15. The Annoying Boy

2.3K 165 11
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Finza harus menahan malu selama berjalan-jalan di dalam mall

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Finza harus menahan malu selama berjalan-jalan di dalam mall. Tentu saja karena borgol yang mereka pakai! Hish, menyebalkan sekali. Setiap orang yang lewat dan melihat mereka pasti akan tertawa. Sudah berkali-kali itu terjadi, tapi Dafa sama sekali tak peduli. Finza benar-benar ingin memakinya setengah mati. Entah dia ini sudah tidak punya malu atau apa.

"Daf," Finza setengah berbisik. "Aku malu! Buruan lepas!"

Dafa menoleh sebentar dengan raut cuek. "Biarin."

Finza menganga lebar. Benar-benar muka tembok. Finza nyaris menyumpahinya saat tiba-tiba Dafa bertindak semaunya sendiri. Lagi dan lagi. Dafa akan berjalan sesuai keinginannya dan Finza harus terseret-seret seperti orang bodoh di belakang.

"Kamu bener-bener nggak punya hati! Pelan-pelan, dong, aku kan kepleset!" protes Finza emosi.

"Hati? Cih. Dulu gue punya. Tapi sekarang udah enggak lagi semenjak Dan ngajarin gue." Dafa mengakhiri perkataan itu dengan senyuman yang terkesan misterius.

Finza menegang ketakutan. "Apaan, sih? Nggak nyambung!" Entah kenapa saat senyuman sinis Dafa keluar hatinya merasa harus langsung waspada.

"Ayo ke sana!"

Dafa tiba-tiba sudah menarik tangannya. Mau tak mau membuat Finza ikut tertarik juga ke arah yang sama. Sampai akhirnya dia menubruk pundak Dafa dan mendesis sebal dengan kelakuan semena-mena laki-laki itu. Sekarang pun dengan seenaknya dia menarik Finza masuk ke dalam salah satu boutique yang ada.

La Queenara

Finza tertegun sejenak. Boutique di hadapannya ini masuk jajaran butik famous favoritnya. Dulu sekali saat dia masih SMA dia sering menghabiskan waktunya di sini melihat koleksi rancangan-rancangan baru. Lalu dia akan pergi ke starbucks dan menggambar apa yang dilihatnya. Sampai akhirnya sekarang dia memiliki butiknya sendiri. Meski begitu tetap saja dia sangat menyukai butik ini.

Dafa mengernyit melihat Finza yang tampak bahagia sekali diajak ke tempat ini. Cih, dasar perempuan memang matrealistis. Mata mereka akan selalu berbinar jika dibawa ke tempat barang-barang branded.

Revenger Cries NewCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang