muda memakai mahkota bunga, rambutnya tergerai dan pendek dengan pakaian merah tua. Lukisan itu hanya satu yang berukuran besar, selain masih banyak lagi dengan bentuk kanvas berbeda-beda.
Naruto melempar asal kuas di tangannya. Dia selalu mengingatkan pada dirinya kalau ini bukanlah obsesi kan?! Dia menyukai dan mencintai Sakura dengan sepenuh hati, tak ingin menyakitinya. Tapi dia malah melakukannya dengan melukis rupa gadis itu sebanyak ini! Biar pun pernah dia mengatakan pada Sakura kalau dia akan melukis gadis itu, tapi bukan berarti sebanyak ini bukan?! Tak ada seorangpun yang tahu semua ini, sebab dia menyembunyikan melukisnya dalam kamarnya. Entah ini akan bertahan berapa lama?
Suara tepuk tangan Kakashi sensei serta Yamato sensei menjadi perhatian murid-murid lain untuk segera berbaris rapi di lapangan sekolah. Senin sudah menunjukkan tanggal, di mana semua murid Konoha high school akan study tour bersama di kebun binatang. Hari dinantikan para seluruh murid untuk bersenang-senang di liburan musim panas ini. Terutama Sakura, bahkan dia sudah mempersiapkan keperluannya dalam tas bahu berukuran sendang. Dia berbaris seperti biasa bersama teman-teman dekatnya Ino, Hinata, dan Tenten. Sasuke berbaris tak jauh dari barisan Sakura bersama keempat temannya, yaitu Sai, Shikamaru, Neji, dan Gaara. Naruto berada di barisan bersebelahan dengan Sasuke, bersama Rock Lee, Kiba, dan Chouji.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suki [Sasusaku] √
FanfictionEND [Complete] Naruto menunjuk dada Sasuke kasar dengan menusuk tatapan tajam, terlihat jelas urat pada leher dan rahang mengeras. Memperlihatkan betapa muaknya dia pada laki-laki ini. "Kalau kau menyukainya, seharusnya dari awal kau tak menolaknya...
![Suki [Sasusaku] √](https://img.wattpad.com/cover/338670861-64-k723551.jpg)