16. Kita Liburan Ya

817 78 4
                                        

"Kita liburan, ya," ungkap Revano tiba-tiba kepada keempat temannya dan satu orang pacarnya.

Saat ini, Juani, Revano, Bima, Milo, Cania, dan Roseline tengah berkumpul di rumah Juani. Mereka merayakan berakhirnya ujian sekolah sekaligus pembagian rapor semester. Setelah melewati berbagai tugas akademik, tekanan ujian, dan jadwal padat selama beberapa bulan terakhir, akhirnya mereka memiliki waktu luang untuk bernapas—dan tentu saja, bersenang-senang.

"Full trip ditanggung Juani," lanjut Revano sambil tersenyum lebar, melirik Juani yang tampak kesal. Kekesalan itu bukan tanpa alasan, Juani baru saja kalah taruhan dari Revano beberapa waktu lalu.

"Mau ke mana emangnya?" tanya Milo, penasaran.

"Gue lagi pengin liburan di dalam negeri, deh," ujar Bima, menyampaikan pendapatnya dengan santai.

"Jogja gimana?" tawar Juani.

Kota Yogyakarta memang dikenal sebagai kota yang ramah di kantong, nyaman, dan penuh destinasi menarik. Setidaknya, pilihan itu bisa membantu menekan pengeluaran selama liburan nanti.

"Ide bagus tuh," sahut Milo setuju.

Sebenarnya, mereka semua pernah ke Jogja sebelumnya. Namun, perjalanan itu dilakukan bersama keluarga masing-masing, bukan dalam suasana liburan bebas bersama teman-teman seperti sekarang.

"Tapi ada tantangannya," ujar Juani lagi, membuat semua mata tertuju padanya.

"Apa?" tanya Revano.

"Kita ke sana low budget. Backpackeran. Gak ada fasilitas mewah sama sekali," ucap Juani sambil tersenyum penuh niat usil. Tatapannya sekilas mengarah ke Cania—gadis yang sudah terkenal sulit berpisah dari kenyamanan dan gaya hidup mewah.

"Kita naik kereta ekonomi, jalan-jalan naik motor, makan di pinggiran, dan nginep di homestay," lanjut Juani merinci persyaratan liburan mereka.

"Boleh tuh, challenge buat kita," kata Milo santai. Revano dan Bima pun mengangguk setuju. Bagi mereka berempat, liburan hemat bukanlah masalah besar. Mereka sudah terbiasa makan di warmindo atau tempat sederhana lainnya.

Justru, liburan kali ini terasa lebih menarik karena ada tantangan di dalamnya. Meski seluruh biaya perjalanan ditanggung Juani, pengalaman mengatur pengeluaran dan hidup lebih sederhana akan menjadi pelajaran berharga.

Namun, tidak semua orang seantusias itu.

"Gak, gue gak mau!" Cania menggeleng kuat.

"Gue gak mau! Masa harus naik kereta ekonomi?! Bisa remuk tulang gue!" keluhnya panjang lebar.

Padahal, sebelumnya Cania sudah mengetahui rencana liburan ini sejak awal karena diundang langsung oleh Juani. Awalnya, ia menyetujui ajakan tersebut karena jadwalnya kosong dan keluarganya tidak merencanakan liburan akhir tahun.

"Ikut aja, kenapa sih. Kapan lagi lo ngerasain susah," kata Juani, mencoba meyakinkan Cania.

Cania hanya bisa menghela napas panjang. Mau tak mau, karena sudah terlanjur berjanji, ia akhirnya mengalah dan menuruti rencana Juani—meski dengan setengah hati.

Revano yang menyadari bahwa konsep liburan ini mungkin akan cukup berat untuk Roseline, segera menoleh ke arah kekasihnya.

"Kamu gak keberatan, kan, sayang?" tanyanya lembut.

"Gak kok," jawab Roseline singkat, membuat Revano merasa lega.

"Kalau gitu, semuanya setuju, ya," ujar Juani memastikan sekali lagi.

Tak ada yang membantah.

"Oke, kita liburan seminggu. Sekalian tahun baru di sana. Mil, cari tiket kereta paling murah ke Jogja sekarang," putus Juani.

STOLEN GIRLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang