Hallo GAYS.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING.....
Jema dkk pun ikut pergi menuju lokasi yang di serlok oleh elzi dan Yahdzi,mamih papihnya jema pun segara menyusul mereka untuk ngelayat, keluarga Erlangga yang sedang bersarapan melirik ke arah ars yang sedang mengangkat telepon
"Halo ini siapa"
"........."
"Ohh yahdzi temennya Xion"
".........."
"Lu gak bercandakan dzi,ini gak lucu"
".........."
"Gw yakin dia kuat,dia gak selemah itu"
"..........."
"Oke lu serlok biar gw kesana sekarang"
Ars menatap tajam daddynya dan papihnya
"Ada apa ars, kenapa menatap daddy seperti itu"
"gara gara daddy dan papi memukul dan menendang Xion terlalu keras mengakibatkan jantung Xion bocor"ars mengepalkan tangannya
"Apa bocor,Xion sekarang di rumah sakit mana ars"semua keluarga Erlangga terkejut, daddynya berdiri dan menatap putranya
"Dia udah meninggal dad hiks padahal ars udah anggap Xion adik kandung hiks"ars memeluk daddynya
"Siapkan mobil,ars kamu tau lokasinya"
"Tau opa,Xion berada di rumah alza"
Semua bergegas memasuki mobil untuk mengantarkan Xion ke peristirahatan terakhirnya
"Dzi katanya udah mau di makamin kenapa masih di sini"pelangi yang melihat keranda masih di dalam rumah
"Alza nunggu seseorang, katanya sih dia omnya Xion"bukan yahdzi yang menjawab melainkan elzi yang menyaut dari belakang yahdzi
"Omnya Xion berarti omnya Xian juga dong"Regar melirik Xian yang baru datang bersama keluarganya
"Xion hiks maafin mommy yang gak bisa lindungin kamu hiks"mommy alitha berjalan mendekati jenazah Xion tapi di tahan dengan cepat oleh anggota elang hitam
"Kenapa,aku hanya ingin memeluk putraku untuk terakhir kali"sentak mommy alitha menatap tajam ke arah yang menjaga jenazah Xion,tapi salah satu dari mereka tidak ada yang menjawab
"Alza dia udah nyampe mana,kalau kelamaan kasian Xion nunggu dari malam"yahdzi membuka suara untuk menanyakan seseorang karena semua sudah datang
Belum sempat menjawab pertanyaan yahdzi ada seorang pria memasuki rumah alza,semua orang heran mengapa dia boleh mendekat ke jenazah Xion sedangkan keluarganya tidak di perbolehkan
"Apa semua sudah siap alza"pria itu mendekati alza dan menatap sendu ke alza
"Sudah om, pemakaman sudah di siapkan kita juga sudah siap mengantar Xion ke peristirahatan terakhirnya om"alza tertunduk,alza di bawa ke pelukan pria itu
"Haii Xion maaf om telat nyelamatkan kamu dari orang orang biadab,Xion yang tenang ya disana kamu tenang aja alza akan om jaga jadi kamu tidak perlu khawatir"pria berkulit sawo matang itu mengelus keranda Xion
"Haii adik Abang maaf banget Abang baru nemuin kamu lagi, sebenernya Abang sering melihat kamu dari kejauhan,sakit banget pasti ya sayang tapi sekarang Xion udah gak merasakan sakitkan yang tenang ya sayang,Abang janji Abang akan melindungi orang orang terdekat kamu" pria yang berkulit putih itu memeluk keranda Xion
"Kenapa kamu ada di sini kio"Adiraja menatap adiknya heran
"Kenapa anda terkejut melihat saya tuan Dewantara"KIORZA ALBIMANA adik dari Adiraja, mereka yang berada di sana terkejut melihat keberadaannya
"Om orza sepertinya tuan Dewantara terkejut,emm tuan Dewantara hati hati nanti kena serangan jantung"pria berkulit putih itu mengangkat kepalanya dan menampilkan senyum yang mengerikan membuat semuanya menatapnya
"Kamu masih hidup nak,kemana saja mommy dan Daddy mencarimu sayang"mommy alitha hendak memeluknya tapi pria itu menghempasnya
"Cihh berhentilah mendrama,saya bukan anak anda saya juga bukan bagian dari keluarga Erlangga saya sudah melepaskan marga saya"pria berkulit putih itu ARAVKA NICKY
"Bisakah anda bersikap sopan terhadap mommy dan Daddy saya"ars emosi karena melihat mommynya di dorong seperti itu
"Uncle Orza, why did you leave me, why didn't you wake him up in the car again, luckily the car wasn't locked"pria dengan bola mata biru laut itu mendekati om orza dan ravka
"Don't use English, use Indonesian"ravka menyentil dahi pria dengan bola mata biru laut dia ARASKA NICKO
"Aww lu gak sopan sama Abangmu ini yang tamvan dan menawan,ehh ada keluarga biadab upss"raska menutup mulutnya
"Sudahlah arav,aras sudah siang segera kita makamin jenazah Xion,alza kau sudah menyiapkannya bukan saya ingin pastikan tidak ada nama Dewantara maupun Erlangga di belakang nama Xion"alza menyerahkan papan bertuliskan nama Xion akilray
"Kenapa dia juga putraku,putra keluarga Dewantara seharusnya terdapat nama Dewantara di belakang namanya"
"Cihh putra yang tidak di anggap maksudmu"celetuk alza yang menatap tajam Adiraja
"Bukan Xion itu putra angkat keluarga Erlangga, berikan papannya biar ku tulis nama Erlangga di belakang namanya"
"BERISIK, XION AKILRAY SUDAH MELEPAS MARGANYA SEBELUM DIA KOMA JADI TIDAK ADA PERDEBATAN ANTARA ERLANGGA DAN DEWANTARA"sentak aras yang menatap tajam ke mereka
"Keluarga mana yang rela memukuli putra bungsunya dan lebih percaya anak dari hubungan gelap seseorang"aras menatap keluarga Erlangga dengan sinis
"Apa maksudmu aras"sentak papi Zean
SORRY GAYS, SEMALAM MAU UP TAPI SAYA KETIDURAN JADI SAYA UP SETELAH PULANG NGAMPUS...
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN....
TERIMA KASIH 😊✌️.....
KAMU SEDANG MEMBACA
XION AKILRAY
Teen Fiction"Gw gak akan biarin lu bahagia dengan keluarga angkat lu"Xian menampilkan smriknya di Depan semua murid "Sampai kapan hah,andai dulu gw gak sebodoh itu yang mau bertukar peran demi lu ikut olimpiade, ngerjain tugas tugas sekolah lu,ngebantu lu yang...
