Happy reading.
Sekarang sudah pukul 11 siang, tadi pagi Trianna sudah melakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter lelaki kemarin. Hasilnya mengatakan bahwa Trianna mengalami amnesia karena benturan keras di kepalanya.
Saat ini Trianna sedang mencari tas miliknya, atau lebih tepatnya milik Trianna yang asli. Trianna melihat tas tersebut tergantung di gantungan yang terletak di pojok ruangan. Trianna berjalan menggunakan tongkat untuk mendekati gantungan tersebut.
Setelah mengambil tasnya, Trianna membuka tas itu lalu mengeluarkan isi dari tasnya. Isi dari tas tersebut ialah handphone, charger, dompet, lipstick dan bedak, lalu sebuah buku tebal yang memiliki judul "Love me Back".
Trianna melihat handphone milik Trianna yang asli, ternyata handphone tersebut masih bagus dan tidak rusak. Trianna menghidupkan handphone tersebut, ternyata baterai handphonenya habis. Trianna segera mengambil charger lalu mencolokkan charger ke dalam colokkan listrik yang tersedia di ruangan tersebut.
Selesai mencharger handphonenya, Trianna kembali melihat-lihat isi dari tasnya. Pandangannya jatuh kepada buku tebal yang berjudul "Love me Back".
Trianna membuka novel tersebut, lalu membaca isi dalam novel satu persatu. Trianna yang membaca novel itu sangat terkejut, matanya melotot tidak percaya. Sampai di mana bab yang ia baca sama persis dengan kejadian yang menimpanya sebelum ia berada di dalam tubuh ini.
"Ini ... apakah ini kehidupanku sebelumnya?" ucap Trianna sembari bergetar hebat.
Trianna sangat shock saat membaca kelanjutan dari bab itu kalau ia sudah tiada saat di bawa ke rumah sakit. Trianna sangat lemas dan akhirnya tidak sadarkan diri.
.
.
.
Di alam bawah sadarnya, Trianna sedang berada di taman yang sangat luas berisikan bunga-bunga yang sangat indah. Ia melihat sebuah pohon besar berdiri kokoh di sebelah tempat ia berdiri. Terdapat sebuah ayunan yang menggantung di pohon tersebut.
Dari kejauhan Trianna melihat siluet seorang perempuan, ia berjalan mendekati siluet itu. Semakin dekat ia berjalan, semakin jelas siluet perempuan tersebut.
Sekarang Trianna sudah berdiri tepat di samping ayunan tersebut. Ia dapat melihat perempuan tersebut sedang tersenyum cerah sembari memandangi lautan bunga yang ada di depannya. Trianna melihat ke arah wajah perempuan tersebut, ia sangat terkejut melihat wajah itu. Wajah yang pertama kali ia lihat di depan cermin waktu itu.
"KAU?!"
"Halo Trianne," sapa perempuan cantik tersebut sembari tersenyum.
"Kau ... Trianna?" tanya Trianna.
"Iya, ini aku, Trianna. Pemilik tubuh yang sedang kamu tempati sekarang," jawab Trianna yang asli.
"Kenapa? Kenapa aku bisa berada di tubuhmu?"
"Aku yang meminta Gelan untuk membuat dirimu bisa masuk ke dalam tubuhku."
"Kenapa? Dan siapa Gelan?"
"Gelan itu sahabatku, kami sudah berteman sedari kami kecil. Dan untuk pertanyaan kenapa itu, karena waktumu di dunia karangan itu sudah habis Trianne. Kamu udah meninggal."
"Maksudmu?!"
"Kamu itu karakter novel Trianne. Kamu itu hanya imajinasi yang di karang oleh penulis, dan penulis yang menciptakan dirimu itu adalah sahabatku, Gelan."
"APA?! AKU SEBENERNYA KARAKTER NOVEL?! Jadi ... selama aku hidup, aku cuman tulisan yang di karang oleh penulis?!"
"Iya, kurang lebih seperti itu."
"Hah! Lalu, kalau aku hanya imajinasi penulis, bagaimana bisa jiwaku berada di tubuhmu itu?!"
"Gelan yang membuatmu menjadi nyata, dia sudah berusaha untuk menghidupkan jiwamu agar bisa mengisi tubuhku."
"Tidak masuk akal! Kau 'kan sedang koma 5 tahun! Bagaimana bisa kau menyuruh sahabatmu itu untuk membuat jiwaku menjadi nyata?!"
"Aku sudah membuat surat untuknya jauh sebelum aku mengalami kecelakaan, aku meminta Gelan untuk membuat jiwamu hidup dan masuk ke dalam ragaku."
"Bagaimana caranya membuat jiwaku hidup?!"
"Dengan sihir tentunya."
"Memangnya ada sihir di dunia nyata yang seperti itu?! Sangat tidak masuk akal! Lelucon yang sangat tidak lucu!"
"Ini bukan lelucon, Trianne!" ucap Trianna sedikit membentak.
"Lalu kalau bukan lelucon apalagi?! Sangat tidak masuk akal kalau benar diriku ini hanya imajinasi saja tetapi bisa hidup di dalam tubuhmu!"
"Hah ... harus bagaimana lagi aku jelaskan? Gelan sudah berusaha menghidupkanmu dengan sihir kuno yang rela ia pelajari untuk menghidupkan jiwamu itu!"
"Ck! Aku masih tidak percaya dengan semua ini! Sangat tidak masuk akal bagiku!"
"Terserah, yang penting aku sudah memberitahumu. Untuk percaya atau tidaknya, aku tidak peduli. Kalau kau ingin tau lebih, tanyakan saja pada sahabatku, Gelan. Dia satu-satunya manusia yang bisa kamu percaya di dunia ini." Setelah mengucapkan itu, bayangan Trianna yang asli perlahan-lahan menghilang.
"Hei! Tunggu! Masih banyak yang ingin aku tanyakan!" teriak Trianna ketika melihat bayangan Trianna yang asli menghilang.
"Argghh! Dasar! Apa benar aku hanya karakter dalam novel? Aku akan menanyai langsung kepada sahabatnya itu."
.
.
.
To be content.
Gimana ceritanya? Bingung ya? Sama author juga😭. Jujur kepikiran bikin cerita ini gara-gara gabut doang. Kalau aneh maafin yaaa. Hehehe.
Jangan lupa vote dan komennya ya. Terimakasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION [END]
FantasyGanti judul. JUDUL AWAL : Aku Karakter Novel?! . . . Seseorang dari dunia nyata bertransmigrasi ke dunia novel mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana jika karakter yang berasal dari dunia novel tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seseorang yang ada di duni...
![IMAGINATION [END]](https://img.wattpad.com/cover/351138855-64-k713416.jpg)