Usahakan follow dulu sebelum baca ya temen temen kuu <3
.
.
Perempuan rupawan lulusan s3 di al-azhar mampu membuat jatuh cinta salah satu anak kyai dari pondok pesantren al azhiim yang terkenal akan sikap segan nya terhadap perempuan bahkan dia tida...
Nasya butuh waktu untuk menerima permintaan Adnan. Jadi ia langsung menegaskan bahwa dirinya perlu bicara pada dirinya sendiri dahulu. Jawaban itu diterima lapang oleh Adnan "iya saya akan tunggu sampai kapanpun untuk jawaban kamu.."
Selama satu hari Nasya mencerna apa yang sudah terjadi, apakah benar ia dilamar seorang gus? apa yang harus ia lakukan?.
Satu hari setelah Adnan dan keluarga datang ke rumah untuk melamar Nasya. Maryam datang ke rumah untuk bercerita kepada Nasya.
"Astagfirullah aku kaget al" jawab Nasya sambil mengusap dadanya sendiri.
"Heh jawab dulu salamnya calon kakak ipar.." jawaban Maryam yang membuat Nasya shock tetapi terpaksa harus ia telan.
"Waalaikumussalam iya ayo sini masuk.." ucap Nasya sambil melambaikan tangan agar maryam masuk kamarnya.
"Tau ga si Nas, kak Adnan tuh ya gabisa tidur terus. Dia hafalan setiap hari, berdoa, sholat selalu aja kaya gitu. Kayanya dia beneran jatuh cinta deh sama lo" pernyataan Maryam yang membuat Nasya kebingungan untuk menjawabnya.
"Gue punya mimpi al, gue mau ke mesir buat pendidikan. Harus ya gue kubur mimpi gue buat nikah sama kak Adnan?" pertanyaan Nasya yang membuat Maryam pusing menjawabnya.
"Ya engga si Nas, tapi setelah lo nikah lo harus nurut sama suami lo. Jadi semisal dia ga izinin lo pergi ke mesir buat pendidikan ya gaboleh" jawab Maryam sambil terbata-bata.
"Gue sama sekali ga cinta sama kakak lo, tapi disisi lain gue ga enak kalo harus nolak kakak lo" ucap Nasya tegas
"kasian tau Nas dia.." ucapan maryam yang membuat Nasya kepikiran setengah mampus.
"gue harus nanya ke Allah deh buat ini semua, doain gue ya bisa ngelewatin ini semua dengan baik" ucap Nasya dengan tatapan bersemi semi ke wajah Maryam.
"Kalo lo udah ada jawaban kirim pesan aja ke kakak gue, ntar gue kasih nomer dia ke elo ya.." ucap Maryam sambil mengambil makanan yang ada diatas meja kamar Nasya.
Setelah Maryam pulang, Nasya langsung bergegas untuk sholat bersih bersih. Setelah bersih bersih Nasya langsung melaksanakan sholat Ashar. Nasya berdoa, berzikir minta jawaban dari Allah.
Tiba tiba Nasya berdiri dari posisi duduk setelah sholat dan langsung mengambil hp nya yang berada di kasur.
Ternyata Nasya sudah ada jawaban?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah Nasya mengirim pesan kepada Adnan hati nya selalu saja berdetak kencang, dia merasa aneh karena waktu kecil Nasya pernah bicara kepada bundanya akan menikahi seorang gus yang tampan. Beneran terjadi? Nasya bertanya tanya pada dirinya sendiri.
Tidak selang lama dari Nasya mengirim pesan ke Adnan, Adnan dan keluarganya langsung mendatangi rumah Nasya untuk meminta jawaban.
"Assalamualaikum" suara itu terdenger dari pintu masuk rumah Nasya, ternyata semua anggota keluarga adnan datang untuk menemani Adnan melamar Nasya.
"Walaikumussalam" jawaban dari bunda dan ayah sambil mempersilahkan duduk.
"Adnan kemari karena katanya Hana sudah memiliki jawaban ya?" tanya Adnan pada kedua orangtua Nasya.
"iyaaa.." jawab seseorang yang tiba tiba muncul dari dapur. Ternyata itu Nasya, Nasya terlihat sangat exited dengan kedatangan Adnan dan keluarga.
"jawabannya ya, aku mau" jawaban itu yang ditunggu tunggu oleh Adnan dan keluarga.
"Alhamdulillah, kita akan laksanakan pernikahan ini kapan?" tanya ummi pada Nasya dan keluarga.
"InSyaAllah, secepatnya supaya tidak menjadi zina dan lain lain.." ucap bunda sambil menarik tangan Nasya untuk duduk karena sedari tadi Nasya berdiri dibelakang sofa tempat duduk bunda dan ayahnya.
"Nasya, kamu mau mahar apa?" tanya abi pada Nasya.
"Aku mau maharnya 30 juz hafalan al quran, bisa?" jawab ragu dari Nasya.
"InSyaAllah bisa" jawab Adnan yakin.
"Yaudah kita laksanakan acara pernikahannya minggu depan ya?" ucap ummi pada Nasya dan keluarga.
"Boleh, semakin cepat semakin baik" jawab bunda sambil tersenyum lebar.
Setelah berbincang bincang, Keluarga Adnan akhirnya memutuskan untuk pulang karena takut larut malam. Akhirnya pernikahan mereka diputuskan hari Jumat minggu depan. Dilaksanakan dipesantren Al-azhiim.
Tidak tahu kenapa, rasanya hati Nasya sekarang jauh lebih tenang. Padahal sebelumnya Nasya tidak bisa tertidur karena memikirkan pernikahan itu.
Beberapa hari sudah terlewati, Nasya tidak tidur selama beberapa hari sebelum hari dimana pernikahan Nasya dan Adnan terjadi. Hati nya bimbang dan ragu.
"apa aku batalin aja ya pernikahan ini?" kata kata itu yang selalu muncul dipikiran Nasya.
Hari itu semakin dekat, tinggal 2 hari lagi. Sebelum pernikahan, bunda meminta Nasya dan Adnan mengecek kesuburan mereka berdua. Karena itu hal yang penting bagi bunda.
Mau tidak mau mereka harus menurut kepada sang bunda. Mereka berdua melakukan apa yang disuruh bunda, Nasya mengecek kesuburannya ke dokternya bersama bunda sedangkan Adnan pergi ke rumah sakit sendiri.
Hasilnya akan keluar 1 hari kemudian, hati Nasya tidak bisa berhenti berdetak kencang. Ia takut tidak sesuai dengan apa yang bundanya mau.
Hari dimana Nasya mengambil hasil tes kesuburannya. Nasya memutuskan untuk mengambil hasilnya sendiri ke rumah sakit.
Setelah Nasya membuka hasil nya ia lemas tak mampu berdiri, sampai sampai banyak suster yang kaget dan akhirnya menggotong Nasya ke ruang inap.
Ternyata Nasya didefinisikan tidak bisa hamil dan tidak subur atau kata yang kasarnya ialah "mandul". Betapa sedihnya hati Nasya.
Dengan hasil tes kesuburan itu, rasa ragu Nasya untuk menikah dengan Adnan semakin bertambah. "Apakah aku pantas menikah sedangkan aku tidak bisa memberikan keturunan untuk suamiku nanti?" kata kata itu muncul dipikiran Nasya.
Ia frustasi, ia bingung. Sedangkan semua orang belum tahu tentang hasil tes tersebut. Nasya semakin ragu untuk menikah dengan Adnan. Ia takut orang orang akan merendahkan atau bahkan Adnan akan menduakan dirinya karena kekurangan yang ia miliki.
Ternyata rasa ragu itu berhasil mengkelabui Nasya untuk bicara kepada bunda. "bun, aku kayanya gabisa nikah dengan kak Adnan..".
Bunda yang sedang menyiapkan makan untuk siang itu tiba tiba melepaskan pegangannya, 4 piring yang dipegang bunda pecah. Bunda terkejut atas pernyataan yang diberikan oelh anaknya itu.
"apa maksud kamu nak? besok pernikahanmu akan dilaksanakan.." ucap bunda dengan muka sedihnya.
"aku ga sempurna bun, aku gabisa menjadi istri yang sempurna..." jawaban Nasya yang membuat bunda nya semakin terpaku dan tak bisa gerak.
"aku gabisa memberikan keturunan kepada kak Adnan, aku dinyatakan mandul bun.." sungguh itu pernyataan yang sangat menyakitkan bagi bunda dan Nasya.
Dengan rasa bingungnya bunda, bunda hanya bisa pergi meninggalkan Nasya. Nasya yang semakin merasa bersalah segera mengikuti bunda.
"Bun, aku harus gimana?.." ucap Nasya sambil mengejar bundanya yang pergi meninggalkan dirinya.
Tiba tiba bunda berhenti dan bicara "sudah kita batalkan saja ya, kamu gausah nikah saja sekalian kalo gabisa memberikan keturunan.." pernyataan bunda yang membuat Nasya tidak kuat menahan tangis nya.