Lea selesai membalut tangannya dengan plester luka karena tadi sempat tergores pecahan gelas ketika ia membereskannya. Ia mengembuskan napas gusar membayangkan sikap Argan yang mengerikan. Jika hal itu terus-terusan terjadi, Lea tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi jika kedua orang tua mereka mengetahuinya.
Gadis itu pun memilih tetap berada di meja makan sambil kini membuka laptopnya dan iseng mengetikkan sesuatu di kolom pencarian. Membaca beberapa artikel tentang menyukai saudara sendiri, hingga cara mengatasi jika hal itu ketahuan.
Seharusnya Lea melakukannya sejak lama, tak berlebihan menyukai kakaknya. Karena sampai sekarang ia masih, Lea pikir ia sudah terlambat. Argan yang sikapnya berubah sejak Felix meninggalkannya juga membuatnya bingung. Lea pikir Argan tak mungkin hanya iseng menjahilinya.
"Tangan lo kenapa?"
Lea segera menoleh dan menutup laptop, didapatinya Argan mendekat membawa tumbler di tangan kanannya. Lea sempat terpaku pada tumbler itu, ia memberikannya ke Argan tahun lalu sebagai hadiah ulang tahun.
"Tadi kena pecahan gelas, aman kok, nggak sakit. Tadi cuman kegores dikit," jawab Lea. Melihat ekspresi Argan, ia segera mengalihkan topik. "Kak Argan belum jadi tidur?"
"Masih lembur." Argan kemudian mengisi tumbler, kembali ke kamarnya tanpa bicara apa pun dengan adiknya lagi. Bahkan, tak ada ucapan selamat malam seperti biasanya.
Lea menghela napas. Ia kemudian mendapati notifikasi pesan dari handphone-nya.
+62 8912xxx2333
hai, besok saya ajak makan siang ya
+62 8912xxx2333
sebagai permintaan maaf kemarin malam
+62 8912xxx2333
saya rasa saya telah berlebihan
+62 8912xxx2333
mau, ya? besok saya jemput
+62 8912xxx2333
🙏🙏🙏🙏🙏
Lea mengernyit. Terlalu to the point sekali. Dari pesannya Lea sudah tahu itu adalah laki-laki di restoran dan club, Kean. Lea lantas mengetik balasan, tanpa berpikir negatif karena sudah mendapatkan niat baik dari laki-laki itu.
Me
it's oke kak
Me
kak kean, kan ya?
ternyata masih ingat lea
Me
anw dapat nomor lea dari mana?
Kak Kean
saya kan temannya felix
Kak Kean
baik, terima kasih ya.
sampai jumpa besok
Kak Kean
have a good night, leana
Lea menutup ponsel dan beranjak meninggalkan dapur. Dalam hati membayangkan pertemuan mereka nantinya. Lea juga perlahan menyadari bahwa malam itu Kean mungkin juga tidak sadar seperti dirinya.
Dan tentu saja, ia tak akan memberitahu Argan terkait makan siang dengan Kean.
***
Lea sudah siap dan mengendap-endap ketika keluar dari kamarnya. Ia bahkan menenteng flatshoes-nya agar tak berbunyi sehingga membuat Argan tak mengetahuinya. Sejak pagi Argan sudah berfokus di ruang TV dengan laptop dan setumpuk kertas di atas meja.
Ia membuang napas gusar dan akhirnya memilih berjalan seperti biasa, sebab Argan sudah pasti melihatnya, hanya terus berfokus seolah tidak peduli. Lea pun hendak keluar begitu saja dan tepat tangannya sudah sampai di depan pintu.
Argan tiba-tiba memanggilnya, "Mau ke mana?"
Lea tersenyum lebar untuk menahan perkataannya. "Lea mau ke tempat Abel buat jadi model produk baru dia. Sekarang dia bikin lip serum tau, Kak."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGALEA [On Going]
Teen FictionArgan tak mengira bahwa Lea, adiknya yang super manja, menye-menye, berisik, dan segala sikapnya yang childish itu ternyata adalah alasannya untuk bisa sembuh dari fobia yang ia hadapi. Argan selalu percaya bahwa kekasihnya, Felix, yang dapat menyem...
![ARGALEA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/265303940-64-k207082.jpg)