14

946 74 1
                                        

Bel istirahat baru saja berbunyi, guru pun berlalu ke luar terlihat siswa dan siswi berteriak di dalam hati karena akhirnya jam yang mereka tunggu tunggu tiba. Sebagian orang sudah keluar menyerbu kantin untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan ada juga yang memutuskan untuk berdiam dikelas karna ada hal lain. Termasuk jennie yang menunggu lisa menjemputnya untuk keluar, setelah kejadian keguguran beberapa minggu yang lalu jennie memang sering merasa kelelahan berlebih, perutnya sering sakit bahkan kemarin ia tiba tiba mengalami kram perut, tapi dokter mengatakan jika itu adalah efek samping dari keguguran. Jennie duduk sambil membereskan bukunya.

"Baru masuk hari ini ya?"

"Rasanya aneh pindah sekolah ditengah semester seperti ini" gadis berambut panjang tiba tiba mendekati jennie.

Gadis itu bernama choi ji-su, tetapi teman teman sekelasnya sering memanggilnya lia.

Brak..

"Bilang saja kau dikeluarkan karna bunting kan?!" Yang berbicara kini adalah gadis disebelah lisa, tulisan di name tag nya adalah shin yuna.

"Siapa namanya tadi? Kim jennie kan?" Tambahnya sambil mendekatkan wajah pada jennie.

"Aku punya teman yang sekolah di sekolahmu yang dulu, dan mereka bilang kalau kau bunting" jennie merasa terintimidasi karena yuna mulai meletakan telunjuknya di dagu jennie.

"Lalu dimana bayimu sekarang? Dirumah? Dan ibunya malah enak kembali ke sekolah?" Lia kembali berbicara.

"Aduhh, lama lama sekolah kita yang ga beres. Kenapa nerima orang yang abis bunting" dengan nada sarkasnya gadis lain bernama Yu Ji-min menimpali ucapan lia.

Keempat gadis yang berjajar mengelilingi jennie ini tertawa, entah apa yang mereka tertawakan tetapi kegiatan mereka tak sekalipun di gubris beberapa siswa yang masih ada di kelas.

"Ya! Kalian sedang apa?!" Tiba tiba suara seseorang mengejutkan mereka, semuanya berbalik dan pandangan mereka tertuju pada tiga orang gadis yang berdiri di depan pintu kelas.

"Ohooo, jadi kau dikeluarkan karna bunting atau karna kau seorang lesbian?"

Jennie memejamkan mata merasakan rasa nyeri yang mengganggu di perutnya, ia tidak ingin terlihat lemah di depan lisa. Justru dulu ia yang selalu galak pada lisa, seharusnya ia juga bisa mempertahannya gelar galaknya itu pada lisa.

"Kalau kalian mengganggunya maka kalian berurusan denganku"

"Ya! Jung ahyeon! Jangan kira kami takut padamu. Kalau ayahmu bukan guru disini kau sudah habis di tanganku" Lisa berkata setelah itu menyuruh teman temannya pergi dari kelas itu.

Melihat jennie yang melipat bibirnya, lisa tahu jika jennie sedang menahan sakit dengan cepat gadis itu mendekati jennie.

"Kau tak apa nini?!" Wajah lisa terlihat panik.

Jennie hanya menenangkan lisa dengan sebuah anggukan dan senyum manisnya, perutnya sakit jennie tidak bisa menyangkal itu tapi ini adalah hari pertamanya sekolah, dan ia tidak ingin merusak masa sekolah untuk yang kedua kalinya. Beruntunglah ada lisa yang bisa mengakali jennie untuk kembali masuk sekolah.

"Maaf kemana perginya jung ahyeon dengan sabuk merahnya? Ayahmu ternyata lebih menakutkan dari pada jurus taekwondo mu. Hahaha" mina berkata dari bekalang membuat ahyeon memutar matanya malas.

"Ya! Diam"

"Hai, perkenalkan aku ahyeon dan ini...

"Mina" sahut gadis dibelakang ahyeon jennie menyambut mereka dengan senyuman.

"Ahh sebetulnya aku muak dengan mereka, Para gadis nakal itu sudah beberapa kali dihukum appa tapi masih belum jera ternyata"

"Jangan hiraukan mereka jen, satu kelas dengan mereka pasti sangat menyebalkan tapi anggaplah mereka angin lalu saja" ahyeon menasehati jennie.

Let u go ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang