Suasana di kelas haechan saat ini sangatlah tenang tidak seperti hari-hari biasanya, haechan pun sama tidak seperti biasanya yang ikut tenang. Di karenakan fikirannya penuh dengan ucapan daddynya semalam.
Haechan mengingat ucapan daddynya yang menyuruhnya ke chicago.
"jadi... bagaimana dengan sekolah mu, kamu mau putus sekolah dan pindah ke chicago?" ucap johnny membuat haechan kembali meneteskan air matanya jika dia pindah ke chicago dia akan berpisah dengan mark.
"tapi bagaimana dengan mark..." tanya johnny lagi
"dia sudah memilih daddy... dan keputusan haechan sudah bulat, tidak ingin melibatkan mark dengan kehidupan kita kelak..aku akan mencoba membuka lembaran baru di chicago.. dan juga dad... yang mengetahui masalah ini hanyalah jake dan daddy, jangan sampai ada orang lain mengetahui aku mengandung anaknya mark" ucap haechan
"kenapa aegiya.. bukankah lebih bagus jika mark-" ucapan ayah haechan terpotong saat haechan menatap johnny dengan serius
"tidak dad.. dia sudah memilih, dan mark belum siap dengan semua ini, bahkan dia mengatakan tidak terlalu suka dengan anak kecil, maka itu... aku tidak mau melibatkannya, yang ada nanti mark terlibat aku yang merasa bersalah sampai mati.. karena mark tidak menginginkan hal ini" ucap haechan
"aku mengerti dan aku paham maksud pemikiran mu ini aegiya... tapi masalahnya apa kamu bisa melanjutkan hidup mu sendirian tanpa pendamping, tidak mudah loh chan-ah... hidup sendirian mengurus bayi.. bahkan mommy mu dulu ikut nangis jika kamu dan hyung mu nangis tapi tidak mau berhenti.. tidak mudah mengurus buah hati ini sendirian sayang..." ucap johnny menatap perut anaknya yang masih rata
"aku bisa kok dad.. kan ada jake hyung dan juga daddy.. yang mendukung ku" ucap haechan
"hmm..baiklah.. kalau begitu, selesaikan dulu urusan mu di sekolah dan mark... berpisahlah dengan baik-baik.. dua minggu lagi kita pindah ke chicago... biarkan dejun dan hendery yang tinggal di sini" ucap johnny
"chan-ah.. yakk... HAECHAN-AH...." ucap jaemin berteriak di telinga haechan yang melamun sejak pelajaran berlangsung hingga jam istirahat tiba.
"yakkk.. kamu mengagetkan ku...ssaek-" ucap haechan yang berusaha mengontrol ucapannya karena kata daddy nya itu tidak baik untuk bayi jika dia mendengar orang tuanya mengumpat.
"mwo... saekkiyaa... ?" ucap jeno melanjutkan ucapan haechan sambil merangkul jaemin
"ayo ke kantin" ucap sohee
"ayo..." ucap renjun beranjak dari duduknya
"menu hari ini apa?" tanya haechan
"salad nugget, udon seafod dan-" ucapan sohee terpotong saat haechan menggelengkan kepalanya
"tidak.. aku tidak mau.. sudah sana kalian pergi makan saja... aku mau keluar ngerokok dulu" ucap haechan berbohong, dan hanya mengambil rokok jaemin
Haechan pun melangkahkan kakinya keluar dari kelasnya dengan tas di pundaknya
Tut..tut..tut...
"hyung.... tolong jemput aku yah.. aku sangat lapar, menu di sekolah buat aku mual" ucap haechan saat telponnya tersambung
"hmm arasso jake hyung.. aku tunggu di depan" ucap haechan
KAMU SEDANG MEMBACA
ENCHANTED (MARKHYUCK)
Fanfiction"Inilah aku .. aku hanya menujukkan siapa diriku yang sebenarnya hanya kepadamu.. karena aku mencintai mu... bahkan sebelum kau mencintai ku." ⚠️ BXB ⚠️ MARKHYUCK / MAHAE 18+
