Pada suatu pagi yang cerah dipondok al-azhiim, semua santri sedang menunaikan sholat dhuha dimasjid pondok al-azhiim dilain hal dengan salah satu anak kyai yang bernama maryam, yang sedang sibuk dengan tugas skripsinya sambil mengoceh sendiri.
"kamu kenapa sih dek?" ucap salah satu kakak maryam yang menhampirinya dengan secangkir teh hangat.
"dari tadi setelah sholat subuh kamu sudah sibuk sendiri, sampai sampai tidak sarapan"
ucapnya
"hehe iya nih aku pusing mikirin skripsiku" maryam terkekeh
"yaudah ini diminum dulu teh nya supaya perutnya tidak sakit" ucap yusuf sambil berjalan menjauh dari maryam
"syukron kakak tercintaa ku muah muah"
ucap maryam sambil berteriak.
1 jam kemudian ..
"aduh nih kapan selesainya si bab 1, perasaan gaada abis abis nya tugas gue" kata maryam sambil menyeruput teh nya itu
"apa gue minta bantu temen gue aja ya? kan dia lulusan s3 al-azhar yakali gabisa bantu gini doang, hehehe" ucapnya sambil terkekeh
lalu maryam berdiri dari sofa kamarnya itu untuk mengambil handphonenya yang berada dilemari sebelah ranjang tidurnya.
"halooo, nas bantu gue dong please"
"Assalamualaikum dulu al" ucap seorang gadis yang tadi ditelfon maryam
"hehehe lupaa, Assalamualaikum bisa ke rumah gue ngga hari ini? bantu kerjain skripsi gue dong biar taun ini lulus. ntar gue serlok ya alamatnya"
"tapi gue haruss.." ucapan gadis itu terpotong oleh ucapan maryam
"pleasee lovyu bye bye muah" ucap maryam sambil menutup telfonnya
Di lain hal dengan gadis yang ditelfon maryam tadi itu, setelah maryam mematikan telfonnya dia menjawab Waalaikumussalam sambil tersenyum rapuh karena melihat temannya yang satu itu agak membuatnya stres.
tidak selang beberapa jam, tiba tiba temen maryam sudah sampai didepan pondok al-azhiim.
"what?! wait wait, jadi alara itu seorang ning? Astagfirullah jauh sekali dari sepenglihatanku."
temannya itu langsung membuka handphonenya lalu memberi pesan pada maryam.
"gue udah didepan, jemput"
"y"
setelah melihat pesannya maryam, dia langsung beristigfar.
setelah mereka bertemu mereka berpelukan karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu, terakhir itu di Universitas UI karena keduanya mengenal satu sama lain dari universitas itu.
"Assalamualaikum" ucap keduanya sesaat sudah memasuki ndalem
baru saja membuka pintu, mereka berdua langsung disambut dengan kehadiran umminya yang sedang duduk diruang tamu.
"Waalaikumussalam"
"ummi kenalin ini temenku, namanya hanasya khadijah dia temenku pas aku kuliah di UI"
"ohh iya kenalkan saya umminya maryam"
"oh iya tante, saya hanasya khadijah bisa panggil nasya atau khadijah tapi terserah mau panggil apa ajaa hehe" ucap gadis itu sambil tertawa tipis
"panggilnya jangan tante ya, ummi aja soalnya semuanya juga manggilnya ummi" ucap ummi aisyah sambil tersenyum lebar
"ohh iya ummi"
"yaudah kalo gitu kita ke kamar dulu ya" ucap maryam sambil menarik tangan hana
pergerakan langkah kaki hana berhenti saat dia melihat foto yang ada diluar kamar maryam.
"ini siapaa al?" ucap hana
"oh itu kakak gue, namanya adnan. emangnya kenapa? lo demen? jangan deh mendingan, susah buat dapetinnya. Ning Ning dipondok lain aja pada gugur buat dapetin tuh orang" ucap maryam sambil menunjuk foto adnan
"ohh gitu" kata hana sambil terkekeh
setelah mereka berdua masuk kamar maryam, mereka lanjut mengerjakan skripsi maryam sambil tertawa tawa dan mendengarkan musik. bahkan mereka sambil memakan cemilan yang dibeli oleh hana sebelum ke rumah maryam. tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar maryam
"de, boleh tolong bantu kakak sebentar?" ucap seorang lelaki yang tepatnya kakak maryam
"masuk aja kaa, ga dikunci kok!!" kata maryam sambil berteriak
setelah kakaknya itu membuka pintu, ia terkejut karena terdapati seorang perempuan yang memakai abaya abu muda dengan khimarnya yang berwarna pink. kakak maryam bergegas menutup pintu itu dengan tegas dan berkata
"ntar aja kakak panggil lagi" dengan nada yang agak tinggi
Nasya yang barusan melihat kakaknya maryam itu masih speechles karena kaget.
"itu yang namanya kak Adnan ya?" sambil menoleh ke maryam yang masih fokus dengan cemilannya
"iya, sorry ya rada rada emang. dia ga biasa ngeliat cewe selain gue sama ummi gue" ucap maryam yang masih fokus pada makanannya.
jam menunjukkan pukul 11.55, tepatnya sudah berkumandang adzan dzuhur. Dua wanita itu langsung bergegas ke kamar mandi untuk berwudhu, dan melaksanakan sholat dzuhur dikamar maryam.
belum selang beberapa menit setelah sholat, maryam sudah dipanggil oleh umminya.
"Maryam, ayo bantu ummi nak" sambil berteriak
"aduh males banget, pasti suruh bantu masak" ucapnya sambil melempar hp yang ada ditangannya ke kasur
"gue boleh ikut ngga al?" kata nasya sambil tersenyum
"boleh lah, ayo" sambil tersenyum jahat melirih nasya
sesampainya didapur, maryam bergegas membantu umminya itu untuk mengangkat panci berisi air mendidih.
"Nas ayo bantuin inii !!" ucapnya sambil melambaikan tangannya ke Nasya.
Nasya yang sedari tadi masih bingung mendadak kaget mendengar panggilan dari maryam.
"oh iya al" ucapnya sambil melirih ke sumber suara
Setelah Nasya duduk disebelah maryam, Nasya melirih apa yang dilakukan mereka berdua yaitu maryam dan umminya. Tidak lama, ummi menyadari bahwa dirinya sedang diliatin oleh teman maryam.
"eh baru sadar ada kamu, maaf ya soalnya tadi fokus sekali memotongi bawang sampe sampe ga sadar hehe" ucap ummi sambil tersenyum kekeh
Nasya yang melihat itu langsung tersenyum kepada ummi maryam itu. Tidak selang lama dari itu, ada teriakain suara seperti memanggil ummi "UMMIII!!"
ummi yang kaget langsung bergegas berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri asal suara itu.
"itu bawang nya gue lanjut potongin ya al?" ucap teman yang duduk disebelah maryam
"booleeh kalo lo ikhlas" ucap maryam yang hanya fokus pada sayap ayam yang sedang iya bumbui.
Waktu menunjukkan untuk makan siang, ummi yang melirih ke jam tiba tiba kaget dan bergegas izin kepada suaminya itu
"maaf abi, pijitinnya nanti lagi ya? ummi lupa udah waktunya makan siang" ucapnya sambil tersenyum tipis
"baiklah" kata abi
Belum beberapa ummi melangkahkan kakinya, ia langsung terbelenggu dengan kemunculan dua anak gadis yang membawa makanan dari dapur yang akan menghampiri ummi.
"ummi ini makanannya sudah jadi!" ucap maryam tersenyum karena bangga
"MaaSyaAllah anak anakku, syukron. Ayo dihidangkan dimeja makan ya" ucap ummi yang merasa bangga anaknya memasak. Karena bisa dibilang anak bungsu perempuannya itu tidak suka dan tidak bisa memasak.
Akhirnya mereka bertiga melangkah menuju meja makan, lalu ummi memanggil semua anaknya yang dari tadi tidak kelihatan. "awladi , daeuna nakul" ucap ummi agak berteriak
KAMU SEDANG MEMBACA
gus Adnan
Teen FictionUsahakan follow dulu sebelum baca ya temen temen kuu <3 . . Perempuan rupawan lulusan s3 di al-azhar mampu membuat jatuh cinta salah satu anak kyai dari pondok pesantren al azhiim yang terkenal akan sikap segan nya terhadap perempuan bahkan dia tida...
