1. Kamu Revano kan ?

4.1K 230 5
                                        

Suasana kantin SMA Patrisula dipenuhi oleh hiruk-pikuk para murid. Terdengar suara siswa yang memesan makanan, tawa mereka yang bercanda, bunyi notifikasi dari permainan mobile, hingga bisik-bisik gosip yang saling bersahutan, menyatu dalam keramaian khas jam istirahat.

SMA Patrisula merupakan salah satu sekolah menengah atas elit di Jakarta. Sebagian besar murid yang menimba ilmu di sana berasal dari kalangan berada, dengan latar belakang keluarga terpandang.

Di salah satu meja makan di sudut kantin, seorang lelaki duduk bersama teman-temannya. Mereka tengah menikmati makan siang sambil mengobrol santai.

"No, tolong sendok dong," 

"Nih,"

"No, garpunya juga dong."

"Ckh, nih!" Revano menyerahkan garpu dengan ekspresi malas.

"No, sambelnya sekalian dong."

Kesabaran Revano akhirnya habis. Tepat saat ia hendak menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya, Bima kembali mengganggu.

"Si anjing! Bisa Diem gak sih? Gue mau makan!" bentaknya kesal.

Revano Putra Ressel, seperti makna namanya, adalah sosok yang istimewa. Ia merupakan salah satu siswa paling populer di SMA Patrisula. Pernah menjabat sebagai ketua OSIS, Revano dikenal memiliki banyak penggemar dan menjadi kebanggaan para guru berkat prestasinya baik di bidang akademik maupun nonakademik. Postur tubuhnya proporsional dengan tinggi 183 sentimeter, dipadu wajah tampan bak malaikat, menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.

"Yaa, maap bos," ujar Bima sambil nyengir tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Abimanyu Kusuma adalah lelaki humoris yang mampu membuat siapa pun tertawa, namun di saat yang sama juga mudah membuat orang lain jengkel. Prestasinya di bidang akademik terbilang pas-pasan, tetapi kecerdasannya bersinar dalam dunia game. Ia juga memiliki postur tubuh paling kecil di antara para sahabatnya.

"Lu juga sih, kalau minta tuh langsung semuanya. Jangan satu-satu, pea!" omel Milo sambil menjitak kepala Bima.

Miliano Hegi Luhio atau yang akrab disapa Milo merupakan lelaki keturunan Italia dari sang kakek. Wajahnya tak kalah tampan, kulitnya sedikit tan, dengan tinggi menjulang mencapai 187 sentimeter. Dalam urusan akademik, ia sebelas-dua belas dengan Bima. Moto hidupnya sederhana: banyak teman, banyak rezeki.

"Yaudah sih," ucap Bima sambil memanyunkan bibir.

"Udah, udah. Bawel amat. Tinggal makan aja ribet banget," sela seseorang.

Bukan Revano yang berbicara, melainkan Juani.

Juani Tjahaja Akbar dikenal sebagai lelaki yang paling sok keren. Ia jarang bercanda, namun sekali melontarkan lelucon, hasilnya selalu sukses membuat orang terbahak. Meski terkesan cuek, Juani justru paling cepat peka terhadap keadaan sekitar. Wajah tampannya berpadu dengan tenaga yang kuat, menambah kesan karismatik pada dirinya.

Revano, Bima, Milo, dan Juani mereka bukan sekadar teman. Mereka adalah teman sebaya, teman sekelas, teman seperjuangan. Bisa disebut sahabat sejati, meski jelas bukan teman senasib, terlebih jika menyangkut urusan hati.

Di antara mereka, hanya satu yang sudah memiliki "monyet"—eh, maksudnya pasangan yaitu Revano. Ia dikenal tak pernah menjalani hubungan lebih dari tiga bulan. Namun hubungan yang satu ini berhasil bertahan hingga satu tahun lamanya. Meski begitu, seperti air laut, hubungan itu tak lepas dari pasang surut termasuk saat ini.

Saat mereka kembali melanjutkan makan dengan tenang, tiba-tiba sebuah gulungan kertas melayang dan tepat mengenai kepala Revano. Ia menoleh, matanya langsung menangkap sosok pelaku pelemparan kertas itu seorang gadis yang kini berjalan santai ke arah meja mereka.

STOLEN GIRLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang