3

1.2K 136 17
                                    

"jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?". Tanya Sunghoon

"Tidak ada". Jawab Jay sekenanya

"Mungkin kau lupa jika aku bisa membaca Pikiran manusia, jadi kau ingin langsung pulang atau tetap di sini dulu?". Tanya Sunghoon

"Pulang? Kemana? Ke kerajaan Regulus? Ayahanda bahkan tidak peduli jika kita pulang dalam keadaan tidak bernyawa sekalipun". Ucap Jay

"Bagaimana kalau ke kerajaan Aldebaran?". Tanya Sunghoon

"Dan mengenang kembali kebersamaan kita dengan Ibunda?". Tanya balik Jay

"Ooh ayolah kau ini sebenarnya kenapa sih?". Pusing Sunghoon sambil mengacak-acak rambutnya pusing

Jay menatap ke arah gunung yang ada di depannya

"Aku....lapar..". Ucap Jay

Hening

1

2

5

PLAK

Sunghoon memukul kepala Jay karena kesal

"Makan sana!, Dan cepat bereskan barang bawaanmu!, kita pergi ke kerajaan Regulus dulu baru ke kerajaan Aldebaran!". Kesal Sunghoon

Sunghoon lalu meninggalkan Jay yang masih memegang kepalanya karena sakit

"Apa salahku?, Kan dia yang bertanya aku ini kenapa, mana sakit lagi". Gumam Jay pelan

****

Di ruang makan kerajaan Aldebaran

"Apa yang kau lihat semalam Jungwon?". Tanya Jake

Mereka telah selesai makan jadi mereka bebas untuk berbicara

Sejak tadi Jake perhatikan jika Jungwon seperti orang yang tidak berselera makan sekarang

Padahal di hadapannya terdapat banyak makanan kesukaan Jungwon, Suno serta Jake

Biasanya Jungwon akan berebut makanan dengan Suno

Pasti ada yang salah - batin Jake

Suno dengan cepat melirik ke arah Jake dengan menggunakan ekor matanya

"Ayahanda dan kak Heeseung bertengkar, kak Heeseung akan sampai ke sini sekitar beberapa jam lagi, dan ayahanda...". Jungwon mengantung ucapannya

Sudah kuduga ada yang salah - batin Jake

Suno langsung melihat ke arah Jake

Karena dia memiliki kekuatan untuk mendengar suara hati manusia

Dan jika Jake mengatakan hal itu, maka ada hal itu sangat serius

"Ayahanda, ketika dia selesai berbicara dengan kak Heeseung, dia pingsan tidak sadarkan diri". Lirih Jungwon

Jake memijat pangkal hidungnya pusing

"Ooh ayolah kemana kak Heeseung yang dulu?". Bingung Jake

"Kau tahu satu hal?". Jungwon membuka suara

Jake dan Suno menatap ke arah Jungwon

"Di antara saudara-saudara kita yang lain, hanya kak Heeseung dan Ni-ki saja yang tidak pernah menunjukan ketidak sukaannya kepada selir Irene". Ucap Jungwon

Semua diam memikirkan ucapan Jungwon

"Tunggu, aku ralat ucapanku, untuk kak Heeseung dia bisa saja bersikap biasa di depan kita tetapi di hatinya dia juga memiliki dendam sama seperti kita, tetapi untuk Ni-ki...". Jungwon menghentikan ucapannya

Anwealda [END] ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang