09 | Rahasia Si Misterius

707 73 1
                                        

Hari sudah gelap, namun hal itu tak menghentikan Anna untuk meninggalkan rumahnya. Bangunan dua tingkat itu dipenuhi orang-orang yang berjaga, sehingga keluarnya Anna dari kamar tentu langsung menyita perhatian.

“Ada yang bisa saya bantu, Non?” tanya salah seorang ART.

“Nggak, Mbak. Saya mau keluar sebentar.”

“Eh, tapi Bapak sama Ibu berpesan kalau Non Anna nggak boleh keluar rumah kalau sudah malam.”

“Nggak apa-apa, Mbak. Saya keluar sama teman saya. Tenang aja, saya aman sama dia. Ayah juga tahu dia siapa. Tadi saya sudah minta izin,” jelas Anna. Itu memang benar—ibunya memberi izin dengan syarat ia pulang sebelum pukul sepuluh malam.

“Duh, Non… saya takut nanti Non kenapa-napa.”

“Jangan khawatir. Nanti Mbak lihat sendiri siapa yang nganter saya. Mbak pasti yakin saya aman sama dia,” Anna meyakinkan.

“Kalau begitu saya nggak bisa nahan Non, tapi hati-hati ya.”

“Aman, Mbak.” Anna mengacungkan ibu jarinya, lalu melanjutkan langkah yang sempat tertunda dan berjalan menuju pintu utama.

Di depan pagar, satpam terlihat sedang memeriksa Stevan yang baru datang. Pria tinggi itu sama sekali tidak keberatan, membiarkan mobilnya dicek hingga akhirnya diizinkan masuk. Setelah itu barulah ia menghampiri Anna.

“Kita berangkat bentar lagi. Gue lihat ada yang mencurigakan di depan. Tunggu Jerem dulu.”

Tak ada sapaan yang keluar dari mulut Stevan, dan kalimat barusannya justru membuat Anna kebingungan.

“Kok Jerem?” Anna mengerutkan kening.

“Udah, lo ikut aja.”

“Itu bukan jawaban. Susah banget ya jelasin kenapa.”

“Kalau Jerem yang ngawal, gue yakin kita aman.”

“Harusnya mereka juga cukup takut nyerang, nginget gue pergi sama lo.”

“Kita bakal lebih aman sama dia. Lo percaya aja sama gue.”

Kali ini Anna memilih mengangguk. Toh, dia sedang meminta bantuan—terlalu banyak protes hanya akan memperumit keadaan.

Beberapa menit kemudian, suara motor terdengar di depan pagar. Stevan yang hafal betul suara itu langsung menghampiri Jeremy, sementara Anna diminta tetap berada di dalam mobil. Dari sana, Anna melihat Jeremy membuka helmnya. Wajah pria itu tertutup kain. Anna tak tahu apa yang mereka bicarakan, namun ia sempat melihat satpam rumahnya mengangguk seolah mengerti penjelasan keduanya.

 Anna tak tahu apa yang mereka bicarakan, namun ia sempat melihat satpam rumahnya mengangguk seolah mengerti penjelasan keduanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak lama, Jeremy kembali mengenakan helmnya, sementara Stevan masuk ke dalam mobil. Anna ingin bertanya banyak hal, tetapi entah kenapa keberaniannya mendadak menguap. Ia menoleh ke belakang—Jeremy berada tepat di belakang mobil Stevan.

ENDING SCENECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang