15.

452 25 1
                                        

*

" Hah.. Panas banget. Pura-pura pingsan aja apa ya? biar cepet selesai. " Gumam keizha karena merasa gerah, dijemur dibawah terik matahari.

" Nggak usah aneh-aneh! " Juna yang berada disebelahnya ikut berbisik. Keizha mendegus kesal melirik sinis juna.

Mereka berdua sedang mengikuti ospek di kampus baru mereka. Mereka dijemur dibawah terik sinar matahari. Sebenarnya jam segini belum terlalu panas harusnya, tapi entah kenapa keizha merasa hari ini lebih panas dari biasanya.

Saat sudah selesai mereka menuju kantin kampus yang sudah ditunjukan tadi. Rasanya haus lebih mendominasi dari pada lapar. Tak tanggung-tanggung keizha memesan dua es teh dan satu mangkok bakso.

Sedangkan juna memesan satu gelas es jeruk dan satu mangkok batagor. Mereka memakan dalam diam, menganjal perut lebih penting dari pada membahas topik.

Para anggota joker squad ternyata dipertemukan kembali dikampus yang sama, kecuali cia. Cia sekarang berkuliah di Jepang.

Ternyata...

Sekitar tiga hari setelah keizha mengunjungi rumah cia, ia ditelfon oleh nomor yang tidak dikenal. Awalnya ia mengacuhkan panggilan itu, karena mungkin hanya orang iseng. Apalagi ia masih kepikiran tentang cia.

Karena kesal ditelfon terus-menerus, ia pun menganggkatnya. Betapa senangnya dia karena teryata yang menghubunginya adalah cia. Ia sempat marah-marah karena cukup lama tidak ada kabar dari cia.

Ternyata kronologi nomor lama cia yang tidak bisa dihubungi karena handphonenya meledak saat dicas. Ia lupa mencabut kabelnya, untungnya tidak menimbulkan bencana yang lebih serius seperti kebakaran misalnya.

Ia sempat diceramahi seharian penuh oleh mamanya, papanya juga menceramahi mungkin cuma sepuluh menitan. Sungguh mulut ibu-ibu tiada tandingannya, kuping cia rasanya sudah panas. Tapi ya gimana, ia yang salah.. Daripada diceramahi lebih lama lagi lebih baik ia mendengarkan walau masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Papa cia sudah akan membelikan handphone baru untuk cia, tetapi mama melarangnya, biar jadi pelajaran katanya. Baru setelah di Jepang beberapa hari ia dibelikan handphone baru.

Untuk cia yang kuliah di Jepang, ternyata keluarganya pindah kesana untuk mengurus perusahaan milik keluarga yang ada disana. karena kedua orang tuanya sama-sama anak tunggal jadi hanya bisa mengandalkan papanya saja. Kakek cia sudah tidak terlalu sanggup jika harus mengurus semuanya, mungkin hanya membantu beberapa.

Untuk perusahan yang ada di indonesia, papa mengutus orang kepercayaan keluarganya untuk mengurusnya. Jadi papanya hanya meng-handle dari Jepang. Mungkin beberapa kali bisa bolak-balik indo-jepang untuk papanya memeriksa keadaan perusahaan.

Karena papa mama cia tidak tega meninggalkan cia sendirian jadi ia ikut pindah saja ke Jepang. Sebenarnya cia sih enggak papa tinggal sendiri, Cuman ya perintah orang tua mending diturutin saja.

Keizha sempat menangis karena ditinggal sahabatnya pergi jauh.. Tapi zaidan menenangkannya, katanya "cia pasti balik kesini. Tapi enggak dalam waktu dekat, tapi kan masih bisa telfon/VC an kalau kangen sama cia"

Jadi ya begitu...

Cia dan keizha sekarang hanya bisa mengandalkan panggilan video untuk mengikis rasa rindu. Terkadang yang lainnya juga ikut.

Untuk jurusan, Juna dan keizha masuk ilmu hukum. Adit dan Nathan kedokteran, gilang komunikasi. Sedangkan El dan zaidan masuk ekonomi. Kalau cia sudah pasti masuk bisnis karena akan mewarisi perusahaan milik keluarga yang pastinya akan diturunkan kepadanya nanti.

....

Sedari tadi banyak orang-oraag yang melihat kearah keizha dan juna. Mungkin karena visual mereka yang begitu memikat, membuat yang melihatnya tidak bisa melepas pandangan dari mereka berdua. Mereka berpikir mungkin keizha dan juna sepasang kekasih, karena dari mereka kemana-mana selalu berdua.

JOKER SQUADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang