12.

438 27 1
                                        

*

" Adekk temenin gue ke mall yukkk!! " Kepala Tio nongol dari balik pintu kamar keizha.

Keizha yang sedang ngedrakor pun terkejut karena saking fokusnya.

" Ishh ketuk dulu kek, nggak sopan banget!!! Gue bilangin mama papa loh" Ucap keizha dengan wajah ditekuk. Sebal rasanya.

" Iya dehhh tapi mau ya temenin gue "

" Skippp" Keizha menggelengkan kepalanya dan kembali menatap layar televisi.

" Ayolahh temen gue mau ngadain pesta ulang tahun, temenin cari kado"

Keizha memincingkan matanya " Temen apa temen? "

" Temen elah "

" Imbalan buat gue nemenin abang apa? "

" Ck.. serah deh, tapi jangan yang mahal-mahal. akhir bulan.. belum ada pemasukan. "

" Oke keluar dulu, mau siap-siap "

" Makasih adikuuu" Keizha hanya memutar bola matanya malas. Ia mematikan tayangan TV nya dan segera bersiap-siap.

°

Keizha dan Tio sudah hampir satu jam berkeliling mall, membuat kaki keizha hampir mati rasa.

" Bentar bang kaki gue kayak udah enggak ada rasanya. "

Ia pun duduk di kursi didepan sebuah toko baju. " Abang sebenernya mau beli apa sih, dari tadi cuma muter-muter terus?!"

" Nggak tau abang juga bingung " Jawab Tio dengan polos

" Hih capek banget sumpah, lo cari sendiri aja sana. Nggak kuat " Keizha melambaikan tangan kekanan kekiri.

" Rekomendasiin dong dek hadiah buat cewek gituu, gue bingung. Takut salah"

" Serah abang lahh, Temen abang juga enggak bakal tau kalau itu kado dari siapa. Kalaupun tau nggak mungkin komplain. Nggak tau terimakasih banget kalau sampai komplain "

Tio duduk disebelah keizha, karena kakinya juga sebenernya sudah merasa pegal-pegal. Keizha melihat-lihat sekelilingnya sambil mengistirahatkan kakinya.

" Ini toko baju, beli baju aja bang! " Keizha memberika ide.

" Iya juga kok enggak kepikiran "

" Udah sana cari sendiri, gue tungguin disini " Keizha sudah malas untuk berjalan.

" Tapi gue enggak tau model yang pas dekk!"

" Ya nanti tanya penjaganya, suruh kasih rekomendasi gitu! " Tanpa menjawab Tio segera masuk dan segera mencari baju.

°

Setelah selesai membeli baju, keizha meminta untuk ditraktir seblak. Entah mengapa, menunggu Tio berbelanja hampir setengah jam membuat ia pengen makan seblak. Enggak nyambung sebenernya, cuma yaa suka-suka keizha aja.

" Jangan pedes-pedes loh dek, level 1 aja. " Hanya dibalas deheman saja oleh keizha.

Ia segera turun dari mobil dan masuk ke warung seblak itu. Ia tidak menuruti ucapan tio, Ia memesan seblak level 3. Rasanya kalau enggak pedes nggak enak menurutnya.

Saat Ia menunggu pesanannya, tanpa sengaja Ia melihat dua sahabatnya sedang makan di warung pecel lele.

Mereka tampak sedang bersenda gurau, seru kali kelihatanya. Terkadang sang lelaki mengelap bibir si perempuan karena blepotan menggunkan tissu. Entah kenapa hatinya merasa sedikit nyut. Walau Ia tau jika sang lelaki selalu melakukan itu kepada para sahabatnya, tatap saja jika kepada wanita lain Ia merasa cemburu.

JOKER SQUADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang