27

3.5K 121 4
                                        

Suasana malam di kota seoul terasa sedikit dingin di karenakan hujan mengguyur sepanjang jalan membuat pria manis ini terlihat sedikit menggigil di dalam mobil.



Pria beralis camar itu pun sadar bahwa kekasihnya ini sedikit mengigil segera mark menaikkan suhu penghangat ruang di mobilnya tersebut.





"sayang.. kamu kedinginan, mau aku belikan kopi dulu" tanya mark kepada haechan yang hanya terdiam tidak ada respon, pria manis itu sedari tadi menatap keluar jendela dan hanya memperhatikan rintik-rintik hujan yang mengenai kaca mobil mark.


Haechan mengingat perkataan jake tadi


Flashback.


"apa... kamu, hah... jangan bercanda aeigiya..." ucap jake hanya tertawa kecil mendengar perkataan haechan




"aku serius hyung.. aku.. aku hamil.. " jake menatap haechan yang memang terlihat sangat serius.



"bagaimana bisa, maksud aku.... kamu kan... aku tau kamu itu dari gen yang spesial, bisa hamil, itu turunan dari orang tua kamu, dan kamu termasuk orang yang spesial... tapi permasalahnya.... kamu masih senior high school.. kamu belum lulus chan.. tinggal 1 tahun lagi kamu akan lulu.." ucap jake yang terlihat sangat kaget dengan pengakuan haechan yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.









"aku tidak tau, kehamilan ini kapan terjadi, tapi pertama aku merasakan hal aneh saat 2 hari setelah kepergian mommy, aku sering mual, kepala ku terasa sangat pusing, dan aku tidak suka dengan aroma-aroma tertentu yang harusnya aku suka.... karena itu aku cari di google ini semua menujukkan ciri orang yang lagi hamil, aku pun beranikan diri untuk chek... dan yah.. aku hamil hyung..." ucap haechan





"wah... aku bena-benar tidak tau harus berkata apa, di sisi lain aku senang karena kamu mengandung calon keponakan aku, tapi disisi lain, kamu masih sekolah aegiya.. lihat aku bahkan masih memanggil mu bayi... padahal kamu sudah mengandung bayi... aigoooo kepala aku pusing" ucap jake





"mian hyung... aku kebablasan" ucap haechan mengelus perutnya, jake melihat itu hanya tersenyum




"boleh aku usap keponakan aku..?" tanya jake yang duduk di depan haechan, terlihat haechan hanya mengangguk dan tersenyum lebar





"ehem... emm.. annyeong aegiya... aku paman kamu... nama aku jake...mulai hari ini sampai seterusnya aku akan menjaga mu dengan mommy kamu.." ucap jake mendongak menatap haechan dengan senyuman yang sangat hangat.





"hyung.. terima kasih... sudah mengatakan itu... aku merasa sedikit lebih nyaman" ucap haechan




"diamlah.. aku sedang berbicara dengan keponakan aku.." ucap jake kembali lanjut mengelus perut haechan





"aegiya.... jangan buat mommy kamu kesusahan yah, jangan pilih-pilih makanan.. makan yang banyak dan segeralah keluar, paman akan ajarkan bersepeda, balap motor, atau kamu mau jadi pembalap hebat seperti mommy kamu?... " ucap jake, yang mendapat tabokan kecil di kepalanya






"hyung.. tidak.. berbahaya...
omo... mengapa aku menjadi seperti mommy, menghawatirkan anaknya saat bermain motor.. omo.. aku harus meminta maaf yang banyak kepada mommy.... aku merasakan ke khawatiran itu sekarang.." ucap haechan , jake yang mendengar itu hanya tertawa







"hahhaha kau itu ada-ada saja... ohiya ayo..." ucap jake terlihat haechan hanya mengekor




"kamu belum pernah ke dokterkan untuk check kandungan mu.. ayo.. aku antar.." ucap jake



ENCHANTED  (MARKHYUCK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang