Lea masih meringkuk di atas kasurnya dengan selimut yang sudah di lantai. Dering dan getaran dari alarmnya ia biarkan berbunyi sampai belasan kali, tetapi ia tak kunjung membuka matanya.
Brak!
Argan membuka pintu kamar Lea dengan paksa. Ia yang sudah siap dengan kemeja, terkejut mendapati adiknya masih tertidur pulas.
"Leana! Lo mau wisuda, astaga! Bangun!"
Lea langsung membuka mata. Ia segera berdiri dan berlari ke kamar mandi.
"Kak Argan kenapa nggak bangunin dari tadi, sih?! Lea terlambat banget! Kak Argan siap-siap sendirian, yang mau wisuda siapa sebenarnya? Harusnya Kak Argan bangunin Leana dari pagi-pagi banget! Ini nanti gimana Leana make up-nya kalau telat begini?"
Mata kanan Argan berkedut. "Kok gue yang salah?" tanyanya mendengar keributan Lea di kamar mandi.
"Masih ada satu jam Lea. Nggak usah marah-marah. Lagian, kenapa semalam tidurnya larut banget?" balas Argan dengan sabar.
"Empat puluh menit itu baru buat skincare sama complexion! Kok jadi nyalahin Lea yang nggak tidur? Lea nggak tidur karena excited buat wisuda, nanti Lea juga pidato sebagai peraih nilai sempurna. Gimana, sih, Kak Argan? Nyalahin Lea terus!" balas Lea tak mau kalah.
"Iya, gue yang salah, Lea. Maaf, ya! Ini ada yang mau dibantu, nggak?"
"Ambilin heels, tas, sama kebaya yang udah Lea siapin di lemari! Jangan sampai kebayanya kusut!"
Argan segera membuka lemari dan mempersiapkannya. "Kado buat Nata sama Gebi juga?" tanyanya.
"Iya! Kak Argan bisa hair do, nggak?"
Argan segera membuka handphone dan mencari tutorial hair do wisuda. "Bisa!" sahutnya nekat, karena jika Argan menjawab tak bisa, ia sudah yakin Lea akan marah.
Tak berselang lama, Lea keluar dari kamar mandi dan segera melakukan skincare rutinnya. "Masih berapa menit, Kak?"
Argan melirik arlojinya. "Lo mandi cepet amat. Masih lima puluh menitan," jawab Argan. Ia pun mendekati Lea dan melepas handuk yang melilit rambut kepala Lea.
"Kak Argan mau ngapain?" tanya Lea yang sedang mengaplikasikan toner di wajahnya.
"Tadi katanya mau dibantu hair do?" sahut Argan hati-hati.
"Oh, iya. Pokoknya Lea pasrahkan ke Kak Argan. Awas kalau jelek, Lea nanti harus pidato."
"Okay. Gue sebenarnya udah bangunin lo jam setengah empat tadi, tapi lo nggak bangun-bangun. Gue datang lagi jam lima, tapi lo juga nggak kunjung bangun. Pas gue udah selesai siap-siap, lo malah nyalahin gue. Ini hari penting lo, Lea. Jangan diulangin lagi."
"Iya, maaf."
Argan terdiam, tangannya sibuk mengusap rambut Leana setelah selesai ia keringkan. "Nanti finishing make up di mobil aja, takut lo terlambat banget."
"Iya-iya. Ribet banget sih wisuda, Ya Tuhan. Untung Lea semalam udah maskeran sama scrub badan."
"Nggak ribet wisudanya. Persiapannya yang lo bikin ribet," celetuk Argan.
"Cowok mah gampang, nggak usah make up. Tinggal pakai jas aja udah. Kak Argan awas kalau rambut Lea nggak bagus!"
Argan menipiskan bibirnya, dengan hati-hati mulai menata rambut adiknya sedemikian rupa, dengan modal mengingat video tutorial beberapa menit lalu. Sementara Lea masih berkutik dengan wajahnya yang saat ini masih belum selesai juga dirias. Lea masih sibuk menyemprotkan setting spray pada complexion-nya agar make up-nya tahan lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGALEA [On Going]
Fiksi RemajaArgan tak mengira bahwa Lea, adiknya yang super manja, menye-menye, berisik, dan segala sikapnya yang childish itu ternyata adalah alasannya untuk bisa sembuh dari fobia yang ia hadapi. Argan selalu percaya bahwa kekasihnya, Felix, yang dapat menyem...
![ARGALEA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/265303940-64-k207082.jpg)