Happy Reading.
Suara monitor ICU memenuhi seluruh ruangan VIP itu. Gelan duduk di kursi samping brankar rumah sakit, tangannya memegang sebuah novel yang baru kemarin ia selesaikan.
"Trianna, cepatlah bangun. Novel yang kau minta sudah aku selesaikan," pinta Gelan.
Tidak ada jawaban dari Trianna, Gelan menghela nafasnya kasar. Sudah 5 tahun Trianna terbaring koma di ruangan VIP rumah sakit. Sudah berapa banyak pengobatan yang dilakukan, sudah banyak pula doa yang ia panjatkan.
Namun, hari yang ia tunggu-tunggu tidak kunjung dikabulkan. Trianna masih terbaring tidak sadarkan diri, entah sampai kapan ia akan terus seperti itu.
Tangan Gelan bergerak menggenggam tangan Trianna yang sedang di infus dan terdapat alat oximeter di jarinya.
Gelan memperhatikan wajah Trianna sejenak, "Cepatlah sadar, Trianna." Gelan melepaskan genggaman tangannya lalu menaruh novel di atas meja.
Saat ia hendak pergi dari ruangan itu, tiba-tiba saja jari tangan Trianna bergerak. Perlahan namun pasti, Trianna mulai membuka matanya.
Sontak Gelan yang melihat itupun terkejut, kemudian ia mendekat ke arah Trianna.
"Trianna? Trianna!" pekik Gelan senang.
"Dokter! Suster!" Gelan berlari keluar untuk memanggil dokter.
Trianna mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Trianna melihat ke arah sekeliling.
"Apa yang terjadi?" tanya Trianna pelan.
"Aku kembali ke tubuhku?"
Pandangan Trianna jatuh kepada buku novel yang tergeletak di atas meja.
"Aku benar-benar kembali ke tubuh asliku."
.
.
.
"Pasien Trianna sudah sadar sepenuhnya, dan semuanya normal. Namun, pasien harus istirahat terlebih dahulu untuk pemulihan stamina tubuhnya untuk lebih optimal," ucap dokter yang selama ini merawat Trianna.
"Baik, dokter," balas Gelan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, saya pamit undur diri." Dokter tersebut kemudian keluar dari ruangan, di ikuti oleh para suster di belakangnya.
Gelan berjalan mendekati Trianna sambil tersenyum, ia duduk di kursi samping Trianna.
"Trianna ..."
"Gelan," panggil Trianna.
Gelan tersenyum, "Iya, Anna."
"Aku bermimpi kalau tubuhku di masuki jiwa Trianne," ucap Trianna tiba-tiba.
"Apa?" tanya Gelan terkejut.
"Ah, tidak. Jiwa Trianne memasuki tubuhku," balas Trianna.
"Lalu, ia menikah dengan Bryan," lanjut Trianna.
Gelan semakin terkejut, "Tunggu, apa kau sudah membaca novel barunya?" tanya Gelan.
Trianna menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku bahkan belum menyentuh novel itu."
Gelan mengerutkan keningnya, "Lalu, bagaimana kau tau kalau Trianne menikah dengan Bryan?"
"Gelan, aku sudah bilang, kalau jiwa Trianne memasuki tubuhku." Trianna menatap mata Gelan serius.
"Sepertinya kau berhalusinasi setelah koma 5 tahun, Anna," kata Gelan.
Trianna menghela nafasnya kasar, "Aku tidak berhalusinasi, Gelan. Aku sungguh-sungguh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION [END]
FantasyGanti judul. JUDUL AWAL : Aku Karakter Novel?! . . . Seseorang dari dunia nyata bertransmigrasi ke dunia novel mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana jika karakter yang berasal dari dunia novel tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seseorang yang ada di duni...
![IMAGINATION [END]](https://img.wattpad.com/cover/351138855-64-k713416.jpg)