"mbak diam di dalam mobil aja...". Saran norman.
Hujan turun dengan derasnya, tak ada garasi atau tempat teduh di lokasi pengiriman ini.
Norman berlari ke arah rumah yang di tuju untuk mengkonfirmasi tempat pengiriman sekaligus bertanya barangnya mau di turunkan sekarang atau nanti setelah hujan reda.
"Tunggu reda aja katanya mbak...gimana?". Norman balik ke mobil lalu masuk ke dalam.
"Mau tunggu di sini atau di sana mbak...". Tanya norman, ia mengelap wajahnya yang basah.
"Di sini aja mas...". Jawab numa pelan.
Jantungnya berdebar kencang saat norman duduk di sebelahnya, tak pernah ia membayangkan bisa duduk berdua sedekat ini dengannya.
"Kenapa mbak paggil saya mas...nggak norman aja!...padahal umur saya di bawah mbak...". Tanya norman.
"Hhhmmm...biar nanti di masa depan nggak kaku aja...". Jawab numa sembari tertawa kecil, padahal hatinya berdebar hebat.
"Hahaha...". Norman ikut tertawa.
"Ka..kamu pernah pacaran mas??". Tanya numa ragu.
Mendapat pertanyaan itu norman termenung sejenak, lalu menggelengkan kepalanya.
"Cinta pertama saya ibu saya...sampai saat ini dan nanti pun begitu!!...hhmmm....tapi belakangan ini ada seorang wanita yang mengganggu pikiran saya....". Jelas norman.
Numa terdiam mendengar penjelasan itu, ia kecewa mendengar norman telah mempunyai wanita idaman, namun numa segera menyembunyikan ekspresinya.
Numa pun menyadari usia mereka terpaut 10 tahun, jadi bagaimana mungkin norman bisa menyukainya, di tambah kondisi fisiknya yang membuat banyak orang berpikir 2x untuk mendekatinya.
"Cieeeeeee...". Canda numa bergetar.
"Siapa nih...jangan-jangan si risa...haha". Tanya numa lagi, Susah payah ia menahan gejolak hatinya.
"Bukan lah mbak...dia kan udah punya pacar...haha". Norman ikut tertawa.
Hujan masih mengguyur deras, tak ada tanda akan segera mereda.
"Kalo mbak gimana?". Norman bertanya balik
Sekarang giliran numa yang termenung, ada sedikit bulir hangat di pelupuk matanya, sekuat tenaga ia menahannya.
"Siapa sih yang mau dengan keadaan mbak kaya gini....". Numa tak mampu lagi menahan kesedihannya, ia terisak.
"Lho kok...". Norman panik tak menyangka pertanyaan membuat numa menangis.
Ingin rasanya ia mengusap punggung numa sekedar untuk menenangkan.
Numa segera mengelap matanya menggunakan jari-jarinya.
"Maaf mas...saya jadi terbawa perasaan!!...". Numa tertawa kecil namun masih terisak.
Norman merasakan betapa beratnya semua hal yang telah di lalui numa, ia menatap lekat numa yang masih berusaha mengelap air matanya.
"Buka aja kacamatanya mbak...". Pinta norman.
"Nggak ah...malu...". Tolak numa.
Tangan norman pun bergerak melepas kacamata numa.
"Maaf mbak...". Ucap norman saat menariknya.
Numa coba menahan namun kalah cepat, untuk beberapa saat mereka pun saling pandang namun segera numa menundukan wajahnya.
Jari norman mengangkat dagu numa supaya dia tak mengalihkan pandangan matanya.
"Mata indah ini yang selalu mengganggu pikiran saya...". Desis norman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Terlarang(Incest)
RomanceHighest ranking. #1# in Realita #50# in kehidupan #78# in percintaan Kisah tentang incest hubungan ibu dan anak. Norman adalah anak kandung dari yuyun, tapi hubungan ibu dan anak itu berubah menjadi hubungan kekasih saat realita kehidupan melanda me...
