5 - Jantung Berdetak

727 70 11
                                        

Mereka berempat dimintai keterangan, jelas saja Jane yang disalahkan. Padahal jelas-jelas Jane yang menjadi korban di sini, dia membalas semua itu hanya untuk membela dirinya sendiri. Jane bercerita yang sejujur-jujurnya pada polisi yang mengintrogasinya. Namun, yang ada malah terjadi lagi insiden jambak-jambakan di dalam kantor polisi itu.

Hingga akhirnya, pihak polisi meminta masing-masing remaja itu untuk memanggil wali keluarga ke kantor polisi.

Jane bingung, tidak mungkin dia memanggil Nadine dan James di saat orang tuanya itu ada di luar negri. Apakah Jane harus menghubungi Sebastian? Jane rasa tidak, yang ada malah Sebastian bikin ribut part dua di sini. Lalu ia pun terpikir akan laki-laki lain, laki-laki yang sedang menempuh jurusan hukum magister. Ya, itu lah dia. Laki-laki yang membuatnya nyaman saat dalam pelukan.

Lalu kemudian beberapa puluh menit berlalu ...

"Jane?" panggil Revel, bergerak cepat menghampiri Jane yang duduk di sebuah kursi dan tampak disalah-salahkan oleh beberapa orang dewasa yang tak lain orang tua Sean dan kawan-kawannya. "Jane, lo kenapa? Siapa yang bikin wajah lo sampai kaya gini?"

Jane melirik ke arah kanan, Revel pun mendapati tiga gadis lainnya di sana.

Gadis itu menceritakan yang terjadi pada Revel. Jelas saja, benar atau tidak benar cerita Jane, Revel pasti akan membelanya. Apalagi Jane sadar, seperti ada yang lain pada Revel untuknya. Tidak, bukan untuknya. Tapi untuk Jenny lebih tepatnya.

Menggunakan kecerdasan dan title-nya, Revel terlihat mendominasi diperbincangan antar manusia dewasa itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menggunakan kecerdasan dan title-nya, Revel terlihat mendominasi diperbincangan antar manusia dewasa itu. Setelah hampir satu jam saling menyalahkan satu sama lain akhirnya para orang tua itu sepakat untuk berdamai. Yah, Revel benar-benar handal. Tidak salah Jane menghubunginya.

***

Tidak langsung memulangkan Jane, Revel membawa gadis itu ke IGD sehingga ia mendapat perawatan ringan dari pihak rumah sakit. Selama itu berlangsung, panggilan telepon dari Seabastian terus menghiasi layar ponsel Jane. Tetapi Jane mengabaikannya.

Mood Jane benar-benar rusak karena ulah Sean, apalagi foto yang ia lihat di ponsel Sean tadi. Dari kejadian itu, logika-logika terus bergentayangan di otak Jane. Tentunya dia melamun.

Apa Jenny merebut laki-laki bernama Alfan itu dari Sean makanya Sean mengancamnya dengan foto itu? Lalu apa Jenny terbaring koma karena dicelakai oleh Sean?

Atau Alfan dan Sean menjebak Jenny hingga foto mesra itu terjadi? Gara-gara foto mesra itu akhirnya Jenny mencelakai dirinya sampai koma?

"Jane?"

"...."

"Jane!" panggil Revel lagi, saat ia mengemudikan mobilnya usai membawa Jane ke rumah sakit dan sedang perjalanan pulang ke rumah.

"Hah?" Jane terkejut, terbangun dari lamunannya.

"Sebastian telepon, kenapa nggak diangkat?" tanya Revel melirik ponsel ditangan Jane yang terus bergetar.

Our Hidden StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang