Hari mulai gelap saat Anggita berjalan dari gedung kampus menuju tempat parkir. Dibawah rintik hujan sore itu Anggita bergegas menuju motornya yang terparkir sendirian karena semua mahasiswa sudah pulang. Perasaan Anggita berkecamuk, sesekali ia menoleh kebelakang memastikan tak ada siapapun yang mengikutinya.
"Dia terlihat berjalan sendirian ke arah parkiran" ucap seseorang dengan pakaian serba hitam dan menggunakan topi yang tampak mengawasi anggita dari balik tiang gedung kampus.
"Awasi saja dia, jangan sampai lepas. Dan pastikan tidak ada orang lain selain dirimu disana." Jawab seseorang di telepon orang tersebut.
"Aku harus mendapatkan mustika Songgolangit yang ada ditangan gadis itu. Bagaimanapun caranya"
Bara Bawana sosok pria dengan badan tegap dan berotot tampak menatap keluar kantornya yang tengah diguyur hujan sore itu. Tak lama kemudian datang asistennya yang sedari tadi mengawasi gerak gerik Anggita selama di kampus. Ia melaporkan hasil pengamatannya mengenai Anggita yang dipercaya membawa Mustika Songgolangit. Bara adalah pemimpin dari sekelompok begal dan geng motor bernama "WaRRock" kompoltan Warrcok ini sering membuat onar dan sering membuat keributan. Ia tak segan melukai bahkan membunuh lawannya.
Mustika Songgolangit adalah sebuah batu zamrud yang memiliki kekuatan dari masalalu. Batu itu dipercaya berasal dari Masa Kerajaan Kediri. Batu itu pecah kala dibawa lari oleh Dewi Songgolangit yang tak mau dinikahi oleh Singo Barong. Konon Singo Barong bersumpah akan terus mengejar Songgolangit untuk dijadikan permaisurinya dan itu akan terus ia lakukan hingga ia berhasil mendapatkan Songgolangit.
Beberapa tahun silam, saat Anggita tengah menatap langit malam yang penuh bintang, ia melihat sekelebat cahaya merah jatuh dari langit. Anggita berlari ke arah batu itu jatuh. Anggita terkejut melihat sesosok gadis berbaju ala putri kerajaan dengan rambut panjang terurai berdiri membelakanginya. Gadis itu kemudian berbalik badan dan menyapa Anggita.
"Cah ayu, aku menitipkan mustika ini kepadamu. Jagalah. Aku memilihmu karena kamulah, orang yang terpilih. Dan temukanlah pecahan lain dari mustika ini"
Setelah memberikan mustika itu, Gadis itu berlalu pergi dan hilang dalam dekapan gelap malam. Anggita yang masih berdiri membatu melihat apa yang baru saja iya alami. Batu berwaran merah itu menyala di telapak tangannya. Sekembalinya ia ke kamar, Anggita mengamati ada keistimewaan apakah yang terdapat di batu itu. Berjam-jam Gita mengamati batu itu namun tak kunjung menemukan hasil.
Suatu keanehan terjadi saat Anggita menonton pertunjukan Reyog, batu itu tiba-tiba menyala, ketika batu itu menyala ada beberapa orang dengan baju serba hitam dan berpenutup muka berlari ke arahnya. Anggita yang merasa takut, bergegas berlari dari kerumunan penonton. Dan Sejak hari itu hari-hari Anggita diliputi rasa cemas dan Was - was akan kedatangan orang dengan pakaian hitam itu. Sama seperti saat ia berjalan keluar dari kampus di sore itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Langit Kelana
Teen Fiction"Jika memang Anggita adalah reinkarnasi dari Songgolangit, maka akulah Klono Sewandono nya. Akan ku rebut dia dari Bara Bawana, apapun resikonya" Kelana tak menyadari bahwa ia adalah reinkarnasi dari seorang raja di masalalu. Hatinya terpikat pada A...