Lea menahan diri untuk tidak memekik ketika ia terbangun di depannya sudah terpampang jelas wajah tampan sang kakak dengan rahang tegas dan alis tebalnya itu. Lea menyadari selimut abu yang menutupi tubuhnya ini, ia berada di kamar Argan. Telapak tangannya terasa begitu hangat dan ketika bergerak, ia begitu nyaman mengusap dada bidang Argan dan—Lea segera menarik tangannya.
Ia mengintip di balik selimutnya. Dirinya sudah tidak menggunakan gaun navy sialan semalam, melainkan kaos milik Argan yang kebesaran untuknya. Wajah Lea panik, ia baru saja bangun dan tak mengingat sama sekali apa yang terjadi semalam. Ia hanya ingat bahwa ia minum begitu banyak gara-gara Adrian dan mereka semuanya mabuk kecuali Argan yang menghilang karena mengangkat panggilan dari sang Mama. Dan hanya itu yang dapat Lea ingat.
Tunggu, jika Argan tidak memakai kaos dan ia sudah berganti pakaian—Lea menutup mulutnya dengan kedua tangan. Tak mungkin ia dan Argan melakukan hal itu, kan? Ini sangat terlarang, meski Lea sedikit menginginkannya juga. Tidak-tidak! Lea sedang kacau, tak bisa berpikir jernih.
Pergerakan Lea membuat Argan terbangun. "Udah lama bangunnya?" tanya Argan, sedikit meninggikan bantalnya.
Lea menggeleng dan segera meyibakkan selimut dan turun dari ranjang. Lea merasa aman karena ia dapat berjalan dengan benar.
"Tunggu," sergah Argan. Pria bertelanjang dada itu mengambil air dan aspirin untuk Lea. "Minum."
Lea yang menurut langsung meminum pil itu agar cepat-cepat keluar dari kamar sang Kakak.
"Kamar lo semalam lo kunci, jadi gue bawa ke sini," ucap Argan sambil membukakan pintu kamarnya agar Lea bisa keluar.
Lea keluar tanpa mengatakan sepatah kata apa pun. Yang dapat Argan dengar hanya teriakan dan tubrukan benda-benda di kamar seberang. Argan pun menggeleng.
Ia membersihkan diri dan mengenakan kaos, menuju dapur untuk membuatkan sarapan. Argan memasak dengan penuh tenang, ia sangat mengapresiasi dirinya karena berhasil menahan diri ke sekian kalinya.
Namun, Argan masih belum bisa menerima tentang apa yang terjadi dengan adiknya semalam. Ia sungguh dibuat tak bisa berpikir lagi, melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Lea mabuk dan hampir disentuh oleh orang asing. Argan lantas mengernyit, teringat ketika Lea mengatakan pernah melihat pria itu sebelumnya.
Seharusnya jika Lea mengenalnya, Argan juga tahu pria itu. Tetapi sama sekali tidak, yang dapat Argan lihat adalah wajah asing itu sangat membuatnya marah. Ia masih dapat menahan diri untuk tak menghajarnya semalam.
Lea turun dan menuang air putih ketika ia sedang menumis jamur. Argan menoleh, "Udah mendingan?" tanyanya.
Lea mengangguk setelah menyelesaikan tiga tegukan. Lea kemudian menipiskan bibir dan terduduk di kursi pantry, menyangga kepalanya dengan tangan kanan. "Soal kejadian semalam...."
Argan menoleh lagi, menunggu kalimat Lea. Raut wajah adiknya itu kebingungan, seperti berusaha keras mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Lelaki itu tersenyum miring. "Nggak terjadi apa-apa. Udah gue bilang kalau kamar lo kekunci jadi lo tidur di kamar gue. Dan lo sendiri yang lepas baju, nggak mungkin gue mengganti baju adik gue yang udah dewasa ini," sambung Argan, sedikit menekankan kata dewasa.
Lea mengeluh. "Bukan itu," ucapnya, "Lea mau minta maaf karena Lea mabuk, ya? Lea takut banget. Lea nggak bisa inget apa pun kejadian di Alexus."
Argan mematikan api kompor, menyajikan jamur tumisnya ke piring besar. "Sarapan dulu," katanya sambil meletakkan lauk di piring Lea.
"Habis ini Lea pasti di-bully Nata sama Gebi!" keluh Lea lagi.
"Cuman gue satu-satunya yang waras semalam, Lea," ucap Argan pada akhirnya. "Mereka juga mabuk dan lo tau betapa khawatirnya gue ketika gue kembali setelah ngangkat telepon Mama lo udah nggak ada di sana? Gue nyari lo di toilet dan nggak ada lo di sana," cerita Argan, tak bisa menahan lagi apa yang ia rasakan semalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGALEA [On Going]
Novela JuvenilArgan tak mengira bahwa Lea, adiknya yang super manja, menye-menye, berisik, dan segala sikapnya yang childish itu ternyata adalah alasannya untuk bisa sembuh dari fobia yang ia hadapi. Argan selalu percaya bahwa kekasihnya, Felix, yang dapat menyem...
![ARGALEA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/265303940-64-k207082.jpg)