Don't forget to supportSorry for typo hehe
Ruang makan terasa sepi kini, memang selalu bertiga di meja makan itu tapi tetap saja hari-hari biasanya akan ramai dengan ocehan Yujin yang mengeluh dengan tugas akhir SMA nya, tapi kali ini tidak, mereka makan dengan damai
"boys? Kalian gapapa? Kalo ada masalah cerita sama ayah" ucapan ayahnya membuat Hanbin dan Yujin yang dari tadi hanya diam saja mendongak
"hehe, gapapa kok ayah Yujin hanya mengantuk" jawab Yujin
"siapa suruh tidur jam 2 pagi" saut Hanbin
"loh? Adek ngapain tidur jam segitu?" ayahnya mulai sedikit serius sekarang
Satu pukulan ringan mengenai lengan Hanbin
"ih abang apaansih, nggak ayah adek udah tidur kok terus kebangun ga bisa tidur lagi"
"kamu masih harus sekolah loh dek, jangan suka tidur kemaleman nanti kalo di sekolah ngantuk gimana? Kan adek sendiri yang repot, terus Abang kok bisa tahu adek tidur jam segitu?"
"jam 12 lebih yah Yujin ke kamarku, katanya ga bisa tidur pas itu aku juga masih ngerjain data dari Jeju" jawab Hanbin
"masih belum selesai?" tanya sang ayah
"udah kok yah, tinggal ngecek-ngecek aja takutnya ada yang salah"
"maafin ayah ya bang, pasti Abang ga tidur semalam, Abang kalo ada apa-apa bisa bilang ke ayah oke, jangan sungkan-sungkan"
Hanbin tersenyum dan mengangguk, dulu dia benar-benar tidak menyukai melakukan kegiatan ini, tapi sekarang dia melakukannya dengan senang hati
"oh iya bang, Keyu masih nawarin ayah buat jodohin anaknya sama kamu, ayah agak gaenak sama dia tapi ayah bakal berusaha nolak terus kok buat kamu, nanti kalo ketemu sama Keyu kamu tolak aja gapapa, Abang punya hak untuk itu" ucap ayahnya
Gila sudah hampir 3 tahun tapi si gila Keyu itu masih membahas tentang perjodohan??
Namun ucapan ayahnya membuat Hanbin tersenyum manis kini, melihat keluarga kecil sang sangat ia harapkan "baik ayah" jawabnya
. . .
"terimakasih paman" ucap Hanbin lalu menjabat tangan yang lebih tua dan sedikit keriput itu
"tentu, pekerjaanmu jauh lebih baik sekarang" Keyu menepuk pundak Hanbin
Hanbin hanya tersenyum kikuk ia ingin kabur sekarang juga rasanya malas menanggapi
"bagaimana dengan tawaran paman tadi? Beneran gamau nih? Anak paman cakep loh" nah kan dari tadi Hanbin menghindar dari ini
"nanti di pikir dulu paman" senyum palsu itu lagi
Handphone Keyu berdering, berbincang sebentar dan
"sini nak" panggil Keyu
Hanbin menoleh ke arah belakang, disana sosok yang sangat tidak asing di matanya
"Lee Jeonghyeon?" panggil Hanbin, benar laki-laki itu Lee Jeonghyeon yang sama dengan adek kelasnya dulu
"loh udah kenal? Ini anak paman" pernyataan Keyu membuat Hanbin kaget jadi ini yang akan di jodohkan dengannya? Amit-amit ya tuhan
Perbincangan kecil terjalin, Jeonghyeon juga menolak perjodohan itu lagi pula dia masih memiliki Matthew dalam hidupnya, setelah membicarakan hal ini bersama Zhou Keyu akhirnya mengerti dan menyerah untuk menjodohkan anaknya dengan anak rekannya itu, padahal sejujurnya Keyu benar-benar menginginkan hubungan perjodohan ini
Ps. Lee Jeonghyeon ikut marga Korea kakeknya, Zhou Keyu mengikuti marga ibunya tidak ayahnya
Melelahkan
Hanbin memilih untuk menikmati kopi di salah satu cafe sepi dekat sana, tetap saja Hanbin masih menyukai tempat sepi, rasa urusan belakangan yang penting tempatnya sepi dan nyaman
Ia duduk di samping jendela, melihat ke arah cafe depan sana, cafe itu lebih rame dari desain saja sudah beda dengan cafe yang ia kunjungi ini, tak heran cafe ini jauh lebih sepi dan cafe itu lebih rame, Hanbin bingung bagaimana bisa orang-orang menyukai ketenaran itu
Hanbin melamun sambil memandangi cafe yang ramai itu, ah ia baru sadar di depan cafe itu terdapat poster pertunjukan musik pantas saja ramainya 2x lipat dari biasanya, tapi Hanbin tak peduli ia hanya ingin kedamaian
Hahaha bohong suara drum itu terdengar sampai telinganya, tapi tak apa Hanbin menyukai musik, kapan lagi bisa mendengarkan musik live sambil bersantai hahaha
Suara sorakan itu tak buruk juga rupanyaHanbin masih menyesap kopinya pelan, beberapa lagu sudah dimainkan, tak ada niatan Hanbin untuk kembali ia terlalu malas untuk beranjak
Tiba-tiba sorakan keramaian itu berhenti, oh sudah berakhir mungkin pikir Hanbin
Suara geseran biola terdengar, semua diam sunyi membuat alunan alat musik melodis itu terdengar keras
Hanbin terpaku, tubuhnya menegang
Play:
Tatoo from Loreen
https://open.spotify.com/track/1DmW5Ep6ywYwxc2HMT5BG6?si=3qNYRBOuSTqybqS2pT-hcw&utm_source=copy-link
Done?
Hanbin menatap lurus ke depan, air matanya tiba-tiba turun begitu saja Hanbin tidak tahu, tolong apa yang sedang terjadi Hanbin bingung
Bintang bersinar terang di atas sana, melebihi sinar sang bulan
Hatinya menjadi arogan, berdetak tak karuan
Hanbin menatap ke samping
Disana
Dia berlari entah apa yang terjadi biarkan dia berlari menghiraukan air matanya yang masih terjatuh, memisah kerumunan itu sekarang juga, mendorong keras memberontak memeluk sang violinis di depan sana
Hanbin memeluk erat tubuh itu, erat sangat rasanya Hanbin tidak akan melepaskannya sampai kapanpun
Sesuatu di dadanya terasa sakit dan panas, serasa sesuatu terukir disana
Hanbin menemukan dirinya yang seharusnya melekat erat padanya
Seperti tatoo
"separuh diriku"
TBC
Membingungkan bukan? Maafkan aku
KAMU SEDANG MEMBACA
Letak Sraddha || Binhao E.
FanfictionKetika kita perlu menemukan keberanian untuk percaya bahwa segala sesuatu yang kita ambil adalah sesuai dengan arah tujuan hidup kita masing-masing "jangan bodoh hanya karena ku Hanbin" "aku tidak bodoh karenamu, tapi aku gila karenamu" "kita beda H...