Hari mulai terlihat menggelap tapi tiga orang manusia itu masih duduk santai di dekat pos administrasi seperti menunggu seseorang, sesekali mereka melihat kearah pintu masuk untuk memastikan sesuatu. Udara semakin dingin, dan merekapun mulai tampak gelisah. Lampu lampu kecil yang berjejer menuju puncak mulai dinyalakan, seorang pria keluar dari pos administrasi menghampiri tiga gadis itu.
"Nona, bisakah saya pergi untuk makan lebih dulu? Saya belum makan sedari siang"
"Tentu saja ahjussi, silahkan makan terlebih dulu" jawab jennie dengan senyumannya.
Setelah penjaga pos itu pergi, semuanya berdecak bersamaan. Ahyeon berdiri sekali lagi memastikan orang yang mereka tunggu datang.
"Apakah bocah itu ingin mengibarkan bendera perang denganku? Disini dingin sekali" oceh ahyeon seolah berbicara pada seseorang.
Jennie ikut berdiri menghampiri ahyeon untuk melihat ke arah pintu masuk, tak ada siapa siapa disana hanya suara angin yang berhembus kencang.
"Apa dia benar benar kemari jennie? Bukankah seharusnya dia sudah sampai satu jam yang lalu?" Dari belakang mina berbicara membuat jennie membalikan badannya.
"Entahlah, aku sudah beberapa kali menelponnya tapi ponselnya tidak aktif" ujar jennie menenangkan diri sendiri.
Mereka bertiga berniat memberikan kejutan pada lisa di tempat camping mereka minggu lalu, inisiatif ahyeon memang antimainstream bahkan ia menyewa tempat ini untuk 5 jam kedepan. Mereka sudah siap dari jam 4 sore tadi dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 6.15 kst, lisa tak kunjung datang meski mereka telah membeku kedinginan seolah lisa tega melakukannya bahkan gadis jangkung itu tak sekalipun menghubungi salah satu dari mereka.
"Aku akan memberikannya toleransi! Jika setengah jam lagi dia belum datang, kita pulang saja!"
Jennie terkejut dengan ucapan ahyeon, maka dari itu ia refleks menatap manik ahyeon yang terlihat marah itu. Jennie tahu ia juga sudah lelah menunggu kekasihnya itu bahkan ia masih menggunakan seragam sekolah dan sehelai cardigan tipis. Mereka tidak mengira udara akan lebih dingin dari biasanya, sebenarnya bisa saja mereka pulang sedari tadi tapi mengingat rencana yang sudah mereka susun bahkan jennie sudah mempersiapkan beberapa barang untuk lisa.
Melihat ahyeon yang kembali duduk di kursinya, jennie menghembuskan nafasnya ia juga merasa bersalah pada teman temannya, ia duduk di samping ahyeon sembari menatap mina yang duduk di samping jennie. Karna posisi jennie ada di tengah tengah ahyeon dan mina.
Jam terus berjalan, penjaga pos itu sudah kembali dan ketiga gadis itu masih ada di tempatnya duduk dengan masing masing memegangi sebuah hadiah berukuran besar.
Hacih...
"Ayo tunggu di kedai depan saja! Lama lama udara ini akan membunuh kita" ahyeon berdiri setelah mendengar jennie bersin.
Ahyeon pergi lebih dulu membuat dua orang dibelakangnya langsung berlari mengikutinya. Tak jauh dari pintu masuk memang tersedia beberapa kedai yang menjual makanan, sebetulnya ini bukan tempat camping yang dikhususkan untuk orang orang yang berjiwa alam. Biasanya jika mereka camping mungkin tempatnya akan jauh dari pemukiman dan bertemakan alam liar, tapi disini tempat itu tak jauh dari pantai yang merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi orang, tapi karna memiliki pemandangan indah bukit yang berada di atas lautan ini dijadikan tempat untuk orang orang berkemah.
Ahyeon, jennie dan mina tidak berniat membeli makanan berat mereka hanya membeli minuman hangat yang dijual di minimarket yang ada disana. Memutuskan untuk duduk di luar sembari menunggu lisa mereka bergabung dengan beberapa orang sekitar yang tengah berkunjung ke pantai.
"Kecelakaan yang terjadi di simpang 6 memakan korban. Sekitar 7 orang dinyatakan meninggal lainnya masih dalam tahap pencarian"
KAMU SEDANG MEMBACA
Let u go ✔
Fan-FictionDi dalam kehidupan memang tak luput dari beribu ribu masalah yang datang. Aku mengizinkan seluruh dunia membenciku tapi tidak denganmu. #JENLISA #JENNIE #LISA
