Vegas butuh peliharaan untuk menemani hidupnya yang membosankan, dan sepupu gilanya Kinn bertekad membantu mendapatkan peliharaan untuk Vegas. tapi apa yang terjadi jika yang didapat bukanlah peliharaan yang normal?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Porsche" panggil kinn lelah. "Katakan padaku apa masalahnya? Aku tidak bisa membantumu jika tidak tahu apa yang salah"
Kinn berhasil membawa Porsche pulang. Tapi begitu masuk ke rumah, Kinn mendapat telepon dari asistennya bertanya tentang dokumen kasus baru, dan Porsche kembali menangis. Wanita itu yang sering ikut Kinn pulang ke rumah. kucing hitam itu kembali merajuk dan mengurung diri di kamar tamu, bersembunyi di bawah selimut.
"Pergi" kata Porsche diantara isakan.
"Bagaimana bisa aku pergi begitu saja, ketika bayiku sedang kesal? Eum?" Dengan sabar Kinn membujuk Porsche. Sekarang dia mengerti perasaan vegas ketika Pete bersembunyi dibawah ranjang.
Porsche tidak menjawab, dia tetap meringkuk dibawah selimut, sesekali terisak. Kinn naik keatas ranjang dan menarik Porsche dalam dekapannya. Untungnya kucing itu tidak berontak. Ternyata Porsche sudah tertidur, karena kelelahan menangis.
Sudah tengah malam, Porsche terbangun dia merasakan lengan besar di pinggang rampingnya memeluk tubuhnya dari belakang. Dengan hati-hati Porsche berbalik menghadap masternya yang sedang tidur. Alis tebal sang master mengerenyit khawatir, bibir sedikit terbuka bernafas pelan, kulit wajah yang putih mulus dengan sedikit rambut halus yang belum dicukur. Porsche menelusuri fitur wajah Kinn dengan ujung jarinya hampir tidak disentuh.
"Aku tidak bisa mengatakan padamu masalahku Kinn. Bukan tempatku untuk merasakan ini. Aku hanya hewan peliharaan. Tempatku ada di kakimu bukan di sisimu. Kau adalah masterku dan seharunya aku mencintaimu sebagai master. Tapi aku mencintaimu lebih dari itu. aku mencintaimu sebagai seorang pria, seperti manusia mencintai manusia lainnya. Aku bukan manusia. Aku tidak boleh mencintaimu seperti ini. Aku tidak bisa mewujudkan hal yang kau inginkan. Aku tidak bisa memberimu anak. Dan kau mungkin akhirnya akan bosan padaku" Porsche menghela nafas.
"Maafkan aku, karena berharap terlalu tinggi. Ini bukan tempatku, aku tau. Aku akan kembali seperti biasa besok pagi jadi jangan khawatir lagi.... Kinn aku mencintaimu" air mata segar mengalir ke pipi Porsche hingga jatuh ke selimut.
Porsche menunduk memberikan ciuman di bibir Kinn dengan lembut. Dengan hati-hati dia melepaskan diri dari pelukan Kinn keluar dari selimut, menyelinap keluar kamar.
"Kenapa rasanya begitu menyakitkan setelah aku mengungkapkan semuanya?" Porsche berbisik ke udara malam. Meringkuk di atas sofa di ruang tamu, dia meletakan lengannya di bawah kepala dan tertidur dengan berat hati.
Kinn membuka matanya dan menatap ruang kosong disampingnya tempat seharusnya Porsche berada. Porsche mencintainya, mencintainya lebih dari yang pantas dia terima. Bagaimana makhluk berharga dan hati yang murni seperti Porsche mencintainya? Dia adalah manusia rendahan, suka mabuk-mabukan, sering berpesta, berganti teman tidur. Dan Porsche? Dia sempurna.
Kinn berguling telentang menatap langit-langit kamar. Memikirkan semua kalimat yang terucap dari bibir kucing hitamnya.