Bab 22.pasar malam

3.8K 129 2
                                        

Sheila berbaring di kasurnya malam minggu ini rasanya seperti tidak punya pacar, algar saja masih tetap sedingin es di kutub Utara tapi Sheila pantang menyerah dan memilih berjuang untuk mengajak algar ke pasar malam, kebetulan sekali dirinya ingin ke pasar malam.

Rasanya saat ini Sheila ingin membuang algar ke jurang untung sayang, Sheila meletakkan hpnya di nakas dengan sedikit kasar karena sayang kalau hpnya sampai pecah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rasanya saat ini Sheila ingin membuang algar ke jurang untung sayang, Sheila meletakkan hpnya di nakas dengan sedikit kasar karena sayang kalau hpnya sampai pecah.
"Ah taulah males,mending gue tidur" Sheila menutup matanya dengan eye mask sleep cover yang berbentuk mata keroppi, baru saja menghalu tiba tiba ponselnya berbunyi.

Tanpa melihat ataupun membuka penutup matanya Sheila langsung mengangkatnya.

"Halo" tanya Sheila malas tapi tidak ada jawaban, Sheila mengernyitkan alisnya bingung.

"Gue udah di depan"

Spontan Sheila duduk dan membuka penutup matanya , dirinya sangat terkejut.

"10 menit atau gue tinggal" setelah mengucapkan itu algar mematikan teleponnya secara sepihak.

"LAH... BEJIRR.. katanya gak mau ? Kenapa tiba tiba datangg" gerutu Sheila tapi dirinya tidak kau membuang kesempatan ini dengan cepat Sheila memilih baju yang bagus

Setelah beberapa menit Sheila sudah siap dan berlari kecil untuk menuju pintu utamanya.

"Huft... Huftt.. Kok tiba tiba banget sih" ujar Sheila dengan nafas yang tersenggal senggal karena terlalu terburu buru.

"Derita lo" balas algar seperti biasa dengan wajah datarnya meskipun gadis yang di depannya ini bersiap dengan terburu buru tapi penampilannya tetap cantik dengan sweater yang berwarna cokelat susu dipadukan dengan celana hitam, apalagi tinggi Sheila hanya sebatas pundaknya.

"Dasar pendek"

"Gimana sih kamu ini" protes Sheila

"Cepat naik" algar tidak mendengarkan gerutuan Sheila dan menaiki motornya dengan sedikit kesal Sheila juga ikut naik ke motor algar.

"Udah" ujar Sheila saat sudah naik tapi anehnya algar masih belum menjalankan motornya.

"Hei aku udah naik" ulang Sheila

"Pegangan"

Sheila bingung padahal dirinya sudah berpegangan di bahu algar apakah ia salah? perasaan memang seperti ini , terdengar decakan dari mulut laki laki itu, algar menarik tangan Sheila untuk memeluk pinggangnya.

Jantung Sheila berdetak kencang pipinya merah karena salah tingkah, jika seerti ini terus kekesalannya akan mudah diluluhkan.

Setelah memastikan Sheila aman, algar segera pun melajukan motornya ia tersenyum kecil melihat wajah Sheila yang memerah dari spion. Terlihat sanat lucu

 Terlihat sanat lucu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AlsheiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang