Imbas dari perceraian orang tua, saudara kembar bernama Jenna dan Jenny pun hidup terpisah. Selagi Jenna hidup dengan penuh kesengsaraan karena tinggal bersama sang Ayah, Jenny hidup begitu mewah karena Ibunya menikah lagi dengan CEO mapan bernama J...
Jenna berhias di depan cermin sebelum berangkat ke kampus untuk menyelesaikan ujian terakhir. Sedangkan di belakangnya ada Jenny yang terus memperhatikan dirinya tanpa menghentikan senyum sama sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tahun depan, aku mau kuliah ambil jurusan design aja," jelasnya menyambung pembicaraan karena mereka membicarakan hal terkait. Jenna hanya tersenyum menanggapinya. "Oh iya Jenna, nanti liburan kita ke mana ya? James udah tranfer duit hihi. Ke kamu juga pasti sudah, ya?"
Jenna mengangguk. Tidak hanya James yang memberikan dia duit di rekening, tetapi Sebastian setiap minggunya selalu men-transfer duit ke rekeningnya dengan jumlah begitu banyak. Tetapi Jenna tidak memakai uang itu sama sekali. Ya, dia hanya memakai uang pemberian dari Nadine saja. Uang itu pun uang sangu biasa.
"Kita ke yang dekat-dekat dulu aja. Gimana kalau ke pulau Derawan? Katanya di sana surganya pantai. Kan dulu waktu kecil kamu suka ke pantai dan aku sukanya ke gunung!" tambah Jenny lagi. "Aku belum bisa jauh-jauh juga pergi, Jen. Jadi pergi jauh-jauhnya ke luar negri di liburan semester kamu berikutnya aja, sebelum aku masuk kuliah."
Jenna membalikkan tubuhnya, ia bisa melihat jelas saudara kembarnya yang wajahnya selalu polos tanpa menggunakan riasan itu hingga terkesan pucat. Ia pun berdiri dan akhirnya duduk di sebelah Jenny. Tangannya merapikan rambut Jenny sambil tersenyum hangat. "Jen?"
"Hm?"
"Jangan ngambek-ngambek lagi ke Mama, kamu sudah besar!" ujarnya. "Kasihan Mama kamu cuekin kaya gitu."
Jenny menghela napasnya. "Mama aja tega sama kamu, wajar aku marah."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mama baik kok ke aku, cuman emang kaku aja."
"Tapi Jenna!"
"Please," potong Jenna. "Yang akur sama Mama, jangan ngambek lagi. Ya?"
"Hufth, iya-iya. Kalau kamu yang minta, aku turutin."
"Terus, kalau ada yang nindas kamu lagi jangan pernah kamu diam aja. Kamu harus balas mereka! Kalau kamu nggak berani balas, bilang ke Sebastian atau James!"