Kisruh Latar Candi

11 2 0
                                    

Tiba tiba terdengar suara riuh motor di luar Cafe. Orang orang dengan baju serba hitam masuk dan mengobrak abrik apapun yang ada didalam cafe tersebut.

 Orang orang dengan baju serba hitam masuk dan mengobrak abrik apapun yang ada didalam cafe tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pengunjung sontak berlarian keluar cafe. Para pegawai laki - laki mencoba menghalangi para perusuh itu, tapi mereka malah menerima tendangan dan pukulan bertubi - tubi.

"Lan, cepet lari" Teriak Angga sambil menoleh ke Kelana.

"Gita, cepet kamu sembunyi" Bisik Kelana sambil menarik tubuh Anggita untuk bersembunyi di bawah meja. Setelah itu Kelana berjalan mendekati para perusuh itu.

"Lan, kamu mau kemana ? Jangan nekat" teriak Anggita.

Kini Angga dan Kelana berhadap hadapan dengan para perusuh itu. Satu diantara para perusuh itu mendekat.

"Apa yang kamu cari disini ?" Tanya Kelana

"Gua gak ada urusan sama lo, gua cuma nyari Anggita" Kata orang bertopeng itu

"Dia gak ada disini, emang kalo dia ada sini lo mau apa ?" Tantang Kelana.

"Aaah banyak bacot lo, hajar !!!" Teriak orang bertopeng itu.

Pertarungan pun tak dapat dihindarkan, Kelana menendang, menangkis, memukul para gerombolan itu. Tak mau kalah Angga memakai apa yang ada disekitarnya untuk dijadikan senjata.

Kini Kelana dikelilingi oleh 5 orang berbadan kekar. Satu orang maju ditendang oleh Kelana sampai terpental, dua orang lainnya menyerang namun dapat ditangkis. Lima orang tersebut bertumbangan ke tanah.

Tinggal beberapa orang gerombolan yang tersisa. Melihat banyak gerombolannya yang bertumbangan, ketua gerombolan itu segera memerintahkan pasukannya untuk untuk mundur, keluar meninggalkan cafe itu.

Kelana segera menghampiri Anggita yang tampak ketakutan. Dan segera mengajaknya untuk pulang.

"Kamu gak papa git ?" Udah sekarang kita balik aja, kamu hati hati mereka mengincar kamu, kalau ada apa apa cepet hubungin aku" Kelana berjalan keluar sambil memeluk Anggita.

"Aduuuh Lan, Tolong Lan, pinggangku patah Lan kayaknya Lan" ucap lirih Angga sembari memegang pinggangnya.

"Aah besok juga sembuh itu, aku nganter Anggita dulu, hati - hati ya Ngga, bye makasih" Jawab Kelana sambil menaiki motor.

"Ahh setan lo Lan, gitu amat sama temen" jawab Angga sambil melihat sahabatnya berlalu meninggalkan cafe.

Langit KelanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang