"Menurutmu apa yang Danny dan Becca lakukan jika mereka melihat kita di sini sekarang setelah bercinta di atas ranjang mereka?" pertanyaan itu terus berputar di kepala Scarlett ketika dia dan Xavier berbaring di atas ranjang mendiang sahabat mereka sambil saling berpelukan.
Xavier mendengus geli, "Menurut apa? Tentu saja mereka akan menendang kita keluar dari sini"
Scarlett terkekeh pelan. "Jadi, apa yang harus kita bicarakan?" tanyanya kemudian.
Dalam waktu yang cukup lama Xavier meninggalkan Scarlett di dalam keheningan. Scarlett mendongak untuk menatap wajah kaku lelaki itu, Xavier tampak seperti ingin membicarakan sesuatu yang serius namun dia sulit untuk mengutarakannya. Ah sekarang Scarlett semakin yakin akan dugaannya, Xavier pasti ingin menegaskan bahwa tidak ada apapun yang terjadi kepada mereka setelah mereka bercinta. Oh, perbincangan ini akan menjadi sangat canggung.
"Xavier?"
Kesadaran Xavier kembali berpijak di bumi ketika Scarlett memanggil lelaki itu. Xavier menatapnya dengan sendu lalu dia bertanya, "Mengapa kau meninggalkanku pada malam itu?"
Scarlett tahu malam apa yang Xavier maksud, tentu saja malam di mana mereka tidur bersama untuk yang pertama kalinya.
Hembusan napas pelan meluncur dari bibir Scarlett, dengan hati-hati dia berkata, "Uh, aku hanya tidak sanggup menghadapi esok hari, di dalam pikiranku pasti akan sangat canggung seperi situasi kita saat ini"
"Canggung?" tanya Xavier tak mengerti.
"Yeah," Scarlett menjilat bibirnya yang mendadak terasa kering, "Aku tahu keesokan hari kau pasti akan mengatakan kepadaku kalau yang kita lakukan hanyalah seks satu malam kemudian kau akan memintaku untuk meninggalkan kamarmu, jujur aku tidak terbiasa dengan semua itu jadi aku pikir aku menyelamatkan kita berdua dari situasi yang kurang mengenakkan"
"Itu omong kosong" sahut Xavier, "Aku bahkan tidak berpikir untuk mengusirmu"
Scarlett berkedip beberapa kali, "Lalu apa yang akan kau katakan?"
Xavier terdiam. Ya, sialan apa yang ingin dia katakan pada saat itu? Biar bagaimana pun itu hanya seks satu malam karena Xavier tahu Scarlett sama sekali tidak tertarik untuk mengenalnya lebih jauh. Tapi masih banyak yang bisa mereka bicarakan jika Scarlett masih bersamanya pagi itu, yang jelas dia tidak akan mungkin mengusir Scarlett. Itu adalah hal yang tidak akan pernah Xavier lakukan.
Setelah cukup lama Xavier diam sambil memandangi langit-langit kamar, akhirnya dia memberanikan diri untuk mengakui apa yang dia rasakan selama ini tentang wanita itu. "Well, sebenarnya aku tertarik kepadamu tapi aku merasa tidak cukup pantas untuk wanita yang cerdas dengan karier yang cemerlang seperti dirimu. Jika kau masih berada di sisiku pagi itu aku mungkin akan mengakuinya, namun kau pergi sehingga aku semakin yakin kalau tidak akan pernah ada kesempatan bagi kita berdua"
Xavier memejamkan matanya sejenak. Scarlett tidak mengatakan apapun setelah dia mengakui perasaannya dan Xavier mulai merutuki dirinya sendiri yang telah mengakui ketertarikan yang ia miliki selama ini terhadap wanita itu. Scarlett pasti mulai merasa tidak nyaman setelah mendengarnya sehingga wanita itu memilih untuk tidak berkomentar apapun.
Membuka mata, Xavier memberanikan diri wmnatap wajah Scarlett tapi kemudian dia merasa konyol mendapati wanita itu sudah terlelap dengan pulas di dalam pelukannya. Nafasnya berhembus lembut dan teratur. Xavier terkekeh lelan, dia sudah membeberkan begitu banyak hal di depan Scarlett tapi wanita itu malah jatuh tertidur. Namun di sisi lain Xavier juga merasa lega karena Scarlett tidak mendengar apa yang baru saja dia katakan, setidaknya dia menyelamatkan dirinya sendiri dari rasa malu karena dia tahu Scarlett tidak pernah memiliki perasaan yang sama untuknya. Wanita itu hanya menyukai Xavier di ranjang, itu saja. Dan, Xavier harus merasa cukup dengan apa yang sudah dia dapatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Accidental Parents (Tamat)
RomanceWarning : Adult and explicit sensual content! Selain di ranjang, Scarlett dan Xavier bagaikan air dan minyak, mereka sangat berbeda dalam berbagai hal dan tidak dapat dipersatukan. Mereka saling membenci tanpa alasan yang jelas dan sering berdebat s...
