duwabilas

1.8K 72 14
                                    

"Ca, dengerin gua dulu"

"Ca"

"Gua gak sebrengsek itu"

"Terus apa? Semua ini gak akan terjadi kalo bukan karna lo" tekan Acca. Aga sakit untuk Adnan mendengar kata-kata itu.

"Tapikan lo juga .." jawab Adnan dengan tidak berdosa. Itu ngebuat mata Acca melotot.

"Ca dengerin gua. Gua sama lo itu udah dari kecil, dan gak mungkin gua mau ngerusak lo"

"Dari gua kecil sampe gede gak ada niatan gua buat ngapa ngapain lo, sumpah"

"Halah! Yang disekolah apa ha, first kiss gue tau gak"

"Ohh.. yang itu? Mau coba lagi hm..?" goda Adnan.

"Mau gue tendang hah?!" ancem Acca. Adnan mendengar itu waspada aga menjauh dari wajah Acca. Lalu selanjutnya ia berbicara.

"Gua bakal jaga lo Ca, walaupun kalo nanti lo gak jadi milik gua tapi gua bakal tepatin janji gua dari kecil" ujar Adnan dengan serius, jarang Adnan memasang wajah itu.

Ntah kenapa saat Acca mendengar itu, rasanya mudah sekali untuk percaya.

"Body lo juga bukan tipe gua, kecil" Adnan meledek dengan senyum miring nya.

"Pake ngomongin gue, punya lo kecil!" balas Acca melirik celana Adnan sesaat.

"Wah... Wah... Wah... Lo megang punya gua ya!?" tuduh Adnan, ni orang keknya kalo dicincang adem keknya aman tentram damai hidup Acca.

"IIIH! GAK JELAS IDUP LO" Acca mendorong Adnan. Adnan tertawa di moment ini.

"Satu lagi Ca, apapun kondisi lo gua gak akan pernah ninggalin lo" ucap Adnan tulus, sembari mengelus rambut Acca.

"B a c o t" eja Acca.

"Minggir, gua mau tidur sama Kak Tasya" ujar Acca menyuruh Adnan agar memberinya jalan. Pasalnya Adnan menghalangi pintu.

"Sama gua aja"

"GAK AMAN"

"Kan bentar lagi jadi pasutri sayang" goda Adnan.

Gila, Adnan Gila. Batin Acca.

"Udah sana minggir" Acca berusaha mendorong tubuh Adnan agar ia bisa lewat.

"Maafin gua tapi ya" Acca tak ada kekuatan untuk menggeser bahkan menggerakkan sedikit saja tubuh Adnan.

"Males" Acca memasang wajah jutek dengan tangan nya yang berselip didada.

"Tapi lo percayakan sama gue?"

Acca menatap Adnan ogah-ogahan, tapi dalam hatinya ia percaya tak mungkin Adnan ingin merusaknya. Walaupun otak Adnan memang aga aga.

"Minggir gak?!" bentak Acca.

"Siap calis" Adnan dengan sigap hormat. Ihh apa apaan gila ni orang, calis? Apaan tuh

"Calis?" dahi Acca mengernyit.

"Calon istri" jawab Adnan dengan senyum gigi.

***

"Adnan gila" gerutu Acca.

Acca berjalan ke arah kamar Kak Tasya, dengan bantal yang ia selipkan di ketiaknya. Tangan satunya lagi memegang ponsel miliknya.

Acca menghidupkan data dalam ponselnya. Beribu notif ia dapatkan. Acca mulai deg deg an.

Berakhir Ia kembali menonaktifkan data diponselnya. Dirinya tak mau melihat yang membuat hatinya sakit.

Niat kekamar Tasya ia urungkan, Acca menuruni tangga. Acca berjalan ke arah dapur, membuka kulkas lalu melihat soda. Ia mengambil soda tersebut lalu meminumnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 08, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My neighborTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang