03 - Apa Itu Dirayakan?

230 42 1
                                        

Happy Reading semua
Jangan lupa Vote and Komen ceritanya
••





Diatas motor, angin sepoy sepoy menerpa wajah teduh Lily, gadis itu tidak memakai helm yang membuat angin dengan bebas mengembus rambutnya yang tergerai panjang.

Tiba tiba Raga memberhentikan motornya. Pria itu turun dari motor dan mengambil helm didepan yang memang sudah dirinya siapkan untuk Lily.

"Pake helmnya biar kamu ga kedinginan." Tuturnya lembut memakaikan helm pada Lily dengan hati hati.

"Aku baik baik aja Raga." Respon Lily.

"Pake aja." Jawabnya santai dan dijawab anggukan oleh Lily. Pria kembali mengendarai motor kesayangannya.

Dalam kecepatan angin yang menggelai kedua tangan Lily melingkar sempurna membalut tubuh kekar Raga. Dalam pelukannya ia merasakan kehangatan yang sudah dari lama sangat ia rindukan.

Raga yang merasakan pelukan tangan wanitanya itu tersenyum senang sambil mengelus elus tangan Lily dengan satu tangan kirinya, tangan kanan ia gunakan untuk menyetir motor.

"Kau merindukanku gadis kecil?." Teriak Raga mengalihkan kepalanya sedikit.

Lily menggeleng. "Aku hanya merindukan aroma baju kamu." Tutur Lily, dia semakin mengeratkan pelukan tangannya.

"Kenapa gapernah mau jujur? Sangat jelas kalau kamu merindukanku." Kekeh Raga. Lily lagi lagi menggeleng membuat Raga juga lagi lagi terkekeh akan sikap lucu pacarnya itu.

"Lily ambil hpku di tas yang paling kecil." Titah Raga tiba tiba.

"Buat apa?." Tanya Lily heran sambil menopang dagunya dipundak Raga.

"Ambil aja." Titahnya lagi. Lily dengan segera mengambil hp Raga meskipun gadis itu sedikit kesusahan karena memang posisi mereka sekarang lagi dijalan dengan hembusan angin menerpa wajahnya.

"Buka kamera terus foto kita berdua, yang bener fotonya jangan sampe aku keliatan jelek." Teriak Raga dengan pandangan yang fokus kedepan.

Lily yang mendengar itu sedikit membuahkan senyuman kecil yang tertarik dari ujung bibirnya, pipinya sedikit panas mendengar apa yang diucapkan Raga.

"Buat apa Raga?."

"Buat di post, biar semua orang tau sekarang aku lagi sama kamu, pacar Raga yang cantik." Ujarnya yang sukses membuat pipi Lily semakin panas setelah mendengar kata kata manis Rag.. Namun dia harus bisa mengontrol raut wajah karena memang dari tadi Raga sedikit melirik lirik Lily dari kaca spion motornya.

"Iyaa Ga."

"I love you too sayang." Celetuk Raga ngasal.

"Gaje kamu."

"Benar benar cantik, bisa bisa aku pingsan dijalan."

"Udah Raga kamu fokus nyetir, jangan liat spion mulu." Teriak Lily.

"Iyaa sayanggg, fotonya jangn lupa." Respon Raga yang juga malah ikutan berteriak.

" Respon Raga yang juga malah ikutan berteriak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LILY // (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang