Vegas butuh peliharaan untuk menemani hidupnya yang membosankan, dan sepupu gilanya Kinn bertekad membantu mendapatkan peliharaan untuk Vegas. tapi apa yang terjadi jika yang didapat bukanlah peliharaan yang normal?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vegas memperhatikan kucing kecilnya, dia tidur meringkuk di sofa ruang tengah. Sejak malam itu, malam dimana Vegas pulang dalam keadaan mabuk, Pete selalu menempel padanya.
Vegas selalu mencoba membuat Pete tidur di kamarnya sendiri, tapi Pete tidak mau. Awalnya dia akan tidur di bean bag nya sendiri, tapi tengah malam dia akan menyelinap masuk ke kamar Vegas dan meringkuk dipelukan masternya. Vegas sering memarahi Pete, tidak benar-benar memarahi hanya berpura-pura marah. Tapi pada akhirnya dia menyerah dan menarik kucing putih itu dalam pelukannya.
"Pete, kau ingat? Aku pernah bilang Kinn akan kesini hari ini."
Pete mengedip-ngedipkan mata polosnya, dia ingat. Vegas sudah cerita padanya, Kinn membeli hewan peliharaan juga, makhluk seperti dirinya. Pete penasaran, apakah peliharaan ini seseorang yang dia kenal? Dan apa Kinn merawatnya dengan baik? Atau malah seperti iblis yang menariknya kesana kemari seperti saat Kinn mengajaknya berbelanja dulu. Pete berharap Kinn memperlakukan peliharaannya dengan baik.
"Dia akan membawa peliharaannya kesini, aku harap kalian akur. Ah aku khawatir"
Pete bergerak, berbaring di sepanjang sandaran sofa, wajahnya disandarkan di bahu vegas. Ekornya bergoyang melambai diudara. Pete mengusap pipinya ke pipi Vegas. Lalu Vegas mengulurkan tangannya menggaruk titik ajaib di belakang telinga kucing itu. Pete mendengkur nyaman, menyukai bagaimana sang master memperlakukannya dengan lembut.
Mereka duduk santai, dengan sebuah buku di tangan Vegas dan Pete melihat dari balik bahunya.
Hingga bel pintu depan berbunyi.
Pete langsung melompat dan bersembunyi di balik sofa. Vegas tersenyum.
"It's okay Pete, sepertinya itu Kinn".
Vegas melempar bukunya ke sofa dan berjalan malas ke pintu.
"Hai cousin" Kinn mengangkat tangannya. Sepasang mata hijau mengintip dari balik bahu Kinn dengan penasaran. Rambutnya hitam, dan telinga hitamnya bergerak-gerak waspada.
"Siapa ini?" Tanya vegas.
"Porsche" kata Kinn tegas. "Porsche beri salam dengan benar pada Vegas". Perintah Kinn.
Si kucing hitam berlahan mulai mengangkat tangannya menyatukan keduanya di depan dada melakukan wai.
"Halo, aku Porsche. Mohon bersikap lembut padaku"
"Holy shit! Kau bisa bicara" mata Vegas terbelalak kaget.
Porsche dan Kinn tertawa bersama lalu berjalan masuk berdampingan.
"Tentu saja aku bisa bicara"
"Sudah kubilang Porsche, Pete tidak bisa bicara sepertimu". Kata Kinn membuka sepatunya. Porsche melihat sekeliling dengan rasa ingin tahu, sambil terus menempel pada masternya.