Suki+17

1.1K 85 0
                                        

⚠️ Warning! ⚠️

Bagian ini merupakan konten dewasa tolong bijak dalam membaca dan komentar kalian.

Thank you for you all yang sudah pada baca dari awal dan akhir.

This special chapter.

Happy reading 💕

***
 
 

Sasuke memijat pangkal hidungnya, mematahkan gagang pintu kamarnya. Hembusan nafas berat menjadi pelampiasan rasa pening dalam kamar gelap tak memiliki penerangan. Tangannya dengan malas meraba-raba dinding mencari saklar lampu dekat ambang pintu. 

"Ternyata benar kata Fumiko kau sangat sibuk." 

Mata Sasuke seketika melebar. Orang siapa tidak akan terkejut bila jadi dirinya. Tiba-tiba seseorang berada dalam kamarnya. Sasuke menghembus nafas lega, setidaknya itu bukan orang lain. 

Sakura duduk di tempat tidur miliknya, menyilang kaki beralas heels dengan menongkah dua tangan ke belakang. Apa gayanya itu? Apa itu sebuah godaan? Baru saja dia pulang dengan rasa lelah, tapi malah di suguhi hal seperti ini. Apa dia harus bersyukur? Atau tidak usah meladeni?

Sasuke berkacang pinggang menyentuh ujung bibirnya juga menggigit bibir. Sialan! Padahal dia ingin segera pulang agar bisa mandi dan langsung tidur. Sasuke mendorong pintu kamar masih terbuka dengan tangan, tanpa melepas pandangnya pada dress merah memperlihatkan dada Sakura. Gadisnya sangat cantik malam ini, membuat dia tidak bisa berpikir jernih. 

Sakura menyadari tatapan Sasuke serta sikapnya. Melihat sekilas pakaiannya, menyungging senyum. "Aku belum lama selesai acara di hotel merayakan berakhirnya praktek bersama dokter-dokter lain." Berdiri mendekati Sasuke. "Apa aku sebegitu cantiknya, sampai kau tidak bisa melepaskan sorot mata mu dari ku sayang?" ledek Sakura menyentuh dada Sasuke, memperhatikan detail bentuk wajah kekasihnya yang memang tak bisa dielakkan, betapa tampannya bentuk wajahnya itu. Bahkan sulit untuk dijawab dengan sebuah kata-kata. 

"Apa kau menggoda ku?" Memegang tangan Sakura menyentuh dadanya. Gadis itu melihat sekilas tangannya yang digenggam, tanpa terkejut atau menolak. Sakura lebih maju mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. 

"Iya," 

Sasuke menarik satu alis tak menyangka, dia bahkan hampir tak percaya gadis berada depannya ini adalah Sakura. Apa ini nyata? Dia pasti lelah sampai berhalusinasi? Tapi kalau berhalusinasi, mana mungkin dia datang kemari dari kantor sampai mansion? Bahkan dia masih mengingat jelas dia membawa mobilnya sendiri untuk pulang, datang pun sempatnya bicara dengan Fumiko tadi yang membantu membawa tasnya ke ruang kerja-sebelumnya milik sang kakak yang sekarang resmi menjadi kantornya sebulan ini. Hanya Fumiko tidak mengatakan apa-apa Sakura datang berada di kamarnya.

Sakura mengerucut bibir sedikit cemberut. Bukannya dia melihat raut tergoda Sasuke tadi? Tapi kenapa malah sekarang raut kekasihnya itu berubah penuh banyak tanda tanya?! Dia merasa kecewa rayuannya tidak berhasil. 

Sakura memukul pelan dada Sasuke untuk menyadarkan pemuda itu. Sasuke pun gelagapan. Pemuda itu melamun ternyata. "Sasuke-kun menyebalkan! Selalu saja tak peka." 

Sasuke spontan tertawa, membuat Sakura tambah kesal mundur menjauh, menyilang tangan depan dada. Sasuke tertawa bukan karena lucu, ternyata semua pikiran yang dia perkiraan tadi salah, ini benar-benar kekasihnya, Sakura. 

"Apa yang lucu?!" 

Sasuke masih tertawa sambil menggeleng. Di mana rasa lelahnya tadi?

"Tidak sayang," 

Suki [Sasusaku] √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang