Semua sibuk menyiapkan anniversary Argan dan Felix yang ke-8. Kali ini dirayakan di rumah Argan, tetapi tentu dengan orang yang terbatas. Dekorasi pun telah disiapkan sejak pagi dan diarahkan oleh Felix. Sedangkan Argan berada di kamar menyiapkan entah apa itu.
Lea baru saja pulang dari tempat les bersama Gebi dan Nata. Dua temannya itu juga pulang ke rumahnya untuk membantu. Sebenarnya Lea tak begitu paham, karena semuanya telah dikerjakan oleh orang-orang suruhan Argan dan Felix.
"Kalian ke kamar Lea aja. Nanti sore baru balik buat ganti baju terus ke sini lagi," ucap Lea membukakan lebar-lebar pintu kamarnya.
Gebi langsung meletakkan tasnya di sofa dan duduk di karpet, disusul dengan Nata. Lea pun bergabung di dalamnya karena ia juga tak tahu ingin melakukan apa. Gadis itu membuka laptop, membuka platform streaming film yang tempo langganannya sudah hampir habis.
"Hah? Kok nonton film?"
"Terus mau ngapain? Pargoy di depan mas-mas dekor di bawah?" sahut Lea sambil membuka film yang ia ingin lihat.
Gebi menggeleng. "Baru nggak mood nonton, Le. Minggu depan hasilnya keluar, kan? Gue takut deh kita nggak bisa sama-sama di kampus yang dari kelas 9 pun udah kita incar."
Lea juga turut cemberut setelah Nata tampaknya setuju dengan Gebi. "Iya juga, sih. Tapi cepet banget kita udah nggak SMA lagi. Mana dua minggu lagi wisuda. Rasanya kemarin kita baru ikutan orientasi sekarang udah mau pergi aja."
"Nggak papa, deh. Jangan sedih kalau kita nggak bisa satu kampus. Ayo, tebak-tebakan aja. Dalam hitungan ke tiga, Gebi nyebutin jurusan Lea, Lea nyebutin jurusan Nata, terus Nata nyebutin jurusan Gebi. Kalau pada benar, Nata sopirin kita pas promnight."
"Kalau salah?"
"Ya berarti kalian aneh. Kita kan belum lama ini ngomongin jurusan. Nata hitung, ya."
"Satu, dua, tiga!"
"HI!" seru Lea dengan mantap.
Gebi juga tak kalah semangat menyerukan, "FSRD! Lea ngebet masuk sana!"
"Sastra Perancis!"
Ketiganya langsung terdiam membuat wajah berbinar Lea surut. "Lea?"
"Eh, maaf. Salah, ya? Apa ya, Nata itu pengen masuk-"
"Hukum, Lea," putus Gebi.
"Hah iya maksud Lea itu! Kenapa yang keluar malah HI, ya ...."
Nata tersenyum samar, senyum yang dipaksakan. "Walau pun jurusan kita beda jauh, masih bisa satu kampus, kan?"
Gebi dan Lea mengangguk sedikit ragu. Lea sendiri menyalahkan dirinya yang terlihat bodoh di depan Nata. Lea tidak menyadari, Nata sudah mengetahuinya sejak awal.
***
"Wow, ini bukan pertama kali Gebi dandan feminim, tapi kenapa malam ini harus cantik banget, sih?!" Lea berdecak iri ketika sahabat perempuannya itu berdiri di depan pintu bersama Adrian.
"Dia dandan buat gue, Lea. Bukan buat pesta, haha," sahut Adrian dan keduanya pun masuk ke dalam ruangan.
Lea sendiri meskipun takjub dengan dress yang membuat Gebi terlihat feminim, ia masih memuji dirinya yang paling terbaik. Dress berjenis tea length berwarna broken white yang melekat di tubuhnya membuatnya elegan dan terkesan sedikit dewasa. Namun, yang pasti seluruh pandangan saat ini tertuju kepada Felix yang sepertinya sengaja memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan tube dress berwarna senada dengan kemeja yang dikenakan Argan. Felix jelas tak pernah berpenampilan seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGALEA [On Going]
Teen FictionArgan tak mengira bahwa Lea, adiknya yang super manja, menye-menye, berisik, dan segala sikapnya yang childish itu ternyata adalah alasannya untuk bisa sembuh dari fobia yang ia hadapi. Argan selalu percaya bahwa kekasihnya, Felix, yang dapat menyem...
![ARGALEA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/265303940-64-k207082.jpg)