Vegas butuh peliharaan untuk menemani hidupnya yang membosankan, dan sepupu gilanya Kinn bertekad membantu mendapatkan peliharaan untuk Vegas. tapi apa yang terjadi jika yang didapat bukanlah peliharaan yang normal?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Enam hari, itu adalah waktu yang dibutuhkan oleh Vegas hingga akhirnya diizinkan untuk menatap sepasang mata biru dan gold itu. Enam hari yang panjang sebelum akhirnya Pete keluar dari bawah ranjang dan berdiri di depan Vegas.
Vegas membawa kembali selimut lembut dari kamar Pete, meletakkannya di lantai di samping ranjang, dan Vegas melihat sendiri selimut itu menghilang ditarik ke bawah tempat tidur. Vegas juga meletakan piring berisi makanan, dan dia lega ketika piring itu didorong kembali keluar dalam keadaan kosong. Vegas juga menyadari Pete menggunakan kamar mandi ketika dia berangkat kerja. Dan Pete akan kembali bersembunyi ketika sang master kembali dari kantor.
Vegas tidur diatas ranjang itu. Pada malam hari, terkadang Vegas mendengar isakan dan Geraman dari bawah ranjang.
Vegas juga memutuskan memindahkan pekerjaan ke kamarnya, duduk diatas ranjang dengan buku dan dokumen yang berserakan diatas kasur. Vegas berbicara sendiri, mencatat secara lisan tentang kasus yang dia tangani, membaca dokumen dengan suara lantang. Dia sengaja mengeraskan suaranya agar Pete bisa mendengar. Pete menjadi sangat pendiam saat vegas bekerja, tapi dia tau kucing kecil itu sedang mendengarkan suaranya.
Bukan tidak ada usaha untuk membujuk Pete keluar dari bawah ranjang. Tapi setiap Vegas melakukannya, disambut dengan Geraman dan suara desis. Tubuh Pete semakin mundur menjauh ke sisi ranjang. Jadi Vegas menyerah pada hari ke tiga. Dia benar-benar tidak melakukan apapun selain menunggu.
Penantian Vegas akhirnya terbayar. Vegas sedang duduk bersantai di sofa ruang tengah. Matanya terpejam saat televisi sedang memutar pertandingan sepak bola. Tiba-tiba ada suara langkah pelan, memperingatkan Vegas jika dia tidak sendiri di ruangan itu. Vegas mengintip dengan sebelah matanya, dia melihat pete mendekat, selangkah demi selangkah sangat pelan. Hingga dia duduk di ujung sofa, memperhatikan Vegas dengan seksama.
Masternya sudah bangun, Pete tau itu. Meskipun pria berambut gondrong itu memejamkan matanya tapi senyum tipis terpatri di bibirnya. Sang master sudah menunggunya selama hampir seminggu, tidak melakukan apa-apa selain memberinya makan dan ruang untuk menyendiri. Pete akan menggunakan kamar mandi ketika masternya berangkat kerja atau sedang tidur dimalam hari. Pete akan tidur di siang hari, tapi setiap kali Pete mencoba tidur. Mimpi itu selalu ada, sangat mengerikan. Hingga dititik Pete tidak berani memejamkan matanya, dia takut orang yang tidak berwajah itu akan muncul kembali, menyentuhnya, memukulinya.
"Pete?" Masternya menatap ke arahnya. Pete terkejut dan dia melarikan diri lagi. Bersembunyi di bawah ranjang.
Pete berpikir kenapa dia seperti ini? Masternya yang sekarang sangat baik padanya. Tidak menyentuhnya atau menyakitinya. Sang master membantunya membersihkan diri dan membersihkan kekacauan yang dia buat. Memberinya makan dengan baik, bahkan mengobati lukanya. Jadi kenapa Pete masih takut? Apa mungkin karena tubuh masternya yang besar dan tegap berotot?
Ranjang diatasnya berderit, tandanya sang master masuk kamar dan naik ke ranjang. Pete mendengarkan dengan seksama suara diatasnya.
"Pete, aku minta maaf jika aku membuatmu takut. Aku hanya terkejut melihatmu histeris. Aku tidak tau sudah berapa kali aku mengatakan ini. Pete aku benar-benar tidak akan pernah menyakitimu. Aku bahkan tidak akan menyentuhmu jika kau mau"