Happy Reading.
Entah sudah berapa lama Trianna berusaha untuk melepaskan ikatan tali itu, tetapi tetap saja tidak berhasil. Ikatan tali itu terlalu kuat.
Trianna mengedarkan pandangannya ke sekeliling, berharap ada benda tajam yang bisa ia gunakan untuk memotong tali itu. Tetapi, kamar itu bersih dari benda tajam, hanya ada beberapa benda hiasan yang terbuat dari keramik dan kaca.
Tunggu, kaca? Sebuah ide terlintas di dalam benak Trianna. Dengan kondisi kaki dan tangan terikat, Trianna menyeret tubuhnya mendekat ke benda berbahan kaca itu.
Sebelum memecahkannya, Trianna menggeser posisi badannya ke samping, kemudian ia menendang benda itu ke lantai dengan keras.
Prang! Benda itu hancur.
Dengan cepat Trianna mengambil serpihan kaca tersebut, lalu menggunakannya untuk memotong tali. Tali di tangan Trianna terlepas, kemudian ia memotong tali yang ada di kakinya.
Cklek! Pintu terbuka.
Lee berjalan masuk ke dalam kamar, terkejut mendengar suara pecahan. Lebih terkejut lagi saat melihat Trianna sudah melepas ikatan talinya dan berdiri di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan?!" teriak Lee berlari menghampiri Trianna.
Belum sempat Lee memegang tangan Trianna, Trianna sudah terlebih dulu menonjok muka Lee sampai ia tersungkur. Trianna memukul muka Lee beberapa kali, sampai Lee tidak sadarkan diri.
Melihat Lee yang sudah tidak sadarkan diri, Trianna bergegas pergi keluar dari kamar itu. Ia berjalan perlahan keluar dari sana, di ujung lorong, ternyata ada dua bodyguard yang sedang berjaga.
Trianna berhenti, melihat sekeliling untuk mencari jalan keluar yang lain. Tetapi tidak ada, lorong tersebut adalah satu-satunya jalan untuk keluar dari sana.
Trianna menghela nafasnya pelan, sejujurnya ia bisa saja melawan dua bodyguard tersebut, tetapi staminanya kurang karena jarang latihan.
Daripada harus melawan dua bodyguard tersebut, Trianna lebih memilih jalan yang lebih mudah. Seperti keluar dari jendela. Kebetulan sekali, tidak jauh dari tempatnya saat ini, ada jendela yang cukup besar untuk ia lewati.
Tidak ingin menunda waktu lebih lama, Trianna segera membuka kaca jendela dengan hati-hati. Setelah berhasil membukanya, Trianna langsung naik untuk keluar dari rumah itu.
"Hey! Mau kemana kamu?!" teriak salah satu bodyguard.
Karena panik, Trianna terjatuh dan kakinya keseleo. Saat melihat dua bodyguard itu mulai mendekat ke arahnya, dengan susah payah Trianna berlari dari sana.
"Hey! Tunggu!"
Trianna langsung mempercepat langkahnya, ia berlari, terus berlari. Sampai ia tiba di jalan raya, jalan itu terlihat sangat sepi.
Sampai akhirnya ada sebuah mobil yang melintas, Trianna segera melambaikan tangannya untuk meminta tumpangan. Mobil itu berhenti tepat di depan Trianna.
"Mau kemana?" tanya supir mobil itu.
"Tolong bantu saya, pak. Saya mau pulang ke rumah." Trianna memohon kepada bapak supir itu.
Pak supir itu mengamati Trianna sekilas, "Masuk."
Trianna tersenyum, "Terimakasih, pak!"
Trianna langsung masuk ke dalam mobil, kemudian mobil itu melaju dengan kecepatan sedang.
"Dari rumahnya Mr. Lee ya?" tanya supir itu tiba-tiba.
"Maaf?" Trianna memandang supir itu terkejut.
"Ah, kayaknya peliharaan punya Mr. Lee lepas." Supir itu tersenyum lebar.
Trianna terkejut, kemudian ia menyadari ada hal yang tidak beres di sini. Tanpa basa-basi Trianna langsung menghantam muka supir itu sampai mobil berhenti.
Trianna memberi beberapa pukulan kepada supir itu sampai tak sadarkan diri, lalu membuka pintu mobil dan mendorong supir itu keluar.
Trianna langsung mengambil alih kemudi, dan menancapkan gas pergi dari sana.
"Target lepas, segera kejar dia!"
.
.
.
Willy memarkirkan mobilnya di sebuah basement apartemen, kemudian ia langsung naik ke lantai apartemen yang menjadi tujuannya. Yaitu apartemen milik Gelan.
Dengan cepat lift membawanya ke lantai atas, kemudian dengan tergesa-gesa Willy langsung memencet bel yang ada di apartemen Gelan.
Setelah memencet bel berkali-kali, akhirnya pintu terbuka. Gelan keluar dengan pakaiannya yang acak-acakan.
Melihat Gelan keluar, Willy langsung berlutut di hadapannya. Gelan terkejut dengan sikap Willy yang tiba-tiba saja berlutut di hadapannya.
"Hey, ada apa?" tanya Gelan cemas.
"Tolong, tolong bantu aku, aku tidak tau harus meminta tolong kepada siapa lagi selain dirimu," pinta Willy.
"Hah? Kau mau minta tolong apa?" tanya Gelan.
"Jadi--"
"Sebelum kau menceritakannya, lebih baik kau berdiri dan masuk ke dalam," potong Gelan.
Willy berdiri, "Tidak ada waktu untuk menceritakannya di dalam, karena saat ini Trianna sedang di culik!"
"HAH?! DI CULIK?!" pekik Gelan, terkejut.
"Bagaimana bisa Trianna di culik?!"
"Iya, sebenarnya, Bryan membuat perjanjian dengan Lee karena Lee mengancam Bryan, dan isi dari perjanjian itu adalah menyerahkan Trianna kepada Lee secara sukarela. Jadi karena perjanjian itu, Trianna di bawa secara paksa oleh Lee," jawab Willy.
"Sialan! Dasar berengsek!" umpat Gelan.
"Ternyata aku salah, seharusnya sejak awal aku bunuh si berengsek itu," kata Gelan.
"Kau kenal dengan Lee?" tanya Willy.
"Dia adalah teman masa kecilnya Trianna, dan diriku," jawab Gelan.
"Apa?!" pekik Willy terkejut.
"Sudahlah, ceritanya panjang. Lebih baik kita pergi menyelamatkan Trianna," ucap Gelan.
"Sekarang Trianna berada di mana?" tanya Gelan.
"Sepertinya dia di bawa ke rumah Lee," balas Willy.
"Ayo kita berangkat!"
.
.
.
To be content.
haloooo, hari ini spesial up 2 part, xixixixi. Gimana part kali ini? Seru ngga? Atau malah jadi aneh?
maaf yaa gengs klo ceritanya ngga seru, ngga jelas, jujur ak bingung gengs, huhuhuhu.
jangan lupa vote, komen, dan follow akun aku!!! terimakasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION [END]
FantezieGanti judul. JUDUL AWAL : Aku Karakter Novel?! . . . Seseorang dari dunia nyata bertransmigrasi ke dunia novel mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana jika karakter yang berasal dari dunia novel tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seseorang yang ada di duni...
![IMAGINATION [END]](https://img.wattpad.com/cover/351138855-64-k713416.jpg)