"Bram bapak mau ngomong sama kamu" kata Bayu yang sedang duduk di ruang tamu
Bram mengangguk lalu ikut duduk di sofa, "ngomong nopo pak ?" tanya Bram
"Apa kamu ndak ingin mencari ibu untuk Bella le ?" tanya Bayu
"Bapak kasihan, kemarin sore Bella nangis waktu pulang main, katanya dia mau punya ibu seperti teman-temannya"
"Bapak ndak maksa kamu le, tapi kasihan anak kamu masih butuh sosok ibu"
"Bapak percaya sama kamu, bapak ndak nyuruh kamu buat melupakan mendiang istri kamu Nadia"
Bram merenung, "Bram sudah memikirkan semuanya pak. Bram sudah menemukan perempuan itu. Tapi Bram sendiri ragu apa mau dia menerima Bram yang seorang duda beranak satu ini ?" tanya Bram menatap Bayu
"Siapa le, bilang sama bapak" jawab Bayu
"Anaknya pak Wardiman pak" sahut Bram
"Anak Wardiman ? Rinjani maksud kamu ?" jawab Bayu
"Enggeh pak" sahut Bram
"Bapak bakal ngomong sama Wardiman, kamu tenang aja ya le" kata Bayu menenangkan Bram
"Sebaiknya bapak saja" sahut Bram
"Kamu tenang aja, bapak bakal bantuin sebisa bapak" balas Bayu
"Ayah" panggil Bella dengan senyum mengembang
"Apa nduk kok lari-lari" kata Bram menghampiri anaknya lalu mengendong dan menciumi kedua pipi anaknya