3. Dada!

1.8K 154 11
                                        

Meskipun kecelakaan yang menimpa mereka adalah kecelakaan yang mendadak dan tak terduga, tetapi Danny dan Becca telah menitipkan semua wasiatnya secara terperinci kepada pengacaranya, Leslie Clinton. Satu dari sekian banyak wasiat itu adalah wasiat mengenai hak asuh Daisy yang jatuh ke tangan wali baptisnya yaitu, Xavier dan Scarlett Silverstone.

Setelah pemakaman selesai dan semua pelayat telah meninggalkan rumah duka, Xavier dan Scarlett membawa Leslie Clinton ke ruang kerja Danny agar mereka dapat mengobrol di sana dan jauh dari kebisingan anak-anak Lorry. Semua aset dan properti yang Danny dan Becca miliki diwarisi kepada Daisy terkecuali rumah ini, rumah di mana kekuarga Emerson yang bahagia tinggal justru diwariskan kepada Xavier dan Scarlett, namun dengan satu syarat, yakni mereka harus bersedia merawat Daisy.

Tetapi tidak dari Xavier maupun Scarlety peduli pada rumah yang Danny dan Becca iming-imingi kepada mereka berdua. Mereka masih terus berusaha mencari cara agar hak asuh Daisy tidak jatuh di tangan mereka melainkan di tangan orang yang lebih tepat yang memiliki cukup banyak pengalaman dan waktu untuk merawat Daisy. Tentu saja orang itu bukanlah Bibi kandungnya, Lorraine Emerson.

"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Daisy tinggal bersama Lorry dan keluarganya" ucap Scarlett, di kepalanya terus terbayang Daisy kecil yang malang yang tidak mendapatkan cukup banyak perhatian dari bibi kandungnya yang sudah kelimpungan mengurus anak-anaknya yang nakal bukan main, Daisy pasti akan merasa terbuang dan terasingkan di dalam keluarganya sendiri.

"Satu-satunya tempat bagi Daisy jika kalian tidak ingin mengasuhnya adalah panti asuhan" kata Leslie.

Oh.

"Jangan di panti!" sahut Scarlett dengan cepat. Sementara itu, Xavier hanya bergeming. Lelaki itu tidak tahu harus berbuat apa, kepada siapa mereka bisa menitipkan Daisy? Sekarang tidak ada lagi pilihan bagi gadis kecil itu selain tinggal di panti.

Ya, panti....

Xavier masih ingat betapa pahit hidup di dalam panti. Aturan yang telalu ketat, makanan yang dijatah, dan hukuman-hukuman kejam....oh, Xavier tidak benar-benar yakin apakah dia bisa membiarkan Daisy menjalani hidup seperti yang dia jalani dulu.

"Kalian harus segera membuat keputusan, jika kalian memang tidak ingin mengambil hak asuh Daisy setidaknya kalian bisa mencarikan panti asuhan yang terpercaya sebelum dinas sosial sendiri yang menentukannya" ujar Leslie.

Scarlett melirik Xavier, lelaki itu seharusnya mengatakan sesuatu, membantu Scarlett mencari jalan keluar atas masalah ini. "Xavier" Xavier tersentak keluar dari pikirannya yang runyam saat Scarlett memanggilnya. Dia menatap wanita itu. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Scarlett.

Xavier mendesah gusar, "Mungkin Leslie benar, kita bisa mencarikan panti asuhan yang terpercaya untuk Daisy sebelum dinas sosial yang menentukan"

Oh, tidak. Scarlett tidak menyangka Xavier memilih panti asuhan sebagai jalan keluar bagi mereka tanpa mempertimbangkan bagaimana nasib Daisy ke depannya.

Melihat pertentangan di wajah Scarlett, Xavier segera melanjutkan, "Aku tidak siap mengasuhnya Scarlett, aku bahkan tidak pernah berpikir untuk berkeluarga!"

"Kau pikir aku siap Xavier? Tidak, tapi aku tidak bisa membuang Daisy ke panti asuhan sekalipun itu adalah panti yang paling terpercaya di kota San Francisco" cetus Scarlett.

"Lalu apa yang bisa kau lakukan, hah? Menyerahkannya kepada Lorry?"

Scarlett terdiam sejenak dan berperang dengan dirinya sendiri. Aku harus melakukan ini, aku harus mengambil tanggung jawab ini demi Daisy. Batinnya.

"Aku akan merawatnya sendiri" ucap Scarlett pada akhirnya. Xavier terbelalak, dia tak habis pikir, Scarlett pasti sudah gila!

"Kau yakin, Scarlett?" Leslie bertanya dengan ragu. Tapi Scarlett segera mengangguk mantap, "Ya"

The Accidental Parents (Tamat) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang