Huhu, gak nyangka cerita ini bisa sampe part 10😭, gara-gara dulu kalo aku bikin cerita sukanya di gantung sampe part 3 doang hehe.
Kalian komen dong gimana perasaan kalian waktu baca cerita ini? Suka sama ceritanya gak? Atau ceritanya aneh? Komen di sini yaa.
Happy Reading.
Mobil berwarna putih berhenti di depan sebuah cafe yang mereka tuju. Pria keturunan Tionghoa itu keluar dari mobil lalu memutari bagian depan mobil dan membukakan pintu untuk Trianna. Trianna keluar dari mobil setelah Gelan membukakan pintu mobil untuknya.
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam cafe tersebut, ternyata sepi, tidak ada siapapun kecuali mereka berdua, barista dan beberapa waiters dan waitress. Mereka memilih tempat duduk di pojok dekat jendela.
Seorang waiter datang dan menanyakan ingin memesan apa. Trianna memilih untuk memesan cokelat dingin, sementara Gelan memesan sebuah kopi hitam. Setelah menyatat pesanan mereka, waiter tersebut berjalan meninggalkan mereka untuk membuat pesanan.
"Nih," ucap Gelan sembari menyodorkan sebuah novel berjudul 'Love me Back', "Baca dulu sampai tamat."
Trianna mengambil novel yang ada di tangan Gelan, Trianna kembali membaca ulang novel 'Love me Back'. Dari awal sampai bab terakhir yang ia baca atau saat ia meninggal di dalam novel itu, ia merasa tidak terkejut karena sudah membaca itu sebelumnya.
Namun, saat ia membaca bab selanjutnya, Trianna sangat terkejut. Bab demi bab ia baca dengan raut wajah yang kaget, shock, kesel, perasaannya sangat campur aduk.
Saat lembaran terakhir dari novel itu, Trianna menutup mulutnya tidak percaya. "Kau gila ya?!" teriak Trianna, untung saja di dalam cafe itu tidak ramai pengunjung, kalau ramai pasti sekarang mereka sudah menjadi pusat perhatian.
"Kenapa? Kaget ya?" tanya Gelan dengan santai.
"Kenapa? Kau tanya kenapa?! Kau- kau, sialan! Ini tidak bisa aku percaya begitu saja! Kau sudah tahu tentang semua itu?!" tanya Trianna dengan raut wajah tidak percaya. Hey! Gelan itu penulis novel itu! Sudah pasti dia mengetahui seluruh isi dari novel tersebut.
"Tentu saja, 'kan aku yang menulis novel itu." Waiter datang mengantarkan pesanan Trianna dan Gelan. Gelan mengucapkan terimakasih, lalu waiter tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.
Gelan mencium aroma dari kopi hitam yang masih panas itu, lalu meminumnya sedikit. Trianna yang melihat Gelan yang kelewat santai itu merasa kesal.
"Hey! Apa kau serius?! Kau benar-benar gila!" teriak Trianna kesal.
Gelan hanya melirik ke arah Trianna, kemudian kembali meminum kopi hitam miliknya.
"Aku tidak percaya dengan itu semua! Bagaimana bisa sahabatku, satu-satunya orang yang aku percaya, membunuh seluruh keluargaku setelah merebut seluruh harta milik keluargaku!"
"Bisa, Trianne. Dia itu sebenarnya licik, egois, dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Kamu harus tau, yang meracuni makananmu itu adalah sahabatmu, Zeva." Gelan kembali meminum kopi hitamnya.
"APA?!" teriak Trianna melototkan matanya dan berdiri memukul meja.
Gelan tersentak kaget, "Hey! Tenangkan dirimu. Akan aku jelaskan semuanya." Trianna kemudian duduk kembali dengan wajah memerah.
"Untuk racun itu, memang Zeva yang menaruh racun ke dalam makanannya sendiri, lalu memintamu untuk menukar makanannya dengan makananmu."
"Kenapa? Kenapa dia melakukan itu?" sela Trianna.
"Kamu ingin tau Trianne? Sebenarnya Zeva dari ia masih bayi, ia tumbuh di dalam panti asuhan, kedua orangtua kandungnya membuangnya di sana. Saat Zeva berusia 5 tahun, baru dia di asuh oleh keluarga Sigit. Kamu yang menjadi sahabatnya dari kalian duduk di bangku smp itu, hanya mengetahui seperempat dari dirinya, sisanya kamu tidak tau karena Zeva yang menutupinya dari dirimu. Kamu pasti akan terkejut ketika tau kenapa Zeva lebih suka memakai pakaian oversize dan lengan panjang.
"Kenapa?"
"Karena ia menutupi lebam-lebam yang ada di tubuhnya karena di siksa oleh kedua orangtua angkatnya. Dan juga, asal kamu tau ya Trianne, sebenarnya Zeva itu adalah seorang kupu-kupu malam. Dia di paksa oleh kedua orangtua angkatnya untuk menghasilkan uang untuk mereka, mereka menyarankan kepada Zeva untuk menjadi kupu-kupu malam."
Trianna sangat terkejut mendengar penjelasan dari Gelan, "Be-benarkah?"
"Iya, benar. Sebenarnya juga, Zeva di suruh oleh kedua orangtua angkatnya untuk membunuh dirimu agar bisa merebut seluruh hartamu. Setelah mendapatkannya, Zeva di suruh oleh kedua orangtua angkatnya untuk membunuh seluruh keluargamu, dia kemudian mengambil alih semua harta atau perusahaan yang keluargamu miliki."
"Tidak mungkin! Dia sangat baik kepadaku! Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu?!"
"Dia baik kepadamu hanya untuk memanfaatkan kamu Trianne! Kamu harus tau, kalau dia benar-benar menganggap dirimu sahabat dan dia percaya kepada dirimu, dia pasti menceritakan semua yang di deritanya. Tapi apa? Dia tidak memberitahukan seluruh kehidupannya kepadamu 'kan?"
Trianna terdiam, "Kau 'kan penulis dari novel itu, harusnya kau membuat Zeva menceritakan semua yang di deritanya kepadaku!"
"Kalau kamu tau semua rencana Zeva, rencananya tidak akan berhasil Trianne."
"Itukan rencana kedua orangtua angkatnya! Bukan Zeva! Jadi tidak salahkan kalau misalnya dia menceritakan semua rencananya denganku lalu membatalkan rencana itu!"
"Tidak Trianne, Zeva juga ikut merencanakan itu. Dia sebenarnya iri kepada kehidupanmu yang di penuhi oleh kasih sayang. Berbeda dengan dirinya yang setiap harinya harus menerima siksaan dari kedua orangtua angkatnya."
Trianna terdiam, nafasnya tercekat saat mendengar perkataan Gelan.
"Zeva ... kenapa kisahnya hampir sama dengan Trianna yang asli?" tanya Trianna.
"Aku ... sebenarnya dapat inspirasi ketika mendengar kisah hidup Trianna. Itu sebabnya aku membuat karakter utama dengan latar belakang yang sering di siksa oleh kedua orang yang mengurusnya. Tetapi aku mengubah beberapa hal dari kisah hidup Trianna dengan Zeva."
"Dia itu tokoh utama dalam ceritamu, kenapa sekarang dia jadi terlihat seperti antagonis?"
"Antagonis di dalam kisahmu, Trianne. Tokoh utama dalam kisahnya."
Trianna menghela nafasnya kasar, lalu mengambil minuman cokelat dinginnya, kemudian meneguk cokelat itu.
"Sekarang, apa yang harus aku jelaskan lagi kepadamu?" tanya Gelan sembari meminum kopi hitamnya.
"Tentang Trianna yang asli, kehidupannya yang tidak aku ketahui atau yang tidak muncul dalam memori ingatannya. Termasuk dirimu dan tunangannya itu."
Gelan menyemburkan kopinya, "Apa? Tunangan Trianna?"
"Iya! Tunangan Trianna! Apa kau tidak tau tentang itu?"
"Tidak. Mungkin aku terlalu sibuk karena mempelajari sihir itu."
"Ck! Dasar! Kau tau? Aku akan menikah dengannya minggu depan!"
"APA?!"
.
.
.
To be content.
Part ini lumayan panjang huehue. Oh iya, part ini kayaknya full dialog, narasinya cuma sedikit hehe.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION [END]
FantasíaGanti judul. JUDUL AWAL : Aku Karakter Novel?! . . . Seseorang dari dunia nyata bertransmigrasi ke dunia novel mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana jika karakter yang berasal dari dunia novel tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seseorang yang ada di duni...
![IMAGINATION [END]](https://img.wattpad.com/cover/351138855-64-k713416.jpg)