Happy Reading.
Gelan dan Willy akhirnya tiba di rumah Lee, Gelan memarkirkan mobilnya di halaman rumah Lee. Kemudian mereka berdua keluar dari mobil dan berlari ke arah pintu utama. Tiba-tiba saja Willy berhenti ketika melihat mobil milik Bryan terparkir di sana.
"Ada Bryan di sini," ucapnya.
Gelan ikut berhenti, kemudian matanya melihat ke arah pandangan Willy. Benar saja, ada mobil Bryan di sana.
"Sudah, ayo kita masuk!" ajak Gelan, Willy menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka. Sampai di depan pintu, Gelan langsung mendorong pintu rumah itu, ternyata tidak di kunci, kemudian mereka berdua masuk ke dalam.
Bruk! Suara benda terjatuh.
Mereka berdua langsung berlari menaiki tangga menuju sumber suara tersebut. Di depan mereka ada pintu yang terbuka, kemudian mereka berdua masuk ke dalam.
"Bryan?!"
"Bryan, apa yang kau lakukan?!" pekik Gelan.
Mereka terkejut saat melihat Bryan dengan kejamnya memukuli Lee. Gelan bergerak maju untuk memisahkan Bryan dan Lee di bantu oleh Willy.
"Diam!" Bryan mendorong tubuh Gelan sampai terpental cukup jauh, "Beraninya kalian ikut campur!"
"Bryan, hentikan!" teriak Willy berusaha menarik tubuh Bryan menjauh.
"Diam, berengsek! Berani-beraninya si berengsek ini menculik istriku!" teriak Bryan marah.
"Hah?" gumam Willy heran, "Bukannya kau sudah tau?" tanya Willy.
"Tau apa?! Aku bahkan tidak tau kalau diriku sudah menandatangani perjanjian keparat itu!" Bryan kembali memukul muka Lee.
Willy terdiam, matanya menatap ke arah Gelan. Kemudian Gelan menghela nafasnya.
"Jadi, ini alter egonya ya?" gumam Gelan yang masih terdengar oleh Willy.
Gelan maju ke depan, berusaha melerai Bryan dan Lee, lebih tepatnya menghentikan Bryan yang sedang mengamuk. Gelan berdiri di antara mereka berdua, kemudian tangannya memukul muka Bryan hingga ia tersungkur.
Willy dengan sigap langsung menangkap Bryan, dan mengunci tangannya agar tidak mengamuk lagi. Setelah berhasil memisahkan mereka, Gelan langsung menarik kerah kemeja Lee agar Lee berdiri di hadapannya.
"Di mana Trianna, berengsek?" tanya Gelan.
Lee menggelengkan kepalanya, "Dia kabur."
"Apa?!"
Bryan kembali emosi, pegangan tangan Willy terlepas kemudian ia menarik kerah kemeja Lee, "Jangan mencoba untuk menipu, sialan!"
"Aku tidak menipu dan berbohong! Dia kabur dari sini, dan sekarang anak buahku sedang mengejarnya."
Mereka bertiga saling beradu pandang, kemudian langsung pergi dari sana.
"Hey! Tunggu aku juga!"
.
.
.
Di tengah jalan raya, terdapat dua mobil yang sedang melaju dengan kencang. Trianna berusaha meningkatkan laju kendaraannya, sementara mobil yang ada di belakangnya sedari tadi berusaha untuk menyalip mobil Trianna.
Ah, Trianna lupa. Ini bukan mobil miliknya, tetapi biarkan saja, nanti Trianna akan mengganti rugi jika terjadi apa-apa dengan mobil itu.
Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, hampir menyalip Trianna. Trianna tidak tinggal diam, ia juga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Balapan tersebut terjadi cukup lama, sampai akhirnya suara sirine polisi memecahkan ketegangan mereka. Trianna melihat mobil yang mengejarnya berhenti, tidak ingin melewatkan kesempatan ini, Trianna langsung menancapkan gasnya lalu pergi dari sana.
Orang yang mengejarnya itu terkejut saat melihat Trianna pergi, kemudian ia langsung masuk ke dalam mobil dan menancapkan gasnya menyusul Trianna. Tidak peduli dengan polisi dan langsung meninggalkan polisi itu di sana.
Polisi itu melongo saat melihat mereka meninggalkannya sendiri, tidak tinggal diam, ia juga langsung mengejar mobil-mobil yang melanggar aturan lalu lintas itu.
Trianna membelokkan mobilnya ke jembatan yang menjadi perbatasan antar kota. Tanpa sadar, ternyata di arah berlawanan ada sebuah truck besar yang hilang kendali menuju ke arahnya.
Trianna panik, kemudian ia banting stir ke kanan tanpa sadar untuk menghindari tabrakan. Namun, pilihannya salah, mobil Trianna menerobos pinggir jembatan kemudian—
BYUUR!
Mobilnya terjatuh ke dalam laut.
Trianna berusaha membuka pintu mobilnya, namun pintu itu terkunci. Saat ingin membuka kunci mobil itu, ia sudah terlambat. Perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang.
'Jadi ... ini adalah akhir dari hidupku?'
'Aku akan mati kembali?'
'Haruskah aku mati dengan cara seperti ini?'
'Haruskah? Haruskah aku berakhir seperti ini?'
'Kenapa ... aku di hidupkan kembali jika pada akhirnya aku akan mati juga?'
'Bunda, ayah, tolong aku ...'
Mata Trianna tertutup sempurna, sampai pada akhirnya ada sebuah tangan yang mengangkat tubuhnya.
'Ayah ...'
.
.
.
To be content.
YEAYY, kita udah menuju puncak ending!! senengnyaaa gengs, xixi.
tenang aja gengs, nanti endingnya bakal happy ending kok (kayaknya)
stay tuned teruss gengsss!!!
jangan lupa vote, komen, dan follow akun aku!!! terimakasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION [END]
FantasiaGanti judul. JUDUL AWAL : Aku Karakter Novel?! . . . Seseorang dari dunia nyata bertransmigrasi ke dunia novel mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana jika karakter yang berasal dari dunia novel tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seseorang yang ada di duni...
![IMAGINATION [END]](https://img.wattpad.com/cover/351138855-64-k713416.jpg)