"Udah siang?"
Arkha melihat ke arah jendela kamarnya, terlihat ada sedikit cahaya yang masuk karna gordeng yang menutupi jendela.
Sedikit kemudian ia bangkit dan menyadari dirinya tergeletak di lantai kamarnya sendiri.
"Kok gue disini ya, bukan nya kemarin malem gue dibius, eh–"
Arkha seketika teringat bila saat dirinya sudah hampir masuk ke alam mimpi, ada sebuah kain yang membekap hidung serta mulut nya, ia langsung memberontak karna panik sampai melupakan aroma aneh yang dari kain itu yang perlahan membuat kepalanya sakit. Ia merasakan tubuhnya diangkat dan di seret, ia bahkan masih mendengar suara Hesa yang memanggilnya dengan panik, namun tak lama ia sudah tak bisa merasakan apapun lagi.
"Kak,"
Arkha melihat Hesa yang tergeletak di dekat pintu yang reflek ia hampiri.
"Kak bangun," ucapnya sambil mengguncangkan tubuh si kakak kelas, ada sedikit lebam aneh di belakang leher Hesa yang tak sengaja terlihat oleh Arkha.
"Sialan,"
Arkha langsung bangkit untuk membuka pintu namun ternyata terkunci, dan kuncinya masih menempel.
"Di kunci dari dalem,"
Ntah siapa yang mencuci mereka namun sudah jelas, genk nya Heeseung pelakunya.
Arkha berjalan ke kamar tamu untuk menyadari pintu kamar tersebut sudah terbuka tanpa keberadaan temanya satu pun, hal yang sama terjadi di kamar kakak nya.
Kemana semua temanya pergi?
"Mereka udah balik,"
Arkha langsung pergi ke depan rumahnya, tak menemukan satupun kendaraan yang sebelumnya digunakan teman temanya.
"Sialan!" Arkha mengusak rambutnya sendiri frustasi.
"Khan,"
"Kak Hesa,"
Arkha menoleh dan melihat Hesa yang tak jauh darisana.
"Loe udah mendingan kak, kayanya kemarin loe dipukul dari belakang," ucap Arkha.
"Gue denger suara loe, tapi kaya ketahan gitu," ucap Hesa.
"Ada yang bekep gue terus seret gue ke kamar," ucap Arkha.
"Berarti bener, mereka tetep mau ambil yang lain," ucap Hesa.
"Kita gagal lagi," ucap Arkha.
"Kita masih bisa nyelamatin yang lain," Hesa menunjukan pesan di ponselnya.
"Joan kayanya kirim loe chat juga, dia bilang kalo gak bisa cegah yang lain buat gak pergi ke rumah Setta, dia mikir kalo kita tidur bareng di kamat loe tapi kamar itu dikunci," lanjutnya.
"Sialan tu anak, sekarang dia pura2 jadi korban penusukan," ucap Arkha.
"Gak ada waktu lagi Khan, mendingan sekarang kita cabut ke rumah dia," ucap Hesa.
~~~~~
Seperti yang sudah bisa di tebak, rumah Setta tampak gelap dengan semua lampu yang dimatikan, bahkan cerahnya langit siang sama sekali tak bisa menutupi aura gelap dari rumah itu.
"Gue rasa mereka gak disekap disini," ucap Hesa.
"Kemungkinan di dunia mereka, kaya sebelumnya," ucap Arkha, ia lalu maju dan menendang pintu masuk.
Sunoo yang sedang duduk santai sambil bermain ponsel tak jauh dari pintu itu langsung menoleh.
"Dateng juga kalian," ucapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
