Laskar~Laura = Hot night🔥
Cakra~Cahaya = Cold night❄
Mau malam yang panas atau malam yang dingin nih Bubu?☺
*********************
Untuk pertama kalinya Cakra datang ke apartemen Laskar. Sudah lama Cakra ingin berkunjung ke apartemen kakaknya, tapi baru malam ini keinginannya itu terealisasikan.
Cakra datang tidak dengan tangan kosong. Cakra membawa lilin aromaterapi yang dibelinya bersama Cahaya. Cakra juga membawa martabak manis, rasanya tidak enak jika berkunjung tidak membawa makanan.
Tepat pukul 8 malam Cakra sampai di apartemen Laskar. Cakra datang bersama Cahaya. Cakra sudah beberapa kali menekan bel, namun si empunya belum juga membukakan pintu.
"Apa kak Laskar udah tidur?" tanya Cahaya.
"Masa sih jam segini kak Laskar udah tidur? Biasanya kak Laskar tidurnya tengah malem, Ya." sahut Cakra.
Cakra kembali menekan bel. Tidak lama kemudian pintu terbuka, muncul lah sosok Laura dari balik pintu. "Kak Laura?"
"Kalian?" Laura tersenyum begitu tahu tamunya ialah Cakra dan Cahaya. Laura lantas membuka pintunya lebih lebar lagi guna mempersilahkan Cakra dan Cahaya masuk ke dalam. "Silahkan masuk."
Laura menutup kembali pintunya setelah Cakra dan Cahaya masuk. "Dalam rangka apa nih kalian tiba-tiba kesini?"
"Aku pengen berkunjung ke apartemennya kak Laskar. Aya aku ajak sekalian buat nemenin aku kesini." jawab Cakra.
"Ini buat kak Laura sama kak Laskar dari Cakra." Cahaya menyerahkan paper bag dan kantong plastik yang dibawanya kepada Laura.
Laura menerimanya dengan senyuman. "Wah, repot-repot banget kamu Cak! Tapi makasih lho!"
Cakra mengangguk sembari tersenyum. "Sama-sama kak. Aku sama sekali gak ngerasa repot kok."
Laura membuka pemberian Cakra. Isi paper bag ialah empat buah lilin aromaterapi, sementara isi kantong plastik ialah martabak manis. "Kebetulan banget gue lagi pengen lilin aromaterapi, makasih ya udah dibeliin! Ini martabaknya juga keliatan enak!"
Cakra tersenyum. Kado pilihan Cahaya ternyata tidak salah, Laura menyukai lilin aromaterapi pemberiannya. "Sama-sama, kak."
"Eh--duduk, jangan berdiri terus nanti capek!" Laura mempersilahkan Cakra dan Cahaya agar duduk di sofa ruang tamu. Tamunya ini tampak malu-malu seperti baru pertama kali bertemu.
Laura meletakkan pemberian Cakra di meja kemudian duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.
"Kak Laura nginep di sini?" tanya Cakra.
"Gue sekarang tinggal di sini sama Laskar." jawab Laura.
"Kak Laura tinggal berdua sama kak Laskar?" tanya Cahaya dengan raut wajah polosnya.
Laura mengangguk. "Iya. Tapi kalo pagi sampe sore, ada pembantu jadi gue sama Laskar gak berduaan terus!"
"Oh gitu." Cahaya mengangguk paham.
"Kak Laskar," Cakra tersenyum ketika Laskar muncul. Sosok yang ditunggunya akhirnya datang.
"Ngapain lo kesini?" Laskar bertanya sembari bersedekap dada. Laskar sedikit sinis saat menatap Cakra. Jujur saja Laskar masih menyimpan kebencian terhadap Cakra.
"Aku kesini karna aku kangen sama kak Laskar. Aku pengen ketemu kak Laskar." Cakra tersenyum lebar hingga lesung pipinya terlihat. Meskipun mendapat kesinisan dari Laskar, Cakra tetap tersenyum dan bersikap hangat kepada kakak seayahnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
For Him (End)
Novela JuvenilIni tentang LASKAR, LAURA dan LUKA. ***** Laskar artinya prajurit. Diharapkan ketika dewasa Laskar bisa setangguh prajurit. Tapi kenyataannya Laskar serapuh kertas. Hidup dengan berbagai masalah membuat Laskar hampir menyerah. Laskar dibenci dan sel...
