ksn sudah di depan mata, seongmin yang memang sudah lebih dari kata siap memanjatkan doa sebelum lomba dimulai.
tanggal 5 bulan april menjadi hari yang sangat besar baginya. sebab di hari itu seongmin akan mengerahkan seluruh ilmu yang sudah dipelajari untuk bersaing dengan puluhan, ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan siswa-siswi dari sekolah lain di dalam olimpiade ksn.
tidak hanya bersaing dengan siswa-siswi sekolah lain, seongmin juga akan bersaing dengan taeyoung. dan kalau dia menang dengan skor yang lebih besar daripada taeyoung, dia akan menagih mint choco yang sudah dijanjikan padanya.
di hari olimpiade mereka berdua fokus pada lomba masing-masing, berkomitmen untuk tidak mengganggu satu sama lain selama perlombaan dimulai.
lalu setelah hari lomba, semuanya berjalan seperti biasanya. sampai tiba dipengumuman juara yang biasanya akan disampaikan lewat majalah dinding.
seongmin yang baru sampai sekolah bersama dengan sunoo di sebelahnya menatap heran pada sekumpulan siswa-siswi yang berada di depan majalah dinding.
"kenapa itu?" seongmin bertanya sambil menengok pada kerumunan itu.
bahu sunoo terangkat sedikit. "gak tau, tapi heboh banget kelihatannya."
karena sama-sama penasaran mereka berdua pergi menghampiri kerumunan itu. tubuh seongmin yang cenderung lebih mungil dibanding siswa-siswa disana dengan mudah menyusup sampai ke barisan kerumunan paling depan.
ketika berada di barisan terdepan, seongmin bisa melihat ada sebuah kertas yang tertempel di majalah dinding. sebuah kertas yang berisikan juara olimpiade ksn minggu lalu.
mata seongmin terbuka lebar saat melihat namanya berada di urutan ketiga, dengan keterangan: juara satu ksn mata lomba kebumian.
tapi selain seongmin yang berada di juara satu, ada hal lain yang membuatnya terkejut, yakni nama taeyoung yang berada di atas namanya dengan keterangan: juara satu ksn mata lomba fisika.
setelah mengetahuinya seongmin segera menarik diri untuk keluar dari kerumunan. sunoo yang menunggu tidak jauh dari kerumunan terkejut saat melihat seongmin yang berlari ke arahnya dengan wajah shock.
"seongmin, lo oke?" sunoo bertanya khawatir.
dengan napas naik turun, seongmin menggelengkan kepalanya. kedua tangannya memegang pundak sunoo yang berada di hadapannya.
sebagai sahabat sunoo tentu saja khawatir melihat seongmin saat ini. tangannya memegang pergelangan tangan seongmin. "kenap–"
tanpa menunggu sunoo menyelesaikan pertanyaannya, seongmin sedikit mencengkram kedua pundak pemuda manis di hadapannya. dia merubah posisi sunoo menjadi menghadap padanya. "gue punya kabar baik dan kabar buruk, lo mau denger kabar baik atau kabar buruk dulu?" selanya.
"kabar baiknya,"
"gue juara satu ksn,"
"wih keren, harusnya lo gak meski masang muka panik gitu. kan lo udah dapet juara satu ksn,"
"masalahnya lo belum denger kabar buruknya,"
sunoo memiringkan kepalanya sedikit, dengan wajah bingung dia bertanya. "emang apa kabar buruknya?"
"gue–"
"seongmin,"
sebuah suara memanggilnya. meski bukan suara hantu, sukses membuat seongmin bergidik ngeri. seongmin menoleh ke sumber suara yang berada di belakangnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
7 days 7 mission
Fanfictionseongmin suka sekali bermain game. salah satu jenis game yang paling dia suka adalah game berjenis simulasi. tapi bagaimana jadinya, jika suatu hari seongmin terjebak di dalam sebuah game simulasi bersama dengan taeyoung, musuhnya di masa sma?