ch 6. The Nightmare (TW, 21+)

3K 195 5
                                        

Trigger warning- physical abuse- sexual abuse- child abuse - violence- trauma

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Trigger warning
- physical abuse
- sexual abuse
- child abuse
- violence
- trauma

Mohon kebijakannya untuk membaca chapter ini.

***********

Biasanya Pete jarang bermimpi, mungkin ketika di rumah pemilik dan master sebelumnya dia sangat stress dan kelelahan. Energi fisik dan pikirannya dikuras habis-habisan disiang hari, saat malam Pete tidak ada energi lagi bahkan untuk bermimpi. Tapi tidur siang kali ini dia bermimpi. Terkunci dalam fikirannya sendiri, terjebak di dalam mimpinya, matanya menolak untuk terbuka.

(Tulisan dengan huruf miring adalah mimpi Pete)

"Yang ini terlihat menarik" kata suara dingin itu, sambil mengangkat jarum suntik ke udara.

Pete tau apa itu, suntikan itu selalu menyebabkan rasa sakit luar biasa. Tubuh Pete meronta-ronta, ingin menghindari jarum itu. Tapi banyak tangan yang memeganginya sampai jarum itu ditusuk di lengannya. Kenapa orang-orang ini melakukan ini pada Pete? Pete sendiri juga tidak tau. Hanya ada rasa sakit yang dia rasakan. 

Tubuh kecil Pete dilempar kedalam kandangnya setelah proses menyakitkan yang dia lalui. Kandang yang sangat kecil, dia bahkan tidak bisa berbaring dengan benar, kandang besi karatan yang tajam menusuk kulitnya. Anak malang itu menggigit bibirnya, tetap diam. Jika dia mengeluarkan suara, dan berontak akan ada seorang pria dengan tongkat api yang datang dan menyetrum kandang dengan listrik. Semua kandang besi  terhubung satu sama lain, jika satu dihukum dengan listrik yang lain ikut merasakan juga.

Ada anak lain yang bernasip sama dengannya. Disamping kandang Pete. Jari-jari mungil Pete berusaha menjangkau di sela-sela jeruji. Anak dikandang disampingnya membalas sentuhan Pete dengan lembut dan penuh kasih. Banyak yang bernasip sama dengan Pete, tapi tidak semuanya baik, tapi anak laki-laki dengan kulit gelap dan tubuh lebih tinggi dari Pete selalu baik padanya. Nama anak itu adalah Porsche. Nametag Pete sendiri bertuliskan pong dari nama aslinya pongsangkorn.

"Apakah kau terluka?" bisik anak laki-laki itu.
Pete menggelengkan kepalanya.

"Bagaimana denganmu?"

"Mereka tidak membawaku hari ini," bocah itu tersenyum. Artinya mereka akan membawa Porsche besok.

Kandang pete diangkat ke udara dan diangkut. Dia mencoba bertahan dan tidak terlalu banyak bergoyang. Kemana mereka membawanya? Dia tidak ingin pergi.

"Po?" Pete memanggil Porsche, panik.

"Pong?" Porsche memanggil kembali, khawatir.

"Po! Po!" Pete berteriak memanggil temannya itu, meskipun tidak ada yang bisa dilakukan temannya. Dia menggoyang kandangnya dengan keras, alhasil tubuhnya ditusuk oleh tongkat api, aliran listrik melukai tubuh mungilnya.

My lovely PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang