Happy Reading.
Setelah mencoba gaun pengantin di butik milik Serin, kini Trianna dan Bryan sedang makan siang di salah satu restoran Italia. Restoran itu terkenal dengan pasta carbonaranya yang lezat, karena itu Bryan memilih restoran itu untuk makan siang. Sementara Trianna hanya mengikut saja karena ia belum tau dimana restoran yang enak di dunia barunya.
Mereka sedang menikmati makanan mereka masing-masing. Suasana dalam restoran itu cukup ramai dengan orang-orang kantoran yang sedang istirahat makan siang.
Trianna sudah selesai menghabiskan makanannya, kemudian ia meminum ice vanilla latte yang dipesan olehnya. Makanan Bryan juga sudah habis, Bryan menatap ke arah Trianna sembari mengelap bibirnya dengan tissu.
"Setelah ini mau kemana lagi?" tanya Trianna.
"Kau ingin kemana?" tanya Bryan balik.
"Aku ingin pulang," jawab Trianna. Bryan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, ayo kita pulang," ajak Bryan sembari berdiri dari kursinya. Bryan mengangkat tangannya mengode kepada pelayan restoran itu, pelayan itu berjalan menghampiri meja Bryan.
Bryan membayar semua makanan yang mereka pesan, setelah membayar mereka langsung keluar dari restoran menuju mobil mewah milik Bryan yang terparkir di area parkiran.
Bryan membukakan pintu mobil untuk Trianna, Trianna masuk ke dalam mobil. Kemudian Bryan memutari bagian depan mobil lalu masuk ke dalam mobilnya. Bryan menyalakan mobil miliknya, lalu mobil itu berjalan keluar dari area parkiran.
Mobil Bryan berjalan menuju mansion Bryan yang jaraknya lumayan jauh dari restoran Italia itu. Suasana di dalam mobil hening, tidak ada yang membuka percakapan.
Trianna fokus memperhatikan jalanan sembari mencatat di dalam memori otaknya tentang jalanan-jalanan dan tempat yang ada di kota itu. Sementara Bryan fokus menyetir.
Trianna mengalihkan pandangannya kepada Bryan, "Kau serius ingin menikah denganku?" tanyanya.
Bryan melirik sekilas ke arah Trianna kemudian kembali fokus menyetir. "Kau masih bertanya tentang hal itu?" Bryan tersenyum miring.
"Aku hanya memastikan. Kita ... tidak terlibat dengan kontrak bisnis 'kan?"
Alis Bryan terangkat satu, "Kau lupa? Ah, iya, kau 'kan amnesia." Bryan tersenyum miring, "Biar aku kasih tau, aku menikah denganmu karena surat wasiat dari kakek buyutku."
"Apa?! Berarti pernikahan kita karena kontrak bisnis dong?!"
"Tidak, kita tidak menikah karena kontrak bisnis. Aku menikahi dirimu murni karena ingin memenuhi surat wasiat dari kakek buyutku. Surat wasiat dari kakek buyutku mengatakan kalau cicitnya nanti harus menikah dengan keturunan Charlie, kebetulan sekali keturanan Charlie satu-satunya adalah perempuan. Yaitu kamu. Sebenarnya saat kau masih berusia 10 tahun, kakekmu dan kakekku menjodohkan dirimu dengan diriku. Tanpa sepengetahuan dirimu." Bryan melirik ke arah Trianna sejenak, lalu kembali fokus menyetir.
Trianna menganga tidak percaya, tidak percaya karena Bryan berbicara panjang kali lebar kali tinggi. Walaupun ini bukan pertama kali Bryan berbicara panjang, tetapi biasanya Bryan tidak pernah berbicara sepanjang itu dan kata-katanya masih bisa terhitung. Dan Trianna terkejut karena hal yang di ucapkan oleh Bryan, membuat dirinya tambah menganga tidak percaya. Kakeknya menjodohkan Trianna saat Trianna berusia 10 tahun?! Fakta yang mengejutkan!
"Darimana kau tau tentang itu?" tanya Trianna penasaran.
"Aku ikut bersama kakekku saat menanda tangani surat perjodohan dengan kakekmu. Sebenarnya aku tidak boleh mengatakan hal ini kepadamu, tapi mulutku gatal untuk memberitahu ini kepada dirimu," jawab Bryan.
Wow! Hebat! Bryan berbicara lumayan panjang lagi! Sungguh pencapaian yang harus Trianna rayakan. Mendadak pikiran Trianna kini memikirkan harus tumpengan atau hanya membagikan nasi kotak kepada orang-orang di jalanan.
Tersadar dari pikirannya, Trianna memicingkan matanya kepada Bryan curiga. 'Ini kepribadian ganda dari Bryan bukan ya?' batin Trianna.
"Orangtuamu tau?" tanya Trianna. Bryan hanya membalasnya dengan mengangguk.
"Aku bahkan belum pernah bertemu dengan orangtuamu, dan pernikahan kita hanya tinggal 1 setengah hari lagi. Apa kita sudah mendapat restu dari mereka?" tanya Trianna.
"Orangtuaku sudah merestui kita sebelum kakekku dengan kakekmu membuat perjanjian itu," kata Bryan sembari fokus menyetir.
"Kenapa?"
"Mamahku sudah pernah bertemu dengan dirimu saat ia sedang berjalan-jalan di taman dekat dengan rumahmu dulu. Saat itu mamah tidak sengaja menjatuhkan dompet miliknya ke dalam got, kau datang dan membantu mamah mengambilkan dompet miliknya. Sejak saat itu mamah menyukai dirimu dan sangat setuju saat mendengar diriku akan di jodohkan denganmu," jawab Bryan masih fokus menyetir.
Trianna kembali menganga tidak percaya, 'Ini ... beneran Bryan bukan sih?' batinnya.
"Benarkah?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Trianna berbeda dengan isi hatinya. Bryan membalasnya dengan menganggukkan kepalanya.
"Kau ingin bertemu dengan kedua orangtuaku?" tanya Bryan.
"Sebenarnya mau, tetapi mana sempat, nanti Sabtu besok 'kan kita menikah. Memangnya mereka tidak akan datang ke pernikahan kita?"
"Entahlah, aku akan mengabari mereka nanti."
"Tunggu, kau belum memberitahu orangtuamu kalau kita akan menikah hari Sabtu besok?" Trianna memicingkan matanya curiga.
"Belum." Jawaban yang keluar dari mulut Bryan sukses membuat Trianna melototkan matanya.
"Heh! Kau harus memberitahu orangtuamu segera! Kita itu akan segera menikah tau!"
"Iya, aku akan memberitahu mereka langsung hari ini," ucap Bryan.
"Kau akan pergi ke London hari ini?" tanya Trianna.
"Iya, bersama dengan dirimu. Nanti sore kita akan berangkat ke London."
"APA?!"
.
.
.
To be content.
Hayyee gengs, apa kabar hari ini? Kalau baik ketik Bryan di komen, kalau tidak baik ketik Trianna di komen. Hahaha.
Gengs, nanti aku bakal pts, jadi kemungkinan cerita ini bakal slow update tergantung kapan aku selesai belajarnya yeah. Nanti aku bakal sempet-sempetin buat update kok. Kalo nggak update, nanti aku usahain bakal double update di hari berikutnya (tapi gak janji ya gengs). Hihi, maaf ya gengs.
Jangan lupa vote, komen, dan follow akun aku ya gengs. Bye bye!
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION [END]
FantasyGanti judul. JUDUL AWAL : Aku Karakter Novel?! . . . Seseorang dari dunia nyata bertransmigrasi ke dunia novel mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana jika karakter yang berasal dari dunia novel tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seseorang yang ada di duni...
![IMAGINATION [END]](https://img.wattpad.com/cover/351138855-64-k713416.jpg)