Lisa datang ke bengkel kakak seulgi dengan wajah yang masam, baru satu orang yang ada disana pria yang baru lisa kenal sebulan yang lalu namanya lee minho tapi pria itu memperkenalkan dirinya dengan panggilan lino. Dengan kaos putih yang sedikit kotornya lino bingung melihat lisa yang kembali ke bengkel padahal gadis itu mengatakan jika ia berhenti dan akan kembali kesekolah. Masih lengkap dengan seragamnya lisa membuka bagasi mobil, ia mengambil barang barang dan mulai berkutat menyelesaikan pekerjaan yang kemarin belum ia selesaikan.
"Ada masalah?" Lino menghampiri lisa berdiri di hadapan gadis itu sambil menyandarkan tubuhnya pada mobil yang sedang lisa perbaiki.
"Oppa, aku ingin bertanya sesuatu padamu"
"Kenapa kita harus mencintai seseorang?"
"Wae? Kenapa kau bertanya hal seperti itu? Tentu saja setiap orang butuh pendamping li. Tidak ada yang bisa hidup sendiri, coba lihat kebanyakan orang yang ditinggal oleh orang yang mereka cintai banyak yang depresi"
Lisa terdiam seolah memproses setiap kata yang dikatakan oleh lino, tapi benar adanya buktinya pads awal lisa dan jisoo kehilangan orangtuanya lisa sempat dinyatakan memiliki PTSD atau post-traumatic stress disorder karena ia sempat berlari dari rumahnya setelah mendengar kabar orangtuanya yang mengalami kecelakaan ia tertabrak mobil karna kecerobohannya itu walaupun tidak parah tapi cukup membuat lisa dibawa ke rumah sakit karna pendarahan hebat di tangan kanannya.
Mungkin jisoo tidak salah memiliki perasaan pada taehyung yang salah adalah mengapa orang yang jisoo cintai adalah taehyung. Kali ini lisa mengalah ia membentengi perasaannya untuk tidak membenci kakaknya kali ini dia hidup untuk dirinya dan jennie yang sekarang sudah menjadi kekasihnya. Banyak yang harus lisa urus terutama bayi yang sedang jennie kandung.
Prang...
Lisa menjatuhkan alat otomotif yang sebelumnya ia pegang, rasanya sesak tapi lisa tak bisa meluapkan itu pada siapapun.
"Jika kakakku membela cintanya, aku juga akan memperjuangkan jennie sekuat yang aku bisa" lisa berkata dalam hatinya.
"Ada apa? Hey lihat kakimu berdarah lisa!"
Lisa melihat kearah yang lino tunjuk, benar kakinya berdarah mungkin terkena ujung kunci inggris yang tajam. Lisa tak merasakannya berarti luka itu kecil tapi yang membuat lino panik adalah darah lisa yang keluar dengan jumlah yang tak biasa, darah itu terus menerus keluar membuat pria di depannya dengan cepat mencari kain bersih untuk menutupi luka lisa. Namun yang terluka hanya diam karna hal itu sudah biasa baginya, lino dengan cepat mengelap darah lisa.
"Lisa darahmu kenapa tidak berhenti? Ayo ke rumah sakit" dengan panik lino terus mengelap darah lisa.
"Sudahlah oppa ini sudah biasa, aku akan pulang terimakasih atas saranmu"
Lino kebingungan, kenapa sebenarnya lisa. Tiba tiba datang lalu tiba tiba pergi, melihat bekas darah lisa yang banyak lino merasa khawatir pada rekannya itu.
*
Lisa sampai dirumah sore hari, entah pergi kemana seharian tapi jennie mengira jika lisa pergi sekolah dan pulang sesuai jadwal. Gadis bermata kucing itu tengah berkutat dengan susu hamil nya baru saja menghabiskan susu itu lisa datang membuka pintu rumah.
"Sayang kau sudah pulang?"
Seakan kekesalannya hilang, wajah jennie membuat lisa menjadi tenang seperti itulan kebiasaan lisa dulu jika ia sedang merasa marah atau lelah ia akan mencari jennie. Bermain dengan gadis bermata kucing ini adalah solusi yang ia cari jennie memang ahli dalam melepas lelah lisa. Lisa mendekat dan memeluk jennie dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let u go ✔
FanficDi dalam kehidupan memang tak luput dari beribu ribu masalah yang datang. Aku mengizinkan seluruh dunia membenciku tapi tidak denganmu. #JENLISA #JENNIE #LISA
