Happy Reading.
Suara sendok dan garpu berdenting memenuhi ruangan makan saat ini. Bryan memakan makanannya dengan tenang, begitu juga Trianna. Tapi, Trianna sesekali melirik ke arah tamu mereka hari ini.
Terbesit perasaan yang aneh saat melihatnya, entah apa itu. Yang jelas, Trianna juga merasa sangat aneh dengan Bryan. Mengingat terakhir kali mereka bertemu dengannya, di saat pesta itu, ia sempat marah kepada Lee.
Trianna melirik kembali ke arah Lee, ternyata Lee juga menatap ke arahnya. Karena terkejut, tanpa sengaja Trianna menjatuhkan garpu ke lantai.
"Maaf," ucap Trianna.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Bryan.
Trianna mengangguk sambil tersenyum, kemudian ia menukar garpu yang sudah kotor tersebut dengan yang baru.
"Bagaimana perkembangan bisnismu, Lee?" tanya Bryan.
Lee tersenyum, "Baik, lancar seperti biasanya."
Bryan menganggukkan kepala setelah mendengar jawaban dari Lee, kemudian melanjutkan makan malamnya.
Tiba-tiba saja Lee berdiri dari kursinya dan berjalan hendak pergi dari ruang makan itu.
"Kau mau kemana?" tanya Bryan heran.
"Aku mau pergi ke toilet," balas Lee.
"Memangnya kau tau di mana toiletnya?"
Lee berhenti, ia berbalik badan dan tersenyum kikuk.
"Ah iya, di mana toiletnya?" tanya Lee.
Bryan menatap ke arah Willy, "Willy, tolong antarkan Lee ke toilet."
"Tidak usah! Aku bisa sendiri, kok," tolak Lee.
"Tidak, biar Willy mengantar dirimu."
Lee menghela nafasnya, "Baiklah, tunjukkan jalannya." Willy menganggukkan kepalanya dan berjalan di depan Lee.
Setelah kepergian Lee, Trianna mendekatkan kursinya ke arah Bryan.
"Jadi dia beneran partner bisnis kamu?" tanya Trianna.
Bryan mengangguk, "Iya."
Trianna menyender di kursi, kemudian menatap ke arah kursi tempat Lee duduk.
'Aku merasa familiar dengannya,' batin Trianna.
"Kenapa?" tanya Bryan.
Trianna menggeleng cepat, "Tidak, tidak apa-apa."
Bryan menganggukkan kepalanya, "Hm, habiskan makananmu."
"Eh, iya," ucap Trianna melanjutkan makannya.
Beberapa menit kemudian, Lee dan Willy kembali ke ruang makan. Lee duduk di kursinya dan melanjutkan makannya. Setelah mereka selesai makan, Bryan mengajak Lee untuk ke ruang kerjanya dan menyuruh Trianna kembali ke kamarnya.
Trianna mengiyakan, dan di sini lah Trianna berada, di dalam kamarnya. Trianna merebahkan tubuhnya di atas kasur, meregangkan otot-otot tubuhnya.
Ia termenung sesaat, sebenarnya Trianna ingin sekali ikut ke ruang kerja Bryan. Tetapi ia tidak bisa, ia tidak ingin mengganggu urusan bisnis Bryan.
Tangan Trianna terulur untuk mengambil handphone miliknya, kemudian ia membuka handphonenya. Trianna terkejut saat melihat ada 55 panggilan tak terjawab dari Gelan. Ada apa dengan Gelan?
Kemudian ia mencoba untuk menelpon Gelan, tetapi tidak di angkat. Rasa khawatir Trianna membesar kala melihat pesan singkat dari Gelan.
Gelan💜
------------Pesan Baru-----------
Anna, jangan.
Sejenak Trianna terdiam, apa maksudnya? Trianna tidak mengerti. Haruskah ia pergi menghampiri Gelan?
Setelah berpikir panjang, Trianna membulatkan tekad untuk pergi menemui Gelan. Ia mengambil tas kecil yang berisi dompet, kemudian berjalan perlahan menuju pintu keluar.
Namun, belum sempat Trianna masuk ke dalam lift, tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya dengan obat bius. Trianna memberontak, tetapi tenaganya kalah besar dengan orang itu. Sampai pada akhirnya ia jatuh pingsan.
Orang itu kemudian mengikat tangan Trianna, kemudian menggotong tubuh Trianna dan menyimpannya di bagasi mobil. Orang itu kembali ke dalam, dan masuk ke ruang kerja Bryan.
"Saya sudah mengurusnya," ucap orang itu.
Lee tersenyum, kemudian ia menatap ke arah Bryan.
"Terimakasih sudah bertransaksi denganku," ucap Lee tersenyum. Ia mengambil segelas minuman alkohol yang ada di atas meja dan meminumnya.
Bryan hanya diam, mengamati pergerakan dari Lee. Setelah menghabiskan minumnya, Gelan pun berdiri.
"Baiklah, aku pulang dulu ya. Dan, tolong tepati janjimu." Lee berjalan meninggalkan ruang kerja Bryan, di susul oleh orang yang merupakan tangan kanan Lee.
Pintu tertutup, SRAK!
Bryan melempar semua dokumen yang ada di mejanya. Matanya terpejam, amarahnya meluap. Pintu terbuka, ternyata Willy yang masuk ke dalam ruang kerja Bryan.
"Ada apa, Tuan?" tanya Willy heran.
Bryan hanya diam, "Tolong urus ini." Kemudian pergi dari ruang kerjanya.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi?"
.
.
.
To be content.
HALLOOOO GENGSSS, kali ini update spesial tahun baru nih, xixi. Daripada gabut di rumah, mending baca img gk sih? wkwkwkwk
Happy new year, gengs! i hope di tahun 2025 lebih baik dari tahun 2024 yaa.
jangan lupa vote, komen dan follow akun aku!!!! terimakasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINATION [END]
FantasiaGanti judul. JUDUL AWAL : Aku Karakter Novel?! . . . Seseorang dari dunia nyata bertransmigrasi ke dunia novel mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana jika karakter yang berasal dari dunia novel tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seseorang yang ada di duni...
![IMAGINATION [END]](https://img.wattpad.com/cover/351138855-64-k713416.jpg)