Setelah mengecek sekitar 2 kali untuk melihat penampilanku dipantulan kaca didalam kamarku. Dapat kuliat kemeja putih kebesaran dan jeans biru langit menambah kesan santai namun rapi terlihat nyaman kupakai untuk hari ini. Berjalan menuruni tangga untuk menyantap sarapan karena hari ini aku ada 1 kelas pagi
"Kak itu diluar ada yang nyariin kamu" kudengar ibuku menyahut dari dapur. Karena penasaran, sedikit berlari menuju jendela untuk melihat siapa yang ada diluar. Biasanya aku berangkat ke kampus berdua bersama Dino karena kami memang sekelas. Dengan menggunakan sepeda motor kesayangan Dino yang biasa ia panggil "Rebecca".
Namun setelah membuka jendela, dapat kulihat sebuah mobil putih yang familiar. Disampingnya terdapat Joshua sunbae yang sedang terlihat asik mengobrol dengan Dino yang sedang memarkirkan "Rebecca" disampingnya. Sedikit kaget aku langsung menuju meja makan meneguk segelas susu putih lalu pamit kepada ibu. Kudengar ibu sedikit mengomel karena aku tidak sempat makan sarapan yang ia buatkan. Maaf ibu aku takut membuat Joshua sunbae menungguku terlalu lama ucapku dalam hati
Setelah menutup gerbang segera kuhampiri Joshua sunbae. Pagi ini ia memakai hoodie berwarna putih dengan celana jeans hitam. Seperti biasanya poninya ia biarkan tergerai bebas memperliatkan jidatnya yang menambah ketampanannya makin sempurna. Ditambah jam tangan Rolex berwarna silver menghiasi tangan kirinya
"Surprise... Maaf datang tiba tiba" ucapnya setelah mengakhiri obrolannya dengan Dino. Kulihat Dino sudah menyalakan mesin dan melajukan "Rebecca" menuju kampus
Sedikit tersenyum aku menggeleng lalu ia membukakan pintu menyuruhku duduk disebelah kemudi. Setelahnya ia sedikit berlari memutari mobil lalu duduk dikursi kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.
Dijalan tidak ada yang memulai percakapan. Setelah sekitar 30 menit kami sampai dikampus dan Joshua sunbae mengantarkan ku sampai didepan kelasku.
"Terima kasih sunbae sudah mengantarkan ku, maaf membuatmu menunggu lama tadi" ucapku setelah sampai didepan pintu kelas. Ia tersenyum manis sambil mengusap puncak kepalaku
"Hmm tidak apa apa, belajar yang rajin yaa" ucapnya setelah itu berjalan menjauhi kelasku dan menuju lantai dua
"Keliatannya ada yang jadian niihhh" setelah duduk dibangku dapat kudengar suara Somi sahabatku yang juga baru sampai dan duduk disebelahku
"Aduuh pagi pagi sudah liat yang lagi kasmaran.... iri nyaaa" kali ini suara cempreng Hana yang khas kudengar sudah duduk dimeja kiriku sambil menaruh kepalanya diatas meja sambil senyum masam menatapku iri
"Apasih kalian berdua, Joshua sunbae cuman mengantarku aja kok" ucapku membalas ucapan mereka. Sudah kupastikan pasti Dino yang membocorkan kepada mereka karena ia saksi tadi pagi.
"Ya itu sama saja , coba pikirkan siapa yang mau repot repot menjemputmu pagi pagi. Kalau dia tidak ada rasa padamu buat apa dia repot repot menjemputmu sampai datang kedepan rumahmu pula" kini suara Somi kudengar bijak menjelaskan panjang lebar. Akibat ulahnya aku jadi melamunkan ucapannya. Apa benar Joshua sunbae menaruh hatinya padaku. Kupikir dia hanya bersikap baik padaku. Karena memang sifatnya yang selalu baik pada semua orang. Aku tidak mau merasa terlalu percaya diri. Aku hanya satu dari banyak orang yang menyukainya
"Ehh sudah jangan dipikirkan, mending kita kerjakan tugas kelompok ini. Kim Sangseongnim tidak bisa ikut kelas hari ini. Beliau ada urusan" kata Hana dengan semangat. Siswa teladan memang beda.
......
K
embali berkutat dengan tugas tugas yang menumpuk, aku kembali duduk diperpusatakaan dengan beberapa buku dan laptop kesayanganku. Namun kali ini tidak ada Joshua sunbae. Aku hanya bertemu tadi pagi, mungkin ia sedang ada kelas siang atau rapat BEM. Kembali meneguk susu pisangku sampai tandas lalu kembali fokus mengerjakan tugasku. Satu tugas ku telah selesai kini tinggal 1 tugas lagi, merangkum beberapa bab. Aku sudah tak sabar ingin pulang dan tidur dikasur kesayanganku.
Karena terlalu fokus aku tidak sadar kalau ada seseorang yang duduk disebelahku. Aku dikejutkan karena seseorang itu memasangkan salah satu headseat ditelinga kiriku. Setelah berbalik benar saja dugaanku. Joshua sunbae. Ia duduk dengan senyum manisnya seolah tidak terjadi apa apa
"Maaf membuatku kaget.... Aku kesini untuk mengantarmu pulang" ucapnya sedikit memajukan wajahnya agar suaranya terdengar olehku
"Apa masih banyak? Ada yang perlu kubantu?" kembali ia semakin mendekat karena ingin melihat apa yang sedang kuketik dilaptopku. Sungguh aku bingung dengan Joshua sunbae, kenapa ia hobi sekali membuatku terkejut dengan semua tingkahnya yang selalu datang tiba tiba.
"Tidak ada yang perlu kau bantu, sedikit lagi selesai kok sunbae" balasku yang juga ikut berbisik karena takut menggangu orang lain yang ada disini
Iya hanya tersenyum lalu menaruh sisi headseat yang lain ditelinga kanannya. Membaringkan kepalanya dimeja. Sepertinya ia lelah karena habis rapat mungkin, jadi kubiarkan ia istirahat sejenak. Kembali memfokuskan fikiranku untuk segera menyelesaikan tugas ku dengan cepat. Dapat kudengar lagu Urban Zakapa terputar melalui handphone Joshua sunbae. Sedikit melirik Joshua sunbae terlihat nyaman dengan tenang. Wajahnya sangat damai. Pantulan cahaya matahari membuatnya sedikit tidak nyaman, jadi kututupi cahanya dengan tanganku agar ia kembali tertidur dengan nyaman
Rambutnya sedikit menghalangi wajah tampannya. Karena gemas kutepuk pelan puncak kepalanya agar tidurnya makin nyaman. Aku tak bisa berhenti mengagumi setiap lekuk wajahnya. Dapat kulihat bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung menambah tingkat ketampanannya
Karena tugasku sudah selesai, segera kubereskan barang ku dengan pelan karena takut membuat Joshua sunbae terbangun. Setelah semuanya beres kembali menatap wajahnya. Aku tidak berniat membangunkannya, jadi ikut membaringkan kepalaku dimeja menghadapnya. Kapan lagi aku bisa berada sedekat ini dengannya.
Kembali kudengar lagu Yerin Baek terputar di haedseat yang berada ditelinga kiriku. Memberanikan diriku menyentuh puncak kepalanya dengan pelan. Matanya perlahan terbuka, ia terbangun dan malah menatapku tanpa mengatakan apapun.
"Maaf aku tertidur, aku lelah karena habis menyelesaikan rapat koordinat tadi pagi" ucpanya duduk tengak akupun mengikutinya lalu menganguk. Aku mengajaknya pulang karena tau ia sangat lelah. Salah satu alasanku juga adalah aku ingin melarikan diriku darinya karena takut degup jantungku terdengar olehnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Kasih Hyerin
Storie breviCerita tentang kisahku bersama Mr. Hong yang penuh kejutan
